
Setelah Kenzo dan Jasmine selesai melepas rindu,mereka duduk di sofa yang ada diruangan itu.
"Kau ingin minum apa"tanya Kenzo pada adik perempuannya.
"Tak usah kak,aku hanya ingin bertemu dengan kakak saja"jawabnya sambil memperlihatkan cengir kudanya.
"Terserah kau saja,mmmmmm......boleh Kakak minta tolong padamu"menatap Jasmine dengan penuh harap.
"Asalkan aku masih sanggup,pasti aku bantu, memang kau akan meminta tolong apa padaku,kau kan seorang yang selalu bisa melakukan segalanya"ucap Jasmine pada kakak laki-lakinya.
"Kakak akan mengurus perusahaan Papa yang ada di Amerika,jadi mungkin sekitar 1-2 bulan kakak disana,jadi kau yang harus memegang kendali sementara perusahaan ini"jelas Kenzo yang mendapat tatapan mata tajam dari Jasmine.
"Kau bercanda kak,aku tidak berbakat sama sekali dalam bidang ini,yang aku tau hanya berpose di depan kamera dan bercermin untuk mempercantik wajahku ini"jelas Jasmine agar Kenzo tak memilih dirinya untuk memegang Kendali perusahaan kakaknya meskipun untuk sementara waktu.
"Ayolah Jasmine,kau harus belajar dari sekarang,lagi pula ada Papa yang akan membantumu kan?"pinta Kenzo pada adiknya itu.
"Kenapa tidak Papa saja yang mengambil alih,beliau kan lebih mahir dariku,bahkan lebih hebat darimu kak"Jasmine mulai memajukan bibirnya.
"Kakak mohon padamu ya,Papa saat ini butuh istirahat,beliau sudah tak muda lagi,jadi biarkan Papa istirahat"jelas Kenzo agar adiknya itu dapat mengerti keadaan saat ini.
"Jika aku sementara mengurus perusahaan kakak,lalu siapa nanti yang akan mengurus perusahaan Papa yang di Amerika jika kakak kembali kemari?"tanya Jasmine yang masih berusaha mencari celah agar dirinya bisa lari dari situasi saat ini.
"Itu urusanku,maka dari itu aku akan berangkat kesana,untuk mengurus ini semua,apa kau paham adik perempuanku yang cantik"puji Kenzo agar adiknya yang keras kepala itu bisa luluh dengan rayuannya.
__ADS_1
"Huh...... baiklah aku hanya bisa pasrah saja"ucap Jasmine dengan wajah lesunya.
"Adik pintar,aku menyayangimu"tersenyum kearah Jasmine.
"Jadi kapan kakak akan berangkat ke sana?"tanya Jasmine masih dengan wajah lesunya.
"Satu Minggu lagi"jawab Kenzo dengan wajah sendunya.
Sebenarnya pria itu bukan hanya ingin mengurus perusahaan ayahnya disana,melainkan dia ingin dapat merelakan Caca bersama pria yang ia cintai.
"Baiklah jika itu yang kakak mau,aku hanya bisa menurut saja"ucap Jasmine yang iba melihat wajah sendu sang kakak.
***********
Sarah Wilson sibuk mengurusi mulai dari gaun, catering dan lain-lain.
Jack Wilson masih disibukkan dengan rutinitasnya seperti biasa,yaitu meeting dan menandatangani berkas yang tengah menunggunya.
Beda dengan Caca yang merasa kepalanya sedikit pusing,namun gadis itu terus bekerja agar tumpukan laporan yang ada di depannya itu cepat terselesaikan.
"Huh...... akhirnya selesai juga"sambil melihat jam tangannya dan sebentar lagi waktunya pulang.
Kenzo keluar dari ruangannya,pria itu menuju kearah meja kerja Caca.
__ADS_1
"Besok pagi ada rapat penting jadi datanglah lebih pagi"langsung berlalu keluar menuju lift.
"Pasti moodnya sedang tidak baik,wajahnya terlihat kusut seperti baju yang belum di setrika"sungut Caca sambil merapikan meja kerjanya,kemudian keluar menuju lift.
*************
Keesokan harinya,Kenzo dan Caca sudah berada di ruang rapat.
"Terimakasih atas kehadirannya,saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal penting,yang pertama perusahaan akan diambil alih untuk sementara waktu oleh adik saya Jasmine Narendra,yang kedua sekretaris Caca akan merangkap jabatan untuk sementara menjadi asisten pribadi dan sekretaris,yang ketiga setelah rapat ini,saya akan mentraktir kalian semua sebagai ucapan selamat kepada nona Caca yang akan segera bertunangan dengan CEO JK Group,hanya itu yang ingin saya sampaikan,saya tunggu di restoran XX saat jam makan siang, terimakasih dan selamat bekerja"Kenzo beranjak dari kursi kebesarannya dan melangkah menuju keluar ruangan rapat.
Caca terperangah dengan ucapan Kenzo,darimana pria itu tahu jika dirinya akan bertunangan dengan Jack Minggu depan,apa pria itu marah padanya,bahkan Kenzo tak menatap Caca sedari tadi,saat mereka diruang rapat.
Semua hal yang terlintas di kepala Caca mulai berputar di otaknya.
Caca merasa dirinya harus menjelaskan pada Kenzo tentang pertunangannya,jika ia menerima itu karena tak ingin membuat ibu Jack kecewa,namun disisi lain Caca merasa dirinya tak berhak untuk menjelaskan semua itu karena ia bukan siapa-siapa Kenzo.
Caca mulai frustasi dengan keadaan saat ini,gadis itu keluar dari ruang rapat menuju ruangannya.
Saat sampai,dia duduk di kursi kerjanya dan mulai memijat pelipisnya yang terasa sakit karena ucapan Kenzo tadi yang nampak memiliki pengaruh besar pada dirinya.
Like like like like ya readers 😉
Maaf kalok masih banyak typo 😊
__ADS_1
Happy reading 😘😘😘😘