
Keesokan harinya,Jack dan ibunya datang kerumah keluarga Narendra.
"Selamat datang nyonya Wilson"sambut Farah pada calon besannya.
"Selamat datang Jack Wilson"sambut Farhan pada calon menantunya dan Jack mencium telapak tangan Farhan.
"Maaf ya tuan dan nyonya Narendra,kami datang kemari ingin membicarakan masalah anak-anak kita"jelas Sarah pada Farah dan Farhan.
"Iya tidak apa-apa, memang apa yang ingin anda bicarakan nyonya Wilson"tanya Farhan basa-basi.
"Kami ingin melamar anak anda Jasmine Narendra"ucap Sarah pada sepasang suami istri yang tengah sama-sama menatap dirinya saat ini.
"Saya tidak dapat menjawabnya nyonya,biar Jasmine saja yang menentukan pilihannya sendiri"tersenyum kearah Sarah dan Jack.
"Ma panggil Jasmine di atas,suruh dia kemari ya"pinta sang suami dan diangguki oleh Farah.
"Permisi sebentar ya nyonya Wilson,nak Jack"beranjak menuju kamar Jasmine.
Tok tok tok
Krieeettttt......
"Ada apa Ma?"tanya Jasmine yang masih memakai piyamanya.
"Ada Jack dan ibunya,kau di panggil Papa supaya turun kebawah sayang"jelas sang ibu.
"Aku mandi dulu ya Ma"langsung berlari menuju kamar mandinya.
"Hehehe......dasar anak nakal"tersenyum sambil berjalan menuruni tiap anak tangga menuju ruang tamu,dimana Jack dan ibunya berada.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Jasmine turun.
"Ini Jasmine ya?"tanya Sarah pada calon menantunya.
"Iya Tante"tersenyum manis kearah calon ibu mertuanya.
"Jangan panggil Tante dong sayang,panggil Mama saja ya nak,biar sama seperti Jack,nanti Jasmine kan juga akan jadi anak Mama"jelas Sarah sambil tersenyum kearah gadis itu.
"Iya Ma,boleh tidak aku peluk Mama?"tanya Jasmine ragu.
"Boleh dong sayang, kemarilah nak......."Sarah merentangkan kedua tangannya,agar Jasmine datang kepelukan wanita yang sudah tidak muda itu.
Jasmine perlahan melangkah kearah ibu Jack Wilson,gadis itu langsung memeluk calon mertuanya erat.
__ADS_1
"Mama sangat ingin memiliki anak perempuan dan sekarang impian Mama terwujud"ucap Sarah sambil mengusap rambut Jasmine.
"Mama boleh menganggap aku anak Mama,karena aku juga sudah menganggap nyonya Wilson ini seperti orang tuaku sendiri"ledek Jasmine yang sengaja memanggil nama Sarah dengan sebutan nyonya Wilson.
"Kau memang anak yang manis nak,pantas saja Jack jatuh hati padamu"ledek Sarah menatap putranya.
Semua orang tertawa dengan ucapan nyonya Wilson,kecuali Jasmine dan Jack Wilson.
"Hah.......jatuh cinta apanya, jangankan jatuh cinta,melirikku saja dia terlihat tak sudi,dasar pria sinting"umpat Jasmine dalam hati.
"Akhirnya Mama percaya kalau aku benar-benar mencintai Jasmine, akting gadis ini lumayan bagus juga,aku tidak terlalu mengkhawatirkannya sekarang dan dia juga dapat aku andalkan, buktinya tanpa aku suruh dia sudah bersandiwara dengan baik"ucap Jack dalam hati.
Kedua orang tua Jasmine merasa sangat bahagia, karena calon mertua dari putrinya ini sangat menyayanginya,sama seperti mereka menyayangi Jasmine sepenuh hati.
"Kalau begitu saya mohon ijin kepada calon besan,kami akan membawa menantu cantik ini untuk persiapan acara nanti malam, keluarga Narendra saya harap dapat hadir,maaf kami memberitahu acaranya terlalu mendadak"ucap Sarah pada Farah dan Farhan.
"Baik nyonya Wilson,kami pasti akan datang ke acara pertunangan putri kesayangan keluarga Narendra"Farhan tersenyum bahagia pada Jasmine.
"Kami permisi dulu........"ucapan Jack terhenti karena pria itu bingung harus memanggil orang tua Jasmine dengan sebutan apa.
Farhan dan Farah yang tanggap langsung tertawa dengan tingkah calon menantunya itu.
"Panggil kami Mama dan Papa nak,kau juga bagian dari keluarga Narendra sekarang"ucap Farah sambil tersenyum kearah Jack Wilson.
"Aku jalan dulu ya Pa,Ma dan jangan lupa,nanti kalian harus datang ke acara pertunanganku ya"mencium pipi ayah dan ibunya bergantian.
Kedua orang tua Jasmine melihat kepergian putri mereka.
"Syukurlah putri kita mendapat mertua yang begitu menyayanginya ya Ma"sambil terus menatap mobil Jack yang mulai menjauh dari pekarangan rumah keluarga Narendra.
"Iya Pa, Mama juga bahagia, menantu kita juga tampan jadi cucu mama kelak pasti terproses dengan baik kan,orang tuanya saja sudah cantik dan tampan, apalagi anaknya"tersenyum merekah sambil menangkup kedua tangannya di dada.
"Apalagi anak Kenzo dan Caca ya Pa,pasti semua tercetak dengan baik"meremas lengan suaminya.
"Aduhhhh......sakit Ma,kenapa tanganku sampai Mama remas begini,ingat ya Ma,mereka itu bukan kue yang harus dicetak"ucap Farhan pada istrinya.
"Hahahaha.......iya Pa,itu hanya perumpamaan saja,dasar suami tak bisa diajak bicara ala anak muda"sambil geleng-geleng kepala.
"Kita ini sudah tumbuh uban Ma,jadi jangan berlagak muda, apalagi nanti kalau sudah jadi Opa dan Oma"jelas sang suami.
"Iya tuan Narendra,ayo kita bersiap untuk acara nanti malam"ajak Farah pada suaminya.
*****************
__ADS_1
Di rumah Kenzo pria itu sedang sibuk mengutak-atik ponselnya.
๐Kenzo
Sayang sebentar lagi aku akan menjemputmu.
๐ Caca
Memangnya kita mau kemana?
๐Kenzo
Aku akan mengajakmu mencari gaun untuk nanti malam.
๐Caca
Ada acara apa nanti malam?
๐ Kenzo
Pertunangan Jasmine adikku.
๐Caca
Dasar kau ini ya,acara penting begini kau tak memberitahuku,aku belum menyiapkan hadiah untuk mereka.
๐Kenzo
Kau tenang saja sayang,kita nanti cari bersama ya๐
๐Caca
Oke sayang๐
"Hahahaha.........."tawa Caca menggelegar.
"Dasar Kenzo berlagak romantis,huh.......pria itu memang tak berbakat ya"tawa nya kembali pecah.
"Lebih baik aku bersiap, sebelum pria gila itu datang,tapi........ meskipun dia gila aku tetap cinta"tersenyum-senyum sendiri sambil berjalan kearah kamar mandinya.
Like like like like like ya readers ๐
Maaf kalok masih banyak typo ๐
__ADS_1
Happy reading ๐๐๐๐