
41
Aku kasih update lebih panjang dari biasanya ya,mumpung mood author lagi bagus wkwkwkwk
Like like like like like like ya readers 😉
Tap love juga jadikan favorit ya....
Setelah beberapa jam pesta berlangsung,akhirnya tepat jam 9 malam pesta berakhir dan semua tamu satu persatu keluar dari ruangan itu.
Caca dan Jack Wilson melangkah menuju pintu keluar,namun suara bariton memanggil nama Caca.
"Caca,besok datang ke kantor lebih pagi karena ada rapat penting"titah seorang pria yang tak lain adalah Kenzo.
"Baik pak"jawab Caca sambil membungkukkan badannya dan berpamitan untuk pulang.
Kenzo menatap punggung Caca yang berjalan berdampingan dengan Jack Wilson.
"Kenapa hatiku merasa tidak rela jika mereka berdua bersama"tanya Kenzo pada dirinya yang diiringi langkah kakinya menuju tempat parkir.
**********
Caca telah sampai didepan rumah nya, seperti biasa Jack membukakan pintu mobil nya untuk Caca.
"Terimakasih"gadis itu sambil turun dari mobil.
"Besok kau jam berapa berangkat ke kantor?"tanya Jack menatap Caca yang telah sampai di depan pintu rumahnya.
"Besok aku akan berangkat lebih dulu,kau tak usah menjemput ku"jawab Caca sambil mengambil kunci cadangan dari dalam tasnya dan membuka pintu kemudian masuk kedalam.
Jack melihat Caca telah masuk kedalam rumah,pria itu masuk kedalam mobilnya dan menginjak pedal gas nya.
**********
Kenzo yang telah sampai dirumah nya langsung menuju kamar mandi dan menyalakan shower.
Air mengguyur seluruh tubuh pria yang memiliki bentuk tubuh atletis itu.
Kenzo teringat dengan ciuman nya dan Caca yang terasa begitu ia nikmati.
"Kenapa aku ingin selalu dekat dengannya,kenapa ciuman itu sangat aku nikmati,apa aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya, bagaimana perasaan ku pada Merisa?"semua pertanyaan itu mulai bersarang di otak Kenzo dan guyuran air terus membasahi tubuhnya.
"Aku harus segera memastikan semuanya"ucap Kenzo yang terus mengguyur tubuhnya dengan air.
Tak jauh beda dengan Caca yang saat ini tengah terlentang di atas tempat tidurnya.
Gadis itu menyentuh bibir yang Kenzo ***** dan dirinya juga menikmati bahkan membalas nya.
"Tuhan.....apa yang aku lakukan,aku merasa tak punya muka saat bertemu dengannya, akhhhhhh.......dasar Caca bodoh,sudah tau jika wangi maskulin itu milik Kenzo,tapi kau tetap saja menikmati ciuman itu,bukankah kau harusnya menjauhi nya"gumam Caca pada dirinya sendiri yang berguling ke kanan dan kiri.
Caca bingung dengan dirinya sendiri,tubuhnya ingin sekali menolak Kenzo,namun hati dan pikiran gadis itu tak ingin sejalan dengan tubuhnya bahkan bertolak belakang.
"Sudahlah,lebih baik aku mandi dan cepat istirahat"bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
*************
Keesokan paginya Caca berangkat kekantor sangat pagi,karena ada rapat penting antara perusahaan Kenz Corp dan JK Group.
Kenzo dan Caca datang bersamaan,namun beda kendaraan yang mereka tumpangi.
Pria itu dengan mobil pribadi nya sedangkan Caca dengan taksi online.
Mereka berjalan bersama menuju ruangan rapat,Kenzo berada didepan sedangkan Caca mengikuti dari belakang.
Setelah sampai diruang rapat,keduanya duduk ditempat masing-masing.
Setelah menunggu beberapa menit, pemilik dari JK Group datang,Kenzo langsung menyambut kedatangan wanita paruh baya tersebut.
"Selamat datang"sambut Kenzo ramah dan semua orang yang ada diruangan itu ikut menyambut kedatangannya.
Setelah rapat selesai akhirnya kerjasama antara dua perusahaan itu berhasil,namun masih ada satu kali rapat lagi untuk memastikan proyek yang akan dilaksanakan agar berjalan lancar.
"Saya pamit dulu pak Kenzo"ucap wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibu dari Jack Wilson.
"Baik, terimakasih untuk waktu nya hari ini"sambil bersalaman dan nyonya Wilson berjalan kearah pintu keluar ruangan,namun ia berbalik menatap Caca,yang sedari tadi saat rapat berjalan,pandangan mata ibu Kenzo terarah pada gadis cantik itu.
"Maaf pak Kenzo,apa gadis yang berada disamping ini sekretaris anda?"tanya nya sambil menatap kearah Caca.
"Ya dia adalah sekretaris saya,dan.......pacar putra anda"jawab Kenzo pada akhir kalimatnya yang terdengar berbisik namun nyonya Wilson masih bisa mendengar nya.
Wanita paruh baya itu kaget bamun senang mendengar penuturan CEO Kenz Corp.
Putranya memang tak salah memilih calon menantu untuknya.
__ADS_1
Beda dengan Caca yang mendengar ucapan Kenzo memasang wajah tak mengerti dengan ucapan bosnya itu.
"Ah sial,kenapa aku harus memberitahu kepada ibunya,pasti hubungan mereka akan semakin serius,sial benar-benar sial akhhhhhh....."teriak Kenzo frustasi dalam hati.
Ibu Jack Wilson berjalan kearah sekretaris Kenzo dan mengusap rambut panjang Caca.
"Apa benar kau kekasih putraku Jack Wilson?"tanya wanita itu.
"I-iya nyonya"jawab Caca sambil menganggukkan kepalanya.
"Hahahaha......jangan panggil aku nyonya,panggil saja mama,kau akan menjadi nyonya Wilson generasi ke dua sayang"sambil mengelus pipi Caca lembut.
Kenzo yang mendengar perkataan itu langsung kaget dan jantungnya berdetak kencang.
"Apa apaan ini,apa benar mereka akan kejenjang yang lebih serius dari pacaran?"gumam Kenzo dalam hati sambil mengepalkan tangannya nya.
"Pak Kenzo,saya mengundang anda nanti malam untuk makan malam dirumah saya"ucap nyonya Wilson menatap Kenzo.
"Kau juga harus datang ya sayang"sambil menggenggam tangan Caca.
"Iya nyo...,eh maaf maksud saya mama"Caca tersenyum kearah ibu kekasih nya itu.
"Mama tunggu ya,oh ya pak Kenzo,saya akan menyerahkan kerjasama ini kepada anak saya Jack Wilson,jadi nanti malam anda bisa langsung mendiskusikan dengannya"ucap pimpinan JK Group itu yang membuat Kenzo semakin kaget bukan main.
"Jika Jack yang mengurus semua kerjasama ini,cepat atau lambat perusahaan JK Group akan beralih kepemimpinan dan itu akan membuat Jack Wilson semakin mudah memiliki Caca"Kenzo mulai bergelut lagi dengan pikirannya yang mulai menerka-nerka.
"Baik,saya akan datang untuk makan malam bersama,"ucap Kenzo menampilkan senyum yang terpaksa ia sunggingkan.
Wanita paruh baya itu keluar dari ruangan rapat perusahaan Kenz Corp.
Kenzo menatap Caca yang saat ini arah pandangan gadis itu mengarah pada kepergian nyonya Wilson.
"Kenapa aku merasa takut sekali,jika kau akan benar-benar menjadi nyonya Jack Wilson"gumam Kenzo dalam hati.
Bagaimana Kenzo tak takut dengan posisi Jack yang suatu saat nanti akan menjadi pimpinan JK Group,karena perusaahan tersebut merupakan perusahaan besar seperti perusaahan Kenz Corp.
Peluang Jack lebih besar dibanding saat dirinya menjadi dosen,selain kelas sosial meningkat,aspek kehidupan yang lain juga meningkatkan,terutama waktu untuk Caca bersama pria itu juga ikut meningkat.
Jack menekan tombol pada ponselnya.
"Cepat selidiki Merisa,jika ada yang mencurigakan,segera laporkan padaku"langsung menutup panggilan nya.
"Aku harus menyelesaikan semua ini,aku harus memastikan perasaanku ini untuk siapa"gumam Kenzo yang tak sadar jika sekretaris nya masih tepat berada disampingnya.
"Menyelesaikan, memastikan, maksud bapak apa ya?"tanya Caca yang kebingungan dengan ucapan bosnya tadi.
"Ya ampun,aku lupa jika gadis ini masih ada disamping ku"ucapnya dalam hati.
"Bukan urusan mu, lanjutkan pekerjaan mu"Kenzo berjalan kearah pintu keluar ruangan rapat.
"Dasar bos gila, dikit-dikit marah,ngambek,merintah-merintah,untung aku betah jadi sekretaris,jika tidak sudah pasti dia kuikat kaki dan tangannya, langsung ku lempar kelaut biar dimakan ikan hiu"rutuk Caca,namun tiba-tiba Kenzo kembali dan pria itu mendengar semua yang Caca ucapkan,karena Kenzo sudah sedari tadi berada didepan pintu ruangan rapat itu.
Kenzo hanya bisa tersenyum melihat tingkah konyol sekretaris itu,yang saat ini tengah kesal padanya sampai mengumpat tanpa ia filter.
"Hei apa yang kau lakukan disitu,apa kau ingin makan gaji buta hah?"tanya Kenzo dengan muka dinginnya.
Caca kaget karena bosnya ada di depan pintu dan dirinya sedari tadi tengah asik mengeluarkan isi hatinya yang sudah bergejolak ingin dikeluarkan.
"Mampus,apa pria gila itu mendengar semua isi hatiku?"suara hati Caca yang mulai resah.
"Ah bodo amat lah,jika dia marah aku akan mengatakan jika semua itu memang kenyataannya kalau dia itu suka memerintah dan suka marah-marah"ucap Caca dalam hatinya yang tak ambil pusing jika bos gilanya itu kumat mode macan tidurnya bangun.
"Ah....iya pak saya akan segera bekerja,maaf tadi masih merapikan berkas-berkas"kilah Caca yang jelas-jelas berkas nya masih berserakan di meja rapat tadi.
"Baiklah,mungkin butuh waktu satu tahun kau membersihkan berkas yang katanya tadi kau sedang merapikan berkas, sementara masih berserakan di atas meja itu"skak mat Kenzo pada Caca dan pria itu keluar dari ruangan rapat.
Gadis itu melihat meja yang masih berantakan dan Caca auto tepok jidat.
"Bodoh sekali kau Caca,alasanmu sungguh basi,huwaaaa......malunya diriku"rutuk Caca pada dirinya.
Caca langsung membersihkan meja rapat.
*********
Kenzo telah berada diruangan nya.
"Hahahaha.........dasar gadis bodoh,sudah tau dia sedang mengumpat masih saja mencari alasan padaku, hahahaha......alasannya pun sangat amatir sekali hahahaha......"tawa Kenzo terus menggelagar sampai disudut mata pria itu mengeluarkan sedikit cairan bening.
Caca yang sedari tadi sudah sampai,ternyata mendengar tawa Kenzo yang membahana itu.
"Sial,apa bos gila mendengar semua umpatanku padanya ya, sampai dia tertawa lepas seperti itu"tanya Caca yang perasaan nya campur aduk antara takut jika benar-benar Kenzo mengetahuinya dan kesal karena lelaki itu selalu memiliki mood baik setelah Caca menjadi sasaran empuk kemarahan nya.
"Dasar bos gila, benar-benar tidak bisa ditebak huh,sabar Caca kamu anak yang baik dan rajin menabung,kamu pasti kuat fighting Caca"sambil memberi semangat pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Diruangan Kenzo pria itu masih tertawa terbahak-bahak,setelah tawanya mulai berangsur hilang,dia mengingat ucapan ayahnya,agar cepat menyelesaikan masalah nya dengan Merisa.
"Bagaimana Sam,apa ada informasi yang kau dapat?"tanya Kenzo pada asisten pribadinya yang tak menampakkan diri itu,bisa disebut asisten bayangan Kenzo.
"Saya akan mengirim semua informasi nya pada email anda tuan"jawab Sam.
"Baik,aku tunggu 1 menit dari sekarang"panggilan langsung terputus.
Belum sampai 1 menit Kenzo mendapat email dari Sam.
Kenzo terbelalak dengan apa yang ia lihat,pria itu mulai mengeraskan rahangnya dan tangan nya mulai mengepal,sampai urat tangan pria itu terlihat keluar,yang menandakan jika emosi nya mulai memuncak bagai gunung api yang siap menumpahkan lahar panasnya.
Informasi yang didapat oleh Kenzo mulai dari foto sampai video persekongkolan antara Alex, Stella dan Merisa.
Kenzo merasa menjadi orang paling bodoh sedunia,telah ditipu oleh seorang wanita yang kenyataannya bukan gadis yang ia cari selama ini.
"Stella kau akan menerima balasan yang setimpal atas perbuatanmu ini"ancam Kenzo tangannya sambil memukul meja kerjanya.
Caca yang mendengar suara gebrakan dari dalam ruangan bosnya, langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Ada apa pak?"tanya Caca panik menghampiri Kenzo.
Pria itu dalam keadaan kacau,karena orang yang sangat ia tunggu belum bisa ia temukan.
"Pak,ada apa?"tanya Caca perlahan mendekati Kenzo karena Caca kasihan melihat kondisi bosnya itu yang nampak matanya mulai berkaca-kaca.
Tanpa aba-aba Kenzo langsung bangun dan memeluk Caca sangat erat,sampai dada gadis itu terasa sesak.
"Jangan tinggalkan aku,aku hanya ingin bersamamu"ucap Kenzo yang mengira Caca adalah gadis kecil nya.
"Maaf pak,ini saya Caca sekretaris bapak,bukan Merisa"jawab Caca,Kenzo melepas pelukannya pada Caca saat mendengar nama Merisa.
"Maaf,saya tadi dalam keadaan banyak masalah,kamu bisa keluar sekarang"usir lembut Kenzo yang mulai merasa frustasi karena cintanya masih belum ada bersama dengan dirinya.
Caca keluar dari ruangan Kenzo menuju meja kerjanya.
"Aku ingin sekali menenangkan pak Kenzo,aku merasa cemas saat dia kacau seperti tadi"gumam Caca sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi kerjanya.
"Tidak Ca,kau tidak boleh terus berharap padanya,karena dia akan segera menjadi milik orang lain"ucap Caca yang meyakinkan dirinya agar terus menjauhi Kenzo.
Raga dan pikiran kita boleh tak mengenali sebuah ikatan yang sudah kita ikat dengan seseorang,namun hati tak mungkin tak mengenali itu,karena hati mengetahui tempat yang tepat untuk berlabuh.
*********
Di kediaman keluarga Wilson,ibu Jack tengah menunggu putranya pulang.
Setelah beberapa jam menunggu sambil mengerjakan pekerjaannya,Jack datang dan langsung menuju kamar nya untuk membersihkan diri.
Setelah selesai,Jack menuju walk in closet untuk berganti baju.
Saat pria itu keluar dari ruangan gantinya,dia kaget melihat sang ibu tengah duduk dipinggir tempat tidur nya.
"Tumben mama ada di kamarku,pasti ada hal penting yang ingin dibicarakan kan?"tanya Jack yang sudah tahu akan sifat ibunya.
"Benar sayang,kenapa kau tak memberitahu mama,jika kau memiliki seorang kekasih,dan kekasih mu itu sangat cantik sekali,mama ingin dia menjadi menantu mama"pertanyaan ibu Jack bagai truk gandeng yang memiliki kelebihan muatan.
"Mama bisa kan, satu-satu jika bertanya,aku bingung ma"jawab Jack yang tak tau harus menjawab dari mana dulu.
"Baiklah,mama ganti pertanyaan nya ya,ceritakan semua tentang pacarmu itu"pinta ibunya pada Jack.
"Huh.....baiklah ma,namanya Caca,dia bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Kenz Corp,dia anak sulung dari keluarga Wijaya dan dia bisa dikatakan juga termasuk tulang punggung keluarga nya"jelas Jack,yang tak ingin ibunya ini terus menanyakan lebih banyak pertanyaan lagi.
"Ada lagi yang belum kau katakan pada mama"jelas sang mama dan Jack mulai mengerutkan keningnya bingung.
"Dia cantik,manis,dan baik hahahaha....."tawa ibu nya pecah saat berhasil mengerjai putra nya itu.
Jack hanya bisa geleng-geleng kepala,melihat tingkah mamanya yang memang suka menggodanya.
"Ya mama benar sekali,dia memang cantik,lebih cantik dari mama hahahaha....."Jack balik menggoda ibunya.
Tawa keduanya pun pecah karena saling menggoda satu sama lain.
"Nanti malam,CEO Kenz Corp dan sekretaris nya,akan makan malam disini,mama yang mengundang mereka"jelas ibunya.
"Kenapa harus makan malam ma?"tanya Jack penasaran.
"Mama ingin kau yang mengurus proyek perusahaan kita kali ini,agar kau cepat belajar,lagi pula ada Caca kan yang bisa membantumu"ucap mamanya sambil mendekat kearah putranya dan memegang pundaknya.
"Kau harus cepat mengambil alih perusahaan kita nak,jika tidak kau akan susah mendapatkan Caca,mama tau dia gadis baik,pasti banyak lelaki yang ingin menjadikan nya istri,tak terkecuali bosnya saat ini"jelas ibunya sambil menepuk-nepuk pundak putranya dan keluar dari kamar Jack Wilson.
"Sebenarnya mereka memang saling mencintai ma,tapi aku tak akan menyerah untuk mendapatkan hati Caca,dan aku akan segera mengambil alih perusahaan kita,agar aku dapat lebih mudah mendapatkan cintaku dan juga mama tidak perlu bekerja terlalu keras lagi."ucap Jack Wilson yang mantap akan pilihannya itu.
Like like like like like like ya readers
__ADS_1
Maaf kalok masih banyak typo 😊
Happy reading 😘😘😘