
Aryan yang dapat mendengar bisikan Aluna serasa melayang di udara. Bagaimana bisa istrinya yang polos ini Bisa berkata seperti itu, sedangkan Natasnya sudah naik pitam namun dia hanya bisa mengumpat Aluna dalam hati "Sayang, kita pergi aja yuk, aku sudah tak berselera berada disini" Ucap Aluna sambil melepas tangan Natasnya dan meraih lengan kekar Aryan "Ayo sayang, silahkan berjalan didepanku" Ucap Aryan lembut
Aluna menangguk dan berjalan mendahului Aryan sedangkan Aryan berjalan mendekati kasir "Nona tolong buatkan kembali kue yang ku pesan tadi dan antarkan ke rumahku" Ucap Aryan sambil menunjukan kartu black cardnya kepada kasir. Kasir yang melihat Black Card tersebut tercengang dan langsung memerintahkan koki untuk membuat kembali kue pesanan Aryan "Baiklah Tuan, kami akan segera menyiapkannya" Ucap kasir dan diangguki Aryan
Aryan kemudian melangkah mengikuti istrinya dan sempat melirik Natasya dengan senyum mengejek. Natasya yang mendengar hujatan para pengunjung restoran langsung beranjak pergi dengan amarah yang memuncak "Awas saja kau Aluna, kau tidak sebanding dengan kekuatanku" Umpat Natasnya
Aluna masuk ke dalam mobil dan membanting pintu cukup keras membuat Aryan dan orang-orang yang berjalan kaki terperanjat kaget. Aryan memahami tidak ada yang beres dengan istrinya memasuki mobil dan duduk disamping Aluna
__ADS_1
"sayang, ada apa hmm?" Tanya Aryan lembut "Nggak ada!! Cepat jalan sebelum aku turun disini" Ketus Aluna. Aryan mau tak mau harus mengikuti perintah istrinya sebelum hal yang buruk terjadi
"Enak sekali wanita itu, jika aku bertemu lagi dengannya akan ku cincang tangannya agar dia tak berani menyentuh suamiku lagi" gumam Aluna pelan yang masih bisa didengar. Aryan seketika mengerti hal yang membuat istrinya semarah ini. Seketika Aryan menahan tawanya karena telah berhasil mendapatkan hati Aluna "Harusnya aku berterimakasih kepada Natasnya. Jika tanpanya aku tak akan mendapatkan rayuan dan amarah istriku"Batin Aryan bahagia
Setibanya di Mansion Arkarendra, Aluna turun dan berlari masuk ke dalam rumah. Sedangkan aryan mengulas senyumnya melihat tingkah istrinya dan beranjak menyusul Aluna kedalam rumah. Saat aryan memasuki kamar, dia melihat istrinya tengah berdiri membelakangi nya dengan wajah seperti bom yang siap meledak
"lalu kenapa kau kesal? Itu artinya kau cemburu sayang" Goda Aryan "enggak" Ucap Aluna kokoh dengan pendiriannya. Merasa istrinya telah terpojok, aryan mengunci tubuh Aluna agar tak dapat menghindar
__ADS_1
"Katakan jika kau cemburu sayang" "Sudah kubilang aku tak...... " ucap Aluna terpotong karena Aryan mengecup singkat bibirnya dan berhasil membungkam Aluna "Katakan jika kau cemburu istriku" Ucap Aryan menatap lekat mata Aluna. Seketika bulir bening lolos dari mata Aluna karena tak mampu lagi menguasai emosinya Aluna lantas mendekap Aryan dan menangis sejadi-jadinya di dada bidang suaminya "Aku takut, kau berpaling dariku setelah melihat wanita yang kau cintai di restoran tadi. Aku takut kau akan meninggalkanku demi wanita tadi. Aku takut kau menjauhiku karena aku hanyalah pengantin pengganti untukmu. Apakah aku egois jika menginginkanmu untukku saja" Isakan Aluna mengeluarkan beban hatinya
Aryan mulai mengerti jika istrinya mulai mencintainya dan istrinya merasa cemburu dengan tindakan yang dilakukan Natasya tadi. Aryan menggulung senyumnya dan mengelus lembut kepala Aluna "kenapa kau berpikir seperti itu sayang. kau tahu, hanya kau wanita yang aku cintai, aku tak akan pernah berpaling dan meninggalkanmu. Karena sekarang Fathian Aryan Arkarendra hanya milik Aluna seorang dan begitu juga sebaliknya" Ucap Aryan lembut
Aluna melebakan senyumnya. Terdapat desiran aneh dihati Aluna saat Aryan mengatakan itu "Berjanjilah padaku dengan perkataamu" " Tentu saja sayang, aku akan membuktikannya untukmu. Apa kau siap menyerahkan hati dan dirimu hanya untukku mulai malam ini" Tanya Aryan lembut
Aluna yang mengerti dengan ucapan suaminya tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan suaminya. Aryan yang seolah mendapat lampu hijau dari istrinya tak mau kehilangan kesempatan dan mulai melancarkan aksinya. Menyalurkan hasrat dan keinginan yang selama ini terpendam. Malam ini menjadi saksi menyatunya hati kedua insan tersebut
__ADS_1
Bersambung.......