
Kenzo tiba dikediaman keluarga Narendra pelayan menyambut tuannya.
"Selamat datang tuan muda"ucapan kepala pelayan diangguki oleh sang tuan dan pria itu terus berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua rumahnya.
Kenzo membuka pintu kamarnya.
Seperti biasa kamar itu selalu rapi meskipun sudah tidak ditempati oleh Kenzo,karena orang tuanya selalu meminta para pelayan untuk merapikan kamar putra sulungnya itu.
Kenzo sudah tidak tinggal bersama keluarga besarnya semenjak dia memiliki perusahaan nya sendiri,dia memilih membeli rumah sendiri agar bisa lebih mandiri.
Alasan utama pria itu pindah adalah untuk melupakan ingatannya tentang gadis yang bernama Caca yang selalu dia cari selama ini.
Meskipun dia tahu jika Caca mungkin sudah benar-benar tiada Karena pencarian nya selama ini tidak membuahkan hasil.
"Huh....."hela nafas Kenzo.
"Andai kau masih ada,sudah pasti aku akan menikahimu"gumam nya lagi seraya meneteskan air mata.
Suara pintu kamar Kenzo terbuka menampakkan sosok wanita yang tidak muda lagi,namun kecantikan nya tetap terpancar dia adalah nyonya Narendra tepatnya ibu dari Kenzo Narendra.
"Sayang kenapa kau tidak mengabari mama jika kau telah kembali"tanya sang mama.
"Maaf ma,aku tadi sangat lelah jadi memutuskan untuk menyuruh supir ke bandara untuk menjemput ku"jelas Kenzo pada ibunya.
Mama Kenzo melihat ada buliran air mata yang tertinggal di pipi anak sulungnya itu.
"Apa kau merindukannya"tanya sang ibu sambil menghapus air mata putranya.
Kenzo yang tak dapat membendung rasa kerinduannya terhadap gadis yang dia cintai seketika langsung memeluk sang ibu dan tangisannya pun pecah dipelukan hangat ibunya.
"Kau harus kuat sayang,mama yakin suatu saat nanti kau pasti menemukan kebahagiaanmu"jelas sang ibu memberikan kekuatan kepada putranya.
"Aku sangat mencintainya ma,dari awal aku bertemu dengannya aku sudah ingin dia menjadi ibu dari anak-anakku"jelas Kenzo pada ibunya dan kristal bening pun mulai jatuh kembali.
Sang mama terus mengusap punggung putranya itu sampai dia merasa tenang.
"Tidurlah sayang"pinta sang mama sambil memegang pipi Kenzo.
"Iya ma, terimakasih karena mama selalu ada untuk Kenzo"sambil menggenggam tangan ibunya.
Nyonya Narendra kembali memeluk sang putra memberi semangat kepadanya.
"Iya sayang,kamu istirahat ya"pinta sang mama sambil beranjak dari tempat tidur Kenzo.
__ADS_1
Langkahnya terhenti saat Kenzo berkata....
"Besok akan ada pertemuan keluarga kita dan keluarga Mahesa ma"ucap Kenzo.
"Iya sayang besok mama akan mempersiapkan semuanya,dan selamat malam"seraya tersenyum pada Kenzo dan dibalas senyuman oleh putranya.
************
Keesokan harinya dikediaman keluarga Narendra sibuk mempersiapkan kedatangan dari keluarga Mahesa.
Sedangkan di perusahaan Kenz Corp sekretaris pribadinya tengah menunggu kedatangan sang bos namun tak kunjung datang sampai hampir jam makan siang.
"Tidak biasanya es potong itu terlambat,apa ada sesuatu yang terjadi ya"tanya Caca pada dirinya.
"Atau aku telepon saja dia,ah tidak-tidak nanti dia sedang bersama kekasihnya dan aku disangka pelakor lagi tiba-tiba meneleponnya"ucap Caca yang mulai berpikir yang tidak-tidak.
Caca masih mondar mandir diruangan nya.
Sampai akhirnya handphone nya berdering.
"Ini dia yang aku tunggu-tunggu"ucap Caca langsung mengangkatnya.
"Ya pak ada apa"tanya Caca.
Caca langsung membelalakkan matanya ada rasa marah,kesal karena pria itu setelah menjadi bosnya tambah seenaknya pada dirinya.
"Tapi pak saya kan tidak tau alamat rumah keluarga Narendra"jelas Caca.
"Nanti akan ku kirim lokasi,tidak usah banyak protes aku tunggu 15 menit dimulai dari sekarang"pria itu langsung mengakhiri panggilan nya.
"Ahhh.....aku harus cepat,dasar es potong menyebalkan"gerutu Caca sambil meraih tasnya yang berada diatasnya meja.
**********
Di tengah perjalanan Caca selalu melihat kearah jam tangannya.
Sesekali dia menyuruh sopir taxi tersebut menambah kecepatan.
"Pak bisa lebih cepat lagi tidak?"tanya Caca.
"Saya sudah usahakan mbak,tapi jalanan macet jadi harus menunggu mbak"jelas supir taxi itu.
8 menit lagi harus sampai, sebenarnya jika ditempuh dengan berjalan kaki juga bisa namun Caca ragu karena dia memakai sepatu hak tinggi.
__ADS_1
"Baiklah daripada harus potong gaji,mending berkorban saja"Caca langsung membayar uang taxi dan keluar dari mobil itu berjalan menuju kediaman Narendra.
"Susah banget sih pakai sepatu"Caca melepaskan sepatunya dan berlari dengan kaki telanjang.
Ia tak menghiraukan rasa sakit terkena aspal yang panas pada siang hari,yang ada dipikiran saat ini adalah jangan sampai gajinya dipotong karena uang nya akan dia tabung untuk membelikan rumah untuk keluarga nya.
8 menit lebih 2 detik Caca tiba dikediaman keluarga bosnya itu dan ternyata Kenzo telah menunggunya di depan pintu.
"Saya sudah sampai tepat waktu"jelas Caca yang nafasnya terengah-engah seperti habis dikejar singa lapar.
"Telat 2 detik"jawab Kenzo singkat.
Sontak Caca melongok mendengar jawaban dari bos dingin nya itu.
"Wah gila bener ini bos,cuma 2 detik aja pakek dihitung,untung aku orang yang sabar dan rajin menabung jadi aku masih bisa tahan dengan tingkahnya yang lama-lama MENYEBALKAN"umpat Caca dalam hatinya.
"Ayo cepat masuk ganti pakaian mu"ajak kenzo.
Caca yang tidak mengerti untuk apa dia harus berganti pakaian hanya bisa menuruti perintah Kenzo dan tiba-tiba....
"Ahhhh......"Caca mengaduh kesakitan dan otomatis Kenzo menoleh kebelakang.
Kenzo melihat kearah sumber sakit yang gadis itu rasakan dan mata Kenzo terkunci kearah kedua kaki Caca yang sudah memerah serta mulai melepuh.
"Kakimu kenapa sampai begini Ca?"tanya Kenzo.
"Kau yang menyuruhku untuk tidak terlambat kan,jadi aku berlari dengan kaki telanjang agar tidak terlambat sampai kemari karena dijalan macet total jadi aku tidak mau hajiku dipotong,tapi pengorbananku sia-sia karena kau masih menghitung 2 detik aku terlambat"jelas Caca panjang kali lebar dengan wajah sedihnya.
Kenzo menatap Caca kesal.
"Kenapa gadis ini bodoh sekali sih,sampai rela berlari kemari hanya takut gajinya dipotong"gumam Kenzo dalam hati.
Tanpa aba-aba Kenzo langsung menggendong Caca ala bridal style sontak Caca mengalungkan kedua tangannya ke bahu pria itu.Wangi maskulin pria itu benar-benar membuat Caca tenang dan tanpa sadar kepala Caca sudah berada di dada bidang Kenzo.
"Wahhh.....belum pernah aku merasa sedamai ini,wangi yang membuatku melayang entah kemana,yang jelas aku menikmati semua ini Tuhan"kata hati Caca diiringi senyuman.
Semua mata tertuju pada kedua insan manusia yang berbeda jenis itu yang melintasi ruang tamu keluarga dimana para pelayan dan tentunya sang nyonya besar Narendra yang tengah sibuk mempersiapkan acara pertemuan antara dua keluarga besar namun teralihkan oleh kelakuan putra sulungnya itu.
Kenzo yang menjadi pusat perhatian tidak menghiraukan nya,beda dengan Caca yang wajahnya mulai memerah.
#jangan lupa like dan komen
Maaf kalok masih banyak typo 😊
__ADS_1
Happy reading 😘😘😘😘