Cinta yang Kutunggu

Cinta yang Kutunggu
Bab 65


__ADS_3

Keesokan harinya,mobil Lamborghini milik Jasmine nampak sedang beradu kecepatan dengan mobil sport lain.


Kedua mobil mewah tersebut nampak saling menunjukkan kecepatan kendaraan yang mereka miliki.


"Jasmine ayolah,hanya segini kah kemampuan mobilmu itu"ledek teman prianya.


"Hei.....kau jangan meremehkan mobilku ya Max"teriak Jasmine,karena posisi mereka saat ini tengah memacu kendaraan masing-masing.


"Hahahaha....aku ragu dengan ucapanmu itu"ledek Maxim,agar gadis itu termakan oleh ucapannya.


Jasmine yang sudah mulai terpancing, akhirnya gadis itu menekan pedal gas nya dan.....


Cittttt......brakkkkk.....


Suara decitan dan hantaman benda keras terdengar.


Max yang kala itu berada di belakang mobil Jasmine, langsung menginjak rem mobilnya mendadak.


Jasmine nampak begitu syok dengan kejadian yang ia alami saat ini,dirinya menabrak sebuah mobil yang cukup familiar baginya.


Tak sempat gadis itu mengingat mobil siapa itu,sang pemilik mobil langsung keluar dengan tatapan penuh amarah.


Pria tinggi,gagah dan tampan keluar dari mobil tersebut, berjalan kearah mobil Jasmine.


"Keluar"pinta pria itu dingin.


Jasmine hanya bisa pasrah dengan semua ini,Karen memang dirinya lah yang bersalah telah berkendara tak memenuhi peraturan lalulintas.


Saat pintu mobilnya terbuka, Jasmine tetap menundukkan kepalanya tanpa melihat kearah pemilik mobil yang ia tabrak tadi.


"Saya minta ganti rugi,coba anda lihat nona,mobil saya ringsek di bagian belakang"suara bariton itu membuat Jasmine menatap kearah si empunya suara.


Matanya seketika melebar penuh, bagaimana tidak,orang yang sedang ia hadapi adalah Jack Wilson.


Jasmine melihat kearah mobil Jack,dan berpindah kearah mobilnya.


Seketika itu pula mata gadis itu benar-benar hampir keluar, karena mobilnya pun di bagian depan juga ringsek.


"Saya tidak akan tanggung jawab,apa anda tidak bisa melihat,jika mobil saya juga ringsek di bagian depan tuan Jack Wilson"tolak Jasmine yang tak mau bertanggung jawab atas kesalahannya.


"Yang menabrak mobil saya siapa,anda atau saya?"tanya Jack dengan wajah menahan emosi.


"Memang saya yang menabraknya tapi......."belum selesai gadis itu melontarkan protesnya,Jack kembali membungkam mulut Jasmine dengan kalimat pedasnya.


"Mangkanya nona,jika anda tidak bisa berkendara dengan baik,jangan pernah membawa mobil mewah di jalan raya, apalagi mobil anda mahal,jika rusak begini, memperbaikinya juga butuh uang yang banyak,jadi.......saya tidak mau tahu, intinya anda harus mengganti biaya perbaikan mobil saya,jika tidak mau, terpaksa saya akan membawa ke jalur hukum"ancam Jack Wilson yang mulai memberi peringatan pada Jasmine Narendra.


Wajah gadis itu mulai kesal,saat ini dirinya memang bersalah dan mau tak mau,dia harus mengganti rugi biaya perbaikan mobil Kenzo.


"Baiklah,aku akan ganti rugi biaya perbaikan mobilmu"ucap Jasmine.


"Tidak perlu Jasmine,biar aku saja yang membayar biaya ganti ruginya"Suara bariton itu membuat kedua orang yang sedang berseteru menoleh kearah si empunya suara.


"Tidak usah Max,aku yang akan membayar semuanya"jelas Jasmine pada temannya itu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa,ini semua bukan sepenuhnya kesalahanmu,jika aku tak memancing adrenalinmu,kau tak akan tancap gasnya kan"ledek Max dengan senyum menggodanya.


Jack yang melihat itu semua nampak geram pada pria yang seolah ingin menjadi malaikat penyelamat Jasmine.


"Saya tidak akan menagih ganti ruginya sekarang,saya akan menagihnya nanti dengan cara lain dan anda jangan ikut campur masalah saya dan nona ini"ucap Jack pada Max.


Pria itu langsung bergegas masuk kedalam mobilnya dan menuju ke sebuah bengkel untuk memperbaikinya.


**********


Di rumah Kenzo,pria itu tengah sibuk berkemas untuk jadwal keberangkatannya hari ini ke Amerika.


Satu koper besar,sudah berhasil dinaikkan kedalam bagasi mobilnya.


Saat hendak masuk kedalam mobil,pria itu melihat rumah yang akan ia tinggalkan untuk sementara waktu.


Disana juga ada 2 pelayan rumahnya yang berusia sudah tak muda lagi,namun dirinya tetap memanggil mereka dengan sebutan"Mbak".


"Mbak,saya titip rumah ya,jangan lupa bersihkan setiap hari seperti saat saya ada dirumah"pinta Kenzo pada pelayan rumahnya itu.


"Iya tuan,saya akan ingat pesan tuan"jawab Ijah pada majikannya.


Kenzo masuk kedalam mobil, perlahan mobil itu mulai berjalan sampai terlihat menjauh dan tak terlihat lagi.


Di kantor semua karyawan membicarakan keberangkatan Kenzo hari ini ke Amerika selama kurang lebih dua bulan.


Caca yang saat itu melintas ingin menuju ruangannya,tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


"Apa yang sedang kalian bicarakan"tegur Caca.


"Maaf Bu,kami bukan bermaksud membicarakan Pak Kenzo,tapi saat ini Pak Kenzo akan berangkat ke Amerika selama kurang lebih dua bulan"jawab salah satu karyawan wanita yang nampak gugup menjelaskan pada Caca.


Gadis itu bagai tersambar petir,kenapa dirinya lagi-lagi tak mengetahui masalah penting ini,apa Kenzo benar-benar ingin menjauhinya.


"Kapan pesawatnya akan terbang?"tanya Caca dengan wajah cemasnya.


"Sepertinya 20 menit lagi Bu"jawab karyawan wanita tadi.


Tanpa pikir panjang Caca langsung bergegas keluar dari perusahaan itu,ia menghentikan taksi dan menyuruh supir taksi tersebut mengantarnya ke bandara.


18 menit perjalanan dari kantor Kenzo menuju bandara.


"Masih ada 2 menit lagi,aku harus mencari Kenzo"gumam Caca.


Caca hendak masuk untuk mengejar Kenzo yang akan naik ke dalam pesawat,namun salah satu petugas mencegahnya.


"Maaf nona,anda tidak boleh kesana"ucap petugas tersebut.


Caca tak mengindahkan ucapan petugas tersebut,gadis itu menerobos mengejar Kenzo yang terlihat sudah ingin masuk kedalam pesawat.


Saat kaki pria itu hendak menaiki tangga pesawat tiba-tiba......


"Jojo" suara seorang perempuan yang sangat ia rindukan selama 1 Minggu ini.

__ADS_1


Pria itu langsung menatap kearah sumber suara dan menatap kearah gadis itu yang tak lain adalah Caca.


Kenzo sangat bahagia melihat Caca dapat mengingat dirinya,namun perlahan kebahagiaan itu nampak sirna dari matanya,karena ia harus pergi ke luar negeri.


Caca mendekat kearah Kenzo, gadis itu berhenti saat jarak diantaranya dan Kenzo sekitar 5 langkah.


"Aku sudah mengingat semuanya,saat pertama kita bertemu,saat kita berciuman di pesta dansa perusahaan dan saat aku menyatakan cinta padamu,aku ingat semuanya Kenzo,jadi aku mohon kau jangan pergi"bujuk Caca pada cinta masa kecilnya itu.


"Maaf Caca,aku tidak bisa membatalkan kepergianku ke Amerika,karena ini memang sudah keinginanku sendiri dan untukmu, berbahagialah dengan Jack Wilson,besok hari pertunangan kalian berdua kan"jelas Kenzo dengan wajah sendunya.


Caca benar-benar tak ingin pria itu pergi.


Dia memikirkan cara bagaimana Kenzo kembali padanya.


"Aku tak memiliki perasaan apapun padanya,kau yang aku tunggu selama ini"jelas Caca meyakinkan Kenzo,agar pria itu tak pergi ke Amerika.


"Maaf,tapi aku benar-benar tidak bisa"ucap Kenzo dengan suara lemah.


Kenzo sebenarnya ingin sekali tetap tinggal,namun ia masih ragu,apa benar Cacanya telah kembali atau hanya bersandiwara.


"Benarkah kau tak bisa tinggal?"tanya Caca yang perlahan mendekat kearah Kenzo.


Pria itu diam tak mengeluarkan suara apapun,dia hanya fokus menatap wajah Caca yang semakin lama,semakin dekat dengannya.


"Akan aku buktikan padamu,jika aku bisa merubah pikiranmu Kenzo Narendra"bisik Caca tepat di telinga bosnya itu.


Perlahan Caca menatap wajah tampan Kenzo yang benar-benar membuatnya mabuk.


Gadis itu mendekatkan wajah mereka sampai hidung keduanya bersentuhan.


Kenzo hanya diam menikmati semua usaha Caca yang ingin membuatnya tetap tinggal.


Pria itu mengira Caca tak mungkin melakukan hal yang menurutnya tidak di sukai Caca,namun semua itu berbanding terbalik dengan apa yang Kenzo pikirkan.


Caca menyatukan bibirnya dengan bibir Kenzo,tangan Caca melingkar indah di leher bosnya.


Kenzo terbelalak dengan apa yang Caca lakukan, pasalnya gadis yang saat ini tengah menciumnya adalah orang yang sangat tidak mungkin akan berani melakukan hal seperti itu.


Caca masih dengan mata terpejam,gadis itu tak merasakan pergerakan dari Kenzo, akhirnya dirinyalah yang harus memulai.


Caca mulai melumat bibir Kenzo meski tak selihai pria itu saat melumat bibirnya.


Caca terus berusaha meyakinkan Kenzo dan kedua tangan Caca semakin erat terkalung indah di leher bosnya.


Pria itu tersenyum dengan apa yang Caca lakukan padanya.


Pertahankan Kenzo tumbang dan pria itu langsung memeluk erat pinggang Caca dan membalas lumatan gadis yang sangat ia cintai.


Like like like like ya readers 😉


Maaf kalok masih banyak typo 😊


Happy reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2