
Setelah melarikan diri, aku dan kakak hidup damai tanpa ada siksaan apapun. Aku juga turut membantu kakak menjual kue keliling milik warga yang berjualan didekat gubuk kami. Suatu saat kakak memakaikan aku kalung pemberian ibunya dan berjanji akan menikahiku saat kami dewasa nanti. Kalung bunga berwarna biru laut dengan aksen berlian ditengahnya yang menjadi saksi ikatan kami. Jika kami berpisah kakak akan mengenaliku jika aku mengenakan kalung itu
Namun, para preman yang menculik kami menemukan gubuk kami dan membawa kakak ke mobil saat kakak tengah istirahat di gubuk. Aku menyelinap ke belakang bagasi mobil untuk mengikuti mereka membawa kakak
Kakak dibawah kembali ke gudang itu kembali dan para preman itu terus menyiksa kakak dengan terus mencambuk nya. Aku yang kasian melihat teman yang sudah kuanggap kakakku terus disiksa membuat hatiku tergerak untuk menolongnya. Aku mendorong tubuh kakak agar cambuk itu mengenai ku bukan kakak, dan usahaku berhasil. Aku meminta kakak berlari sejauh mungkin agar kaka tak disiksa lagi, biarlah aku saja yang disiksa asalkan kakaku memiliki masa depan yang cerah. Kakak yang telah berjanji akan menjagaku tak tega melihatku terus dicambuk oleh para preman tersebut. Namun air mata dan permohonanku berhasil membuat kaka berlari sejauh mungkin sebelum tertangkap.
__ADS_1
Saat tengah berlari kakak menabrak polisi yang tengah berpatroli. Kakak pun meminta polisi untuk membantuku dan anak-anak lainnya dari para preman tersebut. Polisi berhasil menyergap gudang itu dan melumpuhkan para preman yang berusaha kabur dengan timah panas. Aku yang tak sadarkan diri setelah dicambuk digendong oleh salah satu polisi dan membawaku ke rumah sakit
Sejak saat itu aku terpisah dengan pangeran kecilku. Ibuku yang mengetahui jika aku telah ditemukan dan terbaring di rumah sakit terus menangis saat mendengar penuturan dokter jika jantungku telah berhenti berdetak. Namun dengan keajaiban aku kembali bernapas dan berkat penangan dokter aku berhasil selamat dari maut.
Saat aku kembali ke gudang itu bersama ibuku, aku tak lagi melihat pangeran kecilku disana. Gudang itu telah dihancurkan dan anak-anak yang pernah disekap telah kembali ke orang tuanya. Kakak mungkin sedih saat tahu aku dikabarkan polisi telah meninggal dunia, tapi aku akan berusaha untuk mencari pangeran kecilku dan membuktikan jika aku masih hidup sampai sekarang
__ADS_1
Aryan yang telah membaca kisah masa kecil Aluna seketika menjatuhkan buku diary itu dan meraih kotak merah retak milik Aluna. Saat Aryan membuka kotak itu, terdapat kalung biru bunga dengan aksen berlian ditengahnya telah terbuka karena hantaman yang cukup keras.
Kalung biru pemberian ibunya yang pernah ia Pakaikan pada Aluna kecil untuk mengenalinya dan berjanji akan menikahinya setelah dewasa nanti. Aryan terharu karena telah menemukan adik kecilnya yang selama ini dia cari "Muni, ternyata kau masih hidup dek, kakak putus asa semenjak kau dikabarkan meninggal dunia oleh polisi. Namun sekarang aku kembali menemukanmu dan sekarang kau telah menjadi istriku" Ucap Aryan mengingat Aluna
"Maafkan aku Aluna, maafkan teman kecilmu ini. Kau mengorbankan dirimu demi menyelamatkan diriku. Maafkan aku yang tak bisa melindungimu. Maafkan suamimu yang mencintai orang lain karena mengira kau telah tiada, namun namamu dan kenangan kebersamaan kita selalu ku ingat dan ku rindukan dalam hatiku. Biarkan aku bersamamu lagi Aluna, berikan aku kesempatan untuk mendapatkan kasih sayangmu kembali. Berikan aku cara agar menemukanmu dan memebus semua kesalahanku. Aku akan mencarimu Aluna, aku tak ingin kehilanganmu lagi Muni kecilku" lirih Aryan menghapus air matanya dan mulai menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Aluna
__ADS_1
Bersambung.....