
Setelah acara makan selesai,Caca berjalan menuju kamarnya.
"Sayang kau mau kemana?"tanya Kenzo
"Aku ke kamar sebentar,kau temani orang tua kita dulu ya"kembali melangkahkan kakinya menuju lantai atas.
Ia membuka laci dan mengambil alat tes kehamilan,di laci itu bukan hanya ada tespack yang ada disana melainkan sekotak obat P3K.
Caca langsung menuju kamar mandi untuk memastikannya, setelah kencingnya sudah di tampung di sebuah wadah kecil,ia langsung mencelupkan alat itu kedalam wadah tadi sampai batas yang sudah tertera.
Setelah menunggu 30 detik,Caca mengangkat nya dan meletakkan tespack tersebut dan menunggunya selama sekitar 3 menit agar hasilnya akurat.
Setelah 3 menit berlalu nyonya Kenzo itu menutup mulutnya tak percaya.
"Hiks hiks hiks"tangisnya mulai pecah tak tertahan lagi.
Sementara Kenzo sedikit cemas karena istrinya sudah lama berada di atas dan tak turun juga.
"Kenapa Caca lama sekali"gumamnya.
Karena merasa cemas ia akhirnya memutuskan untuk menyusul sang istri ke kamarnya.
Saat sudah berada di depan pintu kamarnya,ia mendengar sayup-sayup tangisan seseorang dari dalam kamar mandi.
Pria itu perlahan melangkah menuju kamar mandi dan membuka pintunya.
Disana sudah ada Caca yang menatapnya dari pantulan cermin.
"Sayang kau kenapa"Kenzo langsung memeluk istrinya dengan erat.
"Hiks hiks hiks".
Tak ada jawaban dari Caca yang ada hanya tangisannya.
__ADS_1
"Sayang jangan begini,ayo cerita padaku ada apa Hem?".
"Coba kau lihat di atas wastafel itu"pinta Caca pada suaminya.
Kenzo langsung mengikuti arahan sang istri,setelah melihat ke arah wastafel,mata pria itu terbelalak namun satu detik kemudian berganti menyipit dan meneteskan air mata.
Di sana ada sebuah tespack dengan garis dua yang menandakan jika pemilik alat tersebut sedang dalam keadaan hamil.
"Ini milikmu sayang?".
Caca hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan sang suami.
"Terimakasih sayang"Kenzo memeluk istrinya kemudian mengecup puncak kepala Caca.
"Kau telah memberikan kebahagiaan sempurna untukku"mencium seluruh wajah sang istri bergantian,dari mulai kening,hidung,pipi,dagu dan terakhir bibirnya.
"Aku mencintaimu sayang"ucap Kenzo memeluk istrinya erat.
"Aku juga mencintaimu sayang"balas Caca pada suaminya.
"Iya sayang".
"Kita harus mengabari Jack dan Jasmine juga, meskipun mereka sedang berada di luar negeri,mereka harus tahu berita ini".
"Terserah kau saja Pi,aku menurut saja"ucap Caca.
"Kau bilang apa tadi?"tanya Kenzo memastikan ucapan istrinya.
"Papi".
"Baiklah Mami"mencium kening istrinya lagi.
"Ayo kita kebawah dan beritahu keluarga besar kita"menggenggam tangan istrinya.
__ADS_1
Kedua wajah pasangan muda itu nampak sangat bahagia,semua keluarga terheran-heran.
"Kalian kenapa terlihat sangat bahagia sekali"tanya Farah pada keduanya.
"Kenzo junior akan segera hadir di tengah-tengah keluarga besar kita"ucap Kenzo.
"Benarkah yang kau katakan nak"tanya Farah tak percaya.
Kenzo mengeluarkan bukti hasil dari tespack yang Caca gunakan tadi.
"Alhamdulillah........ terimakasih sayang"memeluk menantunya.
Semua keluarga juga ikut tersenyum bahagia mendengar kabar gembira tersebut.
Kenzo melakukan panggilan video dengan adiknya.
"Hai kak bagaimana kabarmu dan keluarga di sana"tanya Jasmine yang sedang berada di Amerika bersama sang suami.
"Kita semua sehat disini,kau tahu apa ini"menunjukkan tespack yang di pegangnya.
"Kakak ipar hamil kak?"tanya Jasmine tak percaya.
"Ya kau akan segera menjadi Tante muda"ucap Kenzo.
"Wah.....aku tak sabar kak,semoga aku segera menyusul ya"tersenyum bahagia.
"Aminnnn"ucap semua orang yang ada di sana.
"Suamimu mana nak"tanya Farah.
"Dia sedang bertemu dengan rekan bisnisnya Ma, sebentar lagi juga akan pulang".
"Kau jaga kesehatanmu di sana,jangan sampai telat makan,tidur yang cukup"
__ADS_1
"Siap Ma, Mama dan semuanya juga jaga kesehatan ya,sudah dulu ya,aku mau masak, sebentar lagi Jack akan segera pulang".
"Baiklah,semoga cepat isi ya adik ipar"ucap Caca sambil tersenyum manis.