
Like like like like ya kakak readers πππ
Tap love nya juga ya sekalianπππ
Setelah beberapa menit berada dalam satu mobil yang sama,Kenzo dan Caca tak ada yang membuka suara sedikitpun.
Akhirnya mereka berdua sampai ketempat dimana akan diadakan pertemuan dengan pihak perusahaan yang berasal dari Amerika.
"Selamat siang Mr.steve"sapa Kenzo.
"Selamat siang Mr.kenzo"ucap Steve sambil melempar tatapan pada sekretaris cantik yang tepat berada disebelah Kenzo.
"Siapa gadis ini Mr.kenzo?"tanya Steve.
"Nona ini sekretaris pribadi saya"jawab Kenzo dengan sangat ramah bahkan jika orang yang mengenalnya melihat kejadian itu,semua tidak akan percaya jika orang yang sangat ramah itu adalah Kenzo Narendra yang super duper dingin.
"Benarkah dia sekretaris mu?"tanya Steve yang tak yakin dengan jawaban rekan bisnisnya itu.
Bagaimana orang tidak heran,seorang Caca yang memiliki postur tubuh tinggi,hidung mancung mata sipit indah dilihat,kulit putih tanpa cacat membuat dirinya seperti model yang sedang menyamar menjadi sekretaris.
"Iya benar,untuk apa saya berbohong?"jelas Kenzo pada Steve.
"Baiklah,apa kau yakin tidak tertarik padanya?"Steve mendekatkan diri seraya berbisik.
Mata Kenzo melotot karena pertanyaan dari rekannya ini bukan masalah pekerjaan melainkan hal diluar pertemuan mereka hari ini.
"He'em.....maaf Mr.Steve anda tidak usah berlebihan,dia memang hanya sekretaris saya"sangkal Kenzo pada rekannya itu.
Gadis yang tengah mereka bicarakan mendengar semua ucapan Kenzo.
Seakan ribuan panah menghujani hatinya,namun dia terus berontak tak ingin lukanya terlihat yang semakin membuat nya melemah.
Dirinya bertekad akan melepas Kenzo merelakan pria itu bersama orang yang ia cintai.
"Oke kita langsung saja ke inti dari pertemuan kita Mr.kenzo"ucap Steve dan diangguki oleh Kenzo.
Setelah dua jam berlalu, akhirnya pertemuan mereka berdua selesai.
Steve berpamitan pada Kenzo dan Caca.
"Terimakasih untuk hari ini mr.kenzo"ucap Steve tersenyum.
"Terimakasih kembali Mr.Steve"ucap Kenzo kemudian rekannya itu keluar dari cafe.
__ADS_1
*********
Kenzo dan Caca kembali ke kantor mereka langsung keruangan masing-masing.
Jarak yang memang sudah Kenzo patenkan pada Caca membuat gadis itu tak ingin berada terlalu dekat dengan bosnya.
Setelah beberapa jam kembali dari cafe tadi,jam pulang kantor telah tiba.
Seperti biasa Caca dijemput oleh dosen tampan itu.
"Bagaimana pekerjaan mu hari ini?"tanya Jack.
"Tidak terlalu buruk,hanya saja......"Caca menggantung kata-katanya saat dirinya menoleh kearah bosnya yang tengah tersenyum sambil menerima telepon.
Caca bisa menebak siapa orang dibalik telepon itu.
"Hanya saja kenapa Ca?"tanya Jack yang melihat kearah pandangan Caca.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi antara kalian,aku harus mencari tau apa yang terjadi"ucap Jack dalam hati.
"Ahhhhh......tidak apa-apa Jack,kita langsung pulang saja ya,aku lelah ingin segera istirahat"jawab Caca namun pria itu mengerti jika gadis yang ia suka saat ini tengah menghindari pertanyaan nya.
"Baiklah kita pulang sekarang"jawab jawab dosen itu sambil mengusap rambut Caca yang membuat gadis itu menatap dosen tampan tersebut.
"Kau lelaki yang baik Jack,aku berharap orang yang aku cinta dapat memperlakukan aku seperti ini,tapi itu hanya khayalan ku saja,dengan berat hati aku harus menjauhi nya"gumam Caca dalam hati.
"Terimakasih pak dosen"ucap Caca sambil tersenyum pada Jack Wilson.
"Sama-sama calon pacar hahahaha....
"Jawab Jack diiringi tawanya.
"Mmmmmm.....Ca kau besok malam mau keluar bersamaku?"tanya Jack ragu.
"Memangnya mau kemana?"tanya Caca.
"Kita nonton,bagimana mau?"tanya Jack yang sebenarnya ia tau mungkin gadis itu akan menolak ajakannya.
"Baiklah,kau jemput aku ya,bye pak dosen"ucap Caca tersenyum sambil berjalan menuju pintu rumah dan masuk.
Jack yang tak percaya jika Caca akan menerima ajakan darinya,senangnya minta ampun, seperti orang yang menerima dorprice mobil sport keluaran terbaru.
Kemudian dosen itu perlahan meninggalkan rumah Caca seraya tersenyum sendiri didalam mobil.
__ADS_1
**********
Dikamar Caca setelah gadis itu selesai mandi, dirinya menjatuhkan badannya ke atas tempat tidur.
Dia mengerti jika membuat seseorang pria terbawa perasaan padanya tapi dirinya tak ada sedikitpun rasa pada orang itu akan membuat pria sang pria tersakiti.
"Maafkan aku Jack,bukan maksudku untuk menyakiti mu atau mempermainkan perasaan mu,tapi hanya dengan cara ini aku bisa melupakan nya,aku berharap suatu saat nanti hatiku bisa tulus menyayangimu"gumamnya pada diri sendiri.
"Tapi untuk saat ini bos dingin itu yang masih berada disini,sambil memegang dadanya.
Dia memberikan rasa cinta seakan aku ingin terbang dan terus terbang,sampai pada puncak tertinggi dia pula yang menjatuhkanku dengan mematahkan rasa ini dan membuatku jatuh kejurang yang paling dalam dan gelap,tanpa cahaya disana"gumam Caca sambil memejamkan kedua matanya perlahan dia mulai menuju alam mimpinya.
Keesokan paginya karena hari ini hari libur jadi Caca sibuk dengan urusan rumah,mulai dari memasak, bersih-bersih dari mencuci piring sampai pakaian.
Caca memang gadis yang mandiri karena dia dari kecil sudah mengerti dengan keadaan keluarga nya.
Setelah urusan rumahnya selesai,gadis itu membantu ibunya membuat kue.
Sebenarnya bisa dibilang itu bisnis Caca karena dari mulai modal dan resep nya adalah Caca pelopor nya.
Namun gadis itu lagi-lagi bersikap bijak.
Dia tak ingin orang tuanya bekerja padanya,gadis itu langsung memberikan hak atas semua ide yang ia buat.
Jadi toko yang ibu dan ayahnya kelola saat ini sebenarnya milik Caca,tapi gadis itu memberikan kepada orang tuanya agar mereka dapat menyimpan penghasilan dari toko tersebut.
"Ibu seperti sibuk sekali?"tanya Caca menghampiri ibunya yang masih bergulat dengan peralatan kuenya.
"Iya nak hari ini full pesanan,apa kau sudah selesai membersihkan rumah?"tanya sang ibu dengan senyumnya yang membuat hati Caca tentram.
"Iya Bu sudah beres semua,ibu dan ayah sudah sarapan kan?"tanya Caca.
"Sudah tadi pagi nak"jawab ibunya.
"Kalau begitu aku bantu ya Bu,biar cepat selesai,kue apa yang masih belum dibuat?"tanya Caca sibuk melihat buku daftar pesanan pelanggan.
"Aku yang akan membuat kue tart nya ya bu,ini untuk acara wedding kan ?"tanya Caca yang sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk kue tart nya.
"Iya sayang,kau buat sebagus mungkin karena ini untuk wedding anak walikota kita"jelas sang ibu.
"Pasti bu,aku tidak mau mengecewakan pelanggan kita"jawab Caca sambil tersenyum kearah wanita yang selalu ia sayang.
Like dan komen ya kakak readers yang baik hati dan rajin menabung ππ
__ADS_1
#maaf kalok masih banyak typo π
Happy reading πππ