
Keesokan harinya aluna bersama Vania mengunjungi pusat perbelanjaan yang hanya menjual berbagai barang-barang buatan Indonesia yang tak kalah indah dan menarik dari produk luar negeri. Saat tengah melihat-lihat toko dan barang-barang yang dijualnya, Aluna melirik sebuah jam tangan hitam yang menurutnya cocok untuk Aryan
Menurut Aluna jam ini pasti mahal karena dilengkapi dengan aksen emas di pinggirannya. Tapi Aluna tertarik dengan jam ini sehingga dia berniat membelinya
"Pak, jam tangan ini berapa harganya" tanya Aluna sambil menunjukan kotak jam tangan yang sedang dipegangnya
"Ohh ini jam keluaran baru dari perusahaan kami nona, hanya 6 saja jam seperti ini yang baru kami produksi. Harganya 15 juta nona" Ucap pemilihan toko tersebut
"wah mahal juga yah, tapi memang sesuai dengan harganya. Jam ini terbuat dari bahan-bahan berkualitas yang tak kalah dengan produk jam negara asing. Pasti cocok untuk Mas Aryan nih. Soal biaya nanti aku menabung kembali" batin Aluna.
Sebenarnya Aluna bisa saja membeli jam tangan pilihannya dengan kartu yang diberikan Aryan beberapa hari yang lalu. Namun Aluna berpikir jika dia membelinya menggunakan kartu itu sama saja dengan membeli jam tangan memakai uang Aryan. Jadi Aluna akan membayar jam pilihannya dengan uang yang dia kumpulkan selama menjadi pelayanan di restoran tempatnya bekerja dulu
"Baiklah pak, saya Akan membelinya. Tolong kemas secantik dan serapi mungkin ya pak" pinta Aluna
"baiklah nona" ucap pemilik toko dan mulai mengerjakan perintah pembelinya
Sebelum kembali bersama Vania Aluna tak lupa membeli kemeja dan gaun batik Couple serta beberapa kain batik. Aluna juga membelikan beberapa jenis kemeja batik untuk Aryan dan Marvel
"Semoga mas Aryan suka dengan hadiah pemberianku"gumam Aluna tersenyum melihat kotak kado kecil yang dipegangnya
__ADS_1
2 hari telah berlalu, dan tepat hari ini Aluna akan kembali ke rumahnya. Tante Ratna dan Vania menyempatkan diri untuk mengantar Aluna ke bandara
"Hati-hati ya Aluna, lain kali berkunjung lagi ke rumahku, dan jangan lupa memberitahu ku jika kau datang kesini lagi. Jika perlu ajak dengan suamimu" Ucap Vania sambil memeluk Aluna
"Baiklah Vania, aku akan berkunjung kembali suatu hari nanti. Vania dan tante Ratna juga berkunjung yah ke rumahku, aku akan menunggu kalian" ucap aluna membalas pelukan Vania
"Iyah nak, kami juga akan mengunjungi rumahmu suatu hari nanti. Titip salam yah untuk ibu" ucap tante Ratna
"Iyah pasti kok tante. Kalau begitu Aluna pamit dulu yah tante, Vania, Assalamu'alaikum" ucap Aluna menyalami tangan tante Ratna.
"Walaikumsalam Aluna, kami akan merindukanmu" Aluna mengangguk sambil tersenyum dan melambaikan tangannya
"Ini masih jam 3 sore, pasti mas aryan belum pulang, sebaiknya aku menyiapkan makan malam dan ber siap-siap sebelum mas aryan pulang" gumam Aluna. Aluna beranjak menyiapkan makanan malam dan bergegas ke kamar untuk bersiap-siap sambil menunggu kepulangan suaminya
Setelah selesai dengan urusannya, kini Aluna telah berdiri di depan pintu. Mbok rara tersenyum melihat nyona mudanya berdiri di depan pintu menunggu kepulangan suaminya
"Haduh, ini kan sudah jam 6.30 kok mas Aryan belum pulang yah" Gumam Aluna sambil menatap gerbang sejauh 75 meter. Tak lama Aluna melihat satpam membuka gerbang karena ada mobil yang akan segera masuk. Aluna yakin jika mobil itu adalah milik Aryan
"Akhirnya pulang juga, kau akan terperanjat kaget saat melihatku suamiku" ucap Aluna tersenyum licik dan mulai bersembunyi di balik pintu
__ADS_1
Cukup lama Aluna bersembunyi di balik pintu namun Aryan tak kunjung masuk membuat Aluna kesal "Haduh, kok mas aryan nggak masuk-masuk yah" Aluna perlahan keluar dari balik pintu dan mengamati diam-diam halaman rumahnya, namun orang yang sedang dicarinya tak terlihat disana
"aduh mas aryan kemana sih, kok belum masuk juga" Gerutu Aluna sambil terus mengamati halaman rumahnya
"kau mencariku kah" suara bariton khas yang Aluna rindukan tiba-tiba terdengar di belakangnya. Aluna perlahan membalikkan badannya dan tersentak kaget melihat suaminya tengah berdiri dibelakangnya sambil tersenyum mengejek
"Ehh nggak kok, hehehe" cengir Aluna sambil menutup wajahnya yang semerah udang rebus
"Haduh malunya aku"batin Aluna. Sedangkan Aryan menahan tawa karena berhasil mengerjai istrinya
Sejak jam 5 sore tadi Aryan telah pulang dan melanjutkan pekerjaannya di ruang kerjanya. Aluna mungkin tak melihat Aryan masuk karena saat itu Aluna sedang bersiap-siap di kamarnya. Mobil Aryan kempes sehingga dia menyuruh supirnya untuk membawanya ke bengkel. Saat Aryan hendak turun ke bawah untuk minum, Aryan mendengar suara istrinya di depan pintu tengah membicarakannya. Aryan juga melihat Aluna tengah mengendap-endap dan mengintip dari balik pintu. Seketika terbesit ide untuk mengerjai istrinya.
"lalu mengapa kau berdiri dan bersembunyi di balik pintu istriku?" Tanya aryan yang mssih ingin menggoda istrinya
"A.. Aku sedang menu...menunggu mbok rara kembali kok" Ucup Aluna gugup
"Sejak tadi saya disini kok nona" ucap mbok rara mendapatkan tatapan tajam dari Aluna. Seketika Aryan dan mbok rara tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Aluna, sedangkan Aluna rasanya ingin berlari sejauh mungkin dari hadapan suaminya
Bersambung....
__ADS_1