
Like like like like like ya readers
Tap love juga jadikan favorit ya....
Caca berusaha bangkit,namun tenaganya kalah dengan tenaga Kenzo.
"Sudahlah pak,jika diantara kita tak ada yang memiliki rasa apapun,saya mohon tolong jangan campuri urusan pribadi saya"pinta Caca yang masih berusaha bangkit.
Kenzo merasa frustasi dengan ucapan sekretaris nya itu,seolah otaknya buntu,hal mengejutkan akhirnya ia lontarkan.
"Aku tak mengerti kenapa saat kau bersama Jack, hatiku terasa kesal dan aku tidak suka itu"ucap Kenzo spontan,karena otak pria itu sudah benar-benar buntu, memikirkan cara agar sekretaris tak berdekatan dengan pria lain.
Caca menatap mata Kenzo,dan pria itu juga membalas tatapannya.
Buliran air mata jatuh dari mata Caca,gadis itu merasa sangat bahagia karena pria yang ia sukai, ternyata memiliki perasaan yang sama padanya.
"Kenapa kau menangis?"tanya Kenzo menghapus air mata Caca.
"Tidak apa-apa,aku hanya merasa bahagia,karena perasaan ku sama sepertimu,bahkan lebih besar dari perasaanmu padaku"jawab Caca yang membuat kenzo semakin intens menatap mata gadis itu.
"Jadi kau...... apakah kau mencintaiku?"dengan wajah penasaran yang masih tak percaya jika Caca memiliki perasaan yang sama padanya.
"Maaf, seharusnya aku tahu diri,kita hanya atasan dan bawahan,tapi hatiku tak bisa mengikuti semua kemauanku"jelas Caca pada Kenzo.
"Bagaimana perasaanmu terhadap Merisa?"tanya Caca yang ia ketahui jika bosnya ini sangat mencintai Merisa.
"Aku masih bingung dengan perasaanku,aku akan segera memastikan semuanya"jawaban Kenzo bagai pedang yang menusuk uluh hati Caca.
Pria itu membawa terbang Caca sampai ia lupa akan statusnya,kemudian Kenzo langsung mendorong gadis itu,tepat saat Caca mencoba terus berpegangan erat padanya.
Huwaaaaa......sungguh sakitttt๐๐๐
Air mata Caca mulai menetes kembali,kenzo menghapus nya sambil membantu gadis itu duduk kembali.
"Bukan maksudku menyakitimu, percayalah jika perasaan ku padamu itu benar adanya,aku ingin memastikan perasaan ini,apakah lebih dari sekedar menyukaimu atau tidak"jelas Kenzo menyentuh pipi Caca.
Caca berusaha untuk tetap tersenyum,meskipun ia harus memaksakan diri.
Gadis itu harus menerima semua keputusan Kenzo,jika pria itu tak menganggap dirinya lebih dari sekretaris suatu saat nanti.
"Kau harus kuat,kau gadis yang pemberani Caca,karena kau telah jujur tentang perasaan mu padanya"gumam Caca dalam hati.
Kenzo kembali menginjak pedal gas nya,setelah beberapa menit akhirnya sampai dirumah Caca.
__ADS_1
"Terimakasih pak"turun dari mobil Kenzo.
Caca langsung masuk kedalam rumah menuju kamar nya.
Beda dengan Kenzo yang masih berada dipekarangan rumah sekretaris nya.
"Aku akan segera menyelesaikan masalah Merisa,semoga kau bisa mengerti"ucapan Kenzo ditujukan pada sekretaris nya,yang tak mengetahui jika Merisa bukanlah orang yang Kenzo cari.
Kemudian Kenzo melajukan mobilnya untuk pulang.
*************
Caca menjatuhkan tubuhnya diatas kasur.
Air mata kembali meluncur bebas dari pelupuk matanya.
"Hiks hiks hiks.......kamu harus kuat Caca"air matanya masih terus jatuh.
Kenzo telah sampai dirumahnya,pria itu duduk di kursi sambil memejamkan matanya.
"Kenapa aku harus memiliki perasaan ini padanya,apa karena namanya itu?"Kenzo yang masih ragu dengan perasaan nya.
Kenzo menekan sebuah panggilan pada ponselnya.
"Merisa,apa yang bisa kau lakukan jika semua bukti sudah ada ditangan ku"sambil mengepalkan tangannya.
๐Kenzo
Besok jam makan siang datanglah kekantor,ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu.
๐Merisa
Baiklah,apakah masalah pertunangan kita๐
๐Kenzo
Kau datang saja besok.
๐Oke,aku tunggu kabar bahagianya โค๏ธ
Kenzo tersenyum kecut membaca balasan Merisa.
"Besok kau tunggu saja kabar bahagia,yang tak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu,karena kau telah berani mengusik ku"dengan senyuman sinisnya.
__ADS_1
*********
Pagi mulai menyapa,dan aktifitas kantor sudah mulai berjalan seperti biasanya.
Caca disibukkan memeriksa tumpukan berkas yang akan ia serahkan pada Kenzo.
Kesibukan yang Caca kerjakan tiap harinya dapat membuat gadis itu sedikit melepas beban perasaan nya pada Kenzo.
Setelah bergulat dengan tumpukan berkas yang menggunung, akhirnya pekerjaan Caca telah terselesaikan.
Saat hendak merapikan berkas yang berserakan di mejanya,Caca melihat Merisa masuk keruangan Kenzo dengan senyum yang merekah.
"Sudahlah,itu bukan urusanku,lagi pula ini memang konsekuensinya jika jatuh cinta pada orang yang tak mungkin kita gapai"gumam Caca sambil merapikan meja kerjanya.
Caca hendak keluar dari ruangannya,namun gadis itu berpapasan dengan seorang karyawan.
"Maaf Bu Caca,ini ada satu berkas yang ketinggalan,dan berkas ini harus ditandatangani sekarang juga oleh Presdir,jadi saya minta tolong pada ibu agar segera menyerahkan pada pak Kenzo"pinta karyawan itu dengan wajah yang sedikit ketakutan.
"Baiklah,saya akan segera menyerahkan pada Presdir"jawaban Caca membuat karyawan tersebut tersenyum padanya.
"Terimakasih bu Caca,saya pamit dulu,maaf jika merepotkan"pamit karyawan itu yang diangguki oleh Caca.
Caca memeriksa berkas tersebut,setelah semuanya selesai diperiksa,Caca hendak mengetuk pintu ruangan Kenzo,namun sekretaris nya itu mendengar sayup-sayup percakapan keduanya.
"Ada hal penting apa kau menyuruhku datang kemari Ken?"tanya Merisa yang tak merasa curiga dengan gelagat aneh Kenzo,yang tiba-tiba menyuruhnya datang ke kantor pria itu.
Belum Kenzo menjawab pertanyaan nya,Merisa kembali melontarkan pertanyaan lainnya.
"Apa benar ini tentang pertunangan kita Ken?"tanya Merisa yang begitu kegirangan dengan pertanyaan nya sendiri.
"Ya kau benar sekali,ini tentang pertunangan dan pernikahan yang telah aku janjikan padamu"jawab Kenzo dingin dan tak ada raut kebahagiaan dari wajah nya.
Caca sontak menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya,karena jawaban Kenzo itu bagai pukulan yang mematikan untuknya.
Gadis itu merasa tak bertenaga,tubuh Caca jatuh terduduk dilantai tepat didepan pintu ruangan Kenzo.
Air mata nya kembali mengalir,kali ini bagai tsunami yang terus meluap-luap menghantam nya.
"Hiks hiks hiks hiks.....,aku hanya ingin merasakan cinta,kenapa terasa begitu menyakitkan"air mata Caca semakin tak terkendali mengalir dari kedua matanya.
Like like like like ya readers
Maaf kalok masih banyak typo ๐
__ADS_1
Happy reading ๐๐๐