
Saat Adzan subuh kembali berkumandang, Aluna terbangun dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah selesai melakukan kewajibannya, Aluna bergegas untuk mandi dan bersiap-siap mencari pekerjaan
"Hari ini ibu akan mencari pekerjaan, baik-baik didalam ya nak, ibu akan berusaha demi masa depanmu" Batin Aluna tersenyum mengelus perut ratanya
Setelah keluar dan mengunci pintu, Aluna menjalankan motor matic nya menyusuri jalanan kota untuk mencari pekerjaan. Motor matic bekas yang baru dibelinya dari uang sisa tabungannya. Aluna terus saja melamar pekerjaan berbekal ijazah SMA nya di berbagai restoran maupun perusahaan, namun Aluna tak kunjung juga mendapatkan pekerjaan. Karena rasa letih yang mulai menyerangnya, Aluna memberhentikan motornya dan melangkah masuk kedalam restoran
"Do'ain ibu ya nak, semoga ibu segera mendapatkan pekerjaan" gumam Aluna mengelus perutnya sambil menunggu makanan pesanannya
"Aluna? Apa yang kau lakukan disini?" Aluna menoleh kebelakang dan mendapati temannya Dean tengah berdiri di belakangnya
"Eh Dean, ayo silakan duduk dulu" ucap Aluna dan diangguki Dean
"Apa yang kau lakukan disini Aluna? Jarak kotamu begitu jauh dari sini" tanya Dean yang telah duduk dihadapan Aluna
Aluna menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Dean "Aku telah pergi dari rumah dan juga kotaku Dean" Ucap Aluna
Dean tertegun "Apakah karena kejadian di restoran dua bulan yang lalu Aluna sehingga kau bertengkar dengan suamimu dan pergi dari kotamu?" tanya Dean diangguki Aluna yang terus tertunduk. Dean tahu jika saat ini Aluna tengah menahan air matanya
Dean mengusap wajahnya kasar "Bagaimana ini bisa terjadi Aluna? Tolong ceritakan apa yang terjadi padamu setelah aku menemuimu di restoran 2 bulan yang lalu" pinta Dean khawatir
__ADS_1
Aluna mengontrol nafasnya dan mulai menceritakan semua yang dialaminya setelah bertemu Dean. Selama bercerita Dean sama sekali tidak memotong ucapan Aluna. Dean tertegun setelah mendengar ucapan Aluna yang saat ini tengah hamil. Dean membayangkan pasti sulit jika hamil tanpa ditemani suami. Dean mengelus punggung rapuh Aluna yang saat ini terus saja terisak
"Aku mengerti penderitaanmu Aluna, Maafkan aku karena telah menemuimu 2 bulan yang lalu. Jika aku tak menemuimu mungkin semua ini tak akan terjadi" lirih Dean
"Tidak Dean, ini bukanlah kesalahanmu. Semua ini hanya kesalahpahaman suamiku saja. Justru akulah yang harus minta maaf padamu karena ulah suamiku yang telah memukulmu saat kejadian itu" Ucap Aluna berusaha tersenyum
Dean yang merasa bersalah segera beranjak menuju mobilnya dengan rahang mengeras namun Aluna yang mengerti mengejar Dean dan menahannya
"Jangan Dean" ucap Aluna menggeleng
"Tidak Aluna, suamimu harus mengetahui yang sebenarnya" Ucap Dean menahan emosinya
"Aku mohon. Biarlah aku memulai hidupku yang baru, biarlah aku menjaga dan merawat anak-anakku sampai mereka dewasa nanti" Dean dengan berat hati mengiyakan permohonan Aluna
"Baiklah Aluna, tapi jika kau membutuhkan sesuatu disini, segera hubungi aku yah" Ucap Dean mengenggam tangan Aluna
"Baiklah Dean" ucap Aluna kembali tersenyum
"Ngomong-ngomong,kamu akan melamar pekerjaan ya Aluna" tanya Dean yang melihat Berkas di tangan Aluna
__ADS_1
"Iyah Dean, aku sedang mencari lowongan untukku bekerja" Ucap Aluna
"Lalu apakah kamu telah mendapat pekerjaan?" Tanya Dean sedangkan Aluna menggeleng pelan
"Yaudah, kamu kerja di rumah sakit milikku aja ya, aku dengar sarah bercerita jika kau termasuk mahasiswa jurusan kedokteran terbaik di kampusmu, hanya saja kau telah berhenti kuliah. Sarah juga bercerita jika dia sempat ke rumahmu namun ibu tirimu berkata kau telah menikah dan tinggal bersama suamimu" ujar Dean menjelaskan
"apakah kau setuju bekerja di rumah sakit milikku? Aku yakin sarah pasti senang bekerja bersama sahabatnya lagi. Dan pikiran juga tentang anak-anak mu Aluna"
"tapi Dean, aku tidak mempunyai surat resmi untuk menjadi dokter" ujar Aluna "Tenanglah Aluna, aku yang akan mengurus semuanya untkmu, bekerjalah di rumah sakit milikku" pinta Dean dan Aluna menganggukkan kepalanya seraya tersenyum
"Terimakasih ya Dean telah banyak membantuku" ucap Aluna ramah
"aku senang bisa membantumu dan calon keponaku,dan mulai besok kau bisa bekerja bersamaku dan juga sarah" ucap Dean tersenyum
"Baiklah, terimakasih yah Dean aku harus segera pulang, Assalamu'alaikum Dean"
Ucap Aluna tersenyum "Walaikumsalam hati-hati ya Aluna" ucap Dean melambaikan tangannya melihat Aluna telah menjauh bersama motornya
"Maafkan aku Aluna, aku berjanji akan selalu ada untuk membantumu" Batin Dean
__ADS_1
Bersambung......