
Satu bulan kemudian
Caca sudah sibuk di dapur,hari ini tepat hari Minggu,gadis itu sengaja mengundang keluarga nya dan keluarga besar Kenzo untuk makan bersama di rumahnya.
"Mbak tolong letakkan semua makanan yang sudah siap di atas meja ya,sebentar lagi mereka pasti akan datang"pinta Caca pada Ijah.
"Baik nyonya"jawab Ijah.
"Huh........ makanan semua sudah siap,tinggal membuat makanan penutup dan es buah nya, semangat Caca........"menyemangati dirinya sendiri.
Caca mulai mencampur bahan-bahan untuk membuat puding macha.
Ia masih sibuk bergulat dengan peralatan dapurnya, tiba-tiba ada sepasang tangan yang menutup kedua matanya.
"Sayang jangan ganggu aku"protes Caca pada seseorang itu yang tak lain adalah Kenzo.
"Kenapa kau tahu jika ini aku"beralih memeluk pinggang istrinya.
"Siapa lagi pria yang berani memelukku selain dirimu,jika pria lain kau akan menebas kepalanya sampai putus".
"Hahahaha......kau berlebihan sayang,aku tak mungkin setega itu, mungkin aku hanya memberikan pria itu sedikit pelajaran seperti memukulnya sampai tak bernyawa"sambil menyusuri leher istrinya.
"Sama saja sayang, ujung-ujungnya nyawanya juga hilang kan".
"Hhmmmmm"semakin intens mencium leher bahkan mulai merambah ke telinga Caca.
"Kenzo jangan begini,aku sedang membuat puding,kau bersiap saja, sebentar lagi keluarga besar kita akan datang".
"Ayo kita bersiap bersama sayang"mengangkat tubuh istrinya.
"Sayang turunkan aku"teriak Caca.
"Tidak".
"Huh.....baiklah tunggu sebentar, Mbak tolong tuang adonan puding ini ke cetakan yang sudah aku siapkan ya,jangan lupa kupas semua buah yang sudah aku cuci"teriak Caca yang berada di gendongan suaminya.
__ADS_1
"Iya nyonya"jawab Ijah yang juga sedikit berteriak karena ia sedang berada di ruang makan.
Kenzo dan Caca sudah berada di kamar mereka.
"Kau mandi dulu ya,aku masih ingin memakai masker wajah"ucap Caca pada suaminya.
"Tidak mau,kita olahraga dulu ya"pinta Kenzo manja pada istrinya.
"Sayang ini masih siang,kau memang tak tahu waktu ya,kita harus segera bersiap"tolak Caca halus.
"Tidak mau".
"Kenz.......".
Kenzo langsung menempelkan bibirnya pada bibir Caca dan terjadilah olahraga siang yang begitu panas antara keduanya.
Setelah 1 jam bergulat di ranjang,Kenzo dan Caca akhirnya sudah bersiap dengan penampilan rapi.
Caca langsung menuju dapur untuk mempersiapkan hidangan penutup.
"Mbak nanti jika semua sudah selesai makan,tolong ini di keluarkan semua ya"menunjuk puding yang sudah terhias dengan cantiknya.
"Dan buah yang sudah di potong-potong ini dijadikan satu dalam satu wadah besar itu"menunjuk mangkuk keramik berukuran besar dengan ukiran yang sangat bagus.
"Baik nyonya,susu dan gula yang sudah dilarutkan ini juga dimasukkan kedalam mangkuk besar itu nyonya?"tanya Ijah.
"Iya Mbak,semua sudah pas takaran jadi rasanya juga pasti pas"tersenyum kearah pelayan rumahnya.
"Baiklah nyonya".
Caca menuju ruang makan,disana sudah tersaji masakannya,semua telah tertata dengan rapi.
"Semua keluarga sudah datang nyonya"ucap Ijah pada nyonya mudanya.
Caca langsung berjalan menuju ke teras rumahnya,disana sudah ada keluarga besarnya yang baru turun dari mobil.
__ADS_1
"Ibu,ayah, Mama, Papa"mencium punggung tangan mereka semua.
"Ayo masuk"pinta Caca sambil menggenggam tangan ibu dan mertua,ibunya di sebelah kanan, mertuanya di sebelah kiri.
"Suamimu mana nak?"tanya Farah pada menantunya.
"Itu dia Ma"menatap kearah Kenzo yang baru turun dari lantai atas.
Kenzo tersenyum kearah mereka semua sambil menyalami punggung tangan mereka.
"Kita langsung makan saja ya semuanya"ucap Kenzo sambil melangkah ke ruang makan.
"Wah,enak sekali sepertinya ya,kamu yang masak nak?"tanya Rosa pada putrinya.
"Iya Bu,cuma ini saja yang bisa aku masak"tersenyum kearah ibunya.
"Ibu tak ragu jika kau yang memasaknya,karena itu pasti enak"menyentuh pipi putrinya.
"Ibu benar,masakan istriku memang enak"celetuk Kenzo pada mertuanya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi,ayo kita habiskan semua makanan ini"ucap Farhan yang memberi komando.
Semuanya tengah asik menyantap makanan yang berada di piring masing-masing.
"Ca apa kau belum ada tanda-tanda?"tanya Farah sambil menyendok makanannya.
"Tanda-tanda apa ya Ma?"jawab Caca kebingungan.
"Tanda-tanda kau sedang hamil nak"jelas Rosa pada putrinya.
"Belum Ma,aku tidak merasa mual ataupun pusing,aku masih enak makan,malah nafsu makanku bertambah"jelas Caca.
"Kalian harus terus berusaha,agar penerus keluarga kita cepat hadir"ucap Farah.
"Iya Ma"ucap Kenzo dan Caca bersamaan.
__ADS_1
"Sepertinya bulan ini tamu bulanku belum datang, sudahlah lebih baik aku akan mengeceknya setelah acara ini selesai".
Mereka melanjutkan makannya kembali.