
Akhirnya Jasmine membuka lembaran kedua dari surat kontrak tersebut dan gadis itu mulai membacanya poin demi poin yang tertulis disana.
1.pihak pertama selalu benar.
2.pihak kedua harus mengikuti apa yang pihak pertama perintahkan untuk keperluan kontrak.
3.jangan sampai terbawa perasaan antara pihak kedua kepada pihak pertama.
4.dilarang keras berhubungan dengan orang lain,baik itu pihak pertama atau pihak kedua,sampai tanggal kontrak berakhir.
5.berakhirnya kontrak ditentukan oleh pihak pertama.
Saat selesai membaca setiap poin isi dari perjanjian tersebut,kedua alis Jasmine hampir menyatu.
"Apa pihak pertama disini adalah kau"tanya Jasmine pada Jack dengan tatapan mengintimidasi.
"Ya tepat sekali"jawab Jack singkat padat dan jelas.
"Apa kau sadar jika semua isi perjanjian ini menguntungkan dirimu"masih terus menatap Jack tajam.
"Ya aku sadar"jawabnya mantap.
"Hah......kau ini benar seorang yang ahli dalam bidang mencari keuntungan ya"tersenyum simpul pada Jack Wilson.
"Apa kau sadar saat mengisi poin ketiga,tidak mungkin aku jatuh cinta padamu,orang yang suka seenaknya sendiri dan selalu ingin untung tak mau merugi"umpat Jasmine karena sudah tak dapat menahan gejolak dihatinya yang meronta ingin sekali memaki pria sinting yang ada di depannya ini.
"Apanya yang tak ingin merugi,aku tak mengerti dengan perkataanmu nona"ledek Jack Wilson karena pria itu ingin terus memancing kemarahan Jasmine.
"Sudahlah kau tak usah berlagak tak mengerti dengan ucapanku,aku ingin menambah satu poin di nomer enam"pinta Jasmine sambil mengambil sebuah pulpen yang ada di meja kerja Jack.
Gadis itu menulis poin keenam.
Setelah selesai,dia memberikannya pada Jack dan pria itu langsung tertawa terpingkal-pingkal.
"Pppfff...........hahahaha.........apa kau pikir aku akan bernafsu saat menyentuh bagian dari dirimu"tawa Jack terus menggelegar.
"Hei kau tak usah banyak bicara tuan, laki-laki sama dengan kucing,jika kucing diberi ikan,pasti dia akan memakannya"ucap Jasmine dengan nada menyindir.
__ADS_1
"Kau pasti sudah gila nona,aku tidak mungkin sama dengan kucing yang kau maksud itu,hatiku hanya milik gadis yang aku cintai dan kau harus paham itu"jawaban Jack berhasil membungkam Jasmine Narendra.
"Terserah kau saja tuan,aku tak perduli,yang jelas isi dari poin keenam adalah"JANGAN ADA KONTAK FISIK ANTARA PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA"kau harus catat itu tuan Jack Wilson"ucap Jasmine sambil menandatangani kontrak tersebut.
"Oke karena semua urusan kita sudah selesai,aku pergi dulu tuan"beranjak hendak keluar namun.........
"Hei nona,saat kau keluar dari ruangan ini,kita sudah resmi memulai kontrak,saat itu pula kau telah menjadi kekasihku,jadi jangan panggil aku tuan lagi dan aku juga akan memanggil namamu saja"pinta Jack pada Jasmine.
"Huh........ baiklah,aku pergi dulu Jack,sampai jumpa di adegan selanjutnya,bye....."melambaikan tangan dengan senyuman cantiknya.
Jack tersenyum melihat kelakuan gadis gila itu,tanpa sadar Jimmy melihat semua kelakuan bosnya yang senyam-senyum sendiri karena ulah Jasmine.
Flashback off
****************
Setelah kepergian Jasmine, diruangan itu Jack masih tersenyum sendiri.
Jimmy yang melihat kelakuan bosnya mulai bergumam ria dalam hatinya.
"Apa mungkin tuan Jack memiliki perasaan pada nona Jasmine? Akhhhhhh..... terserahlah itu urusan tuan,bukan urusanku"hendak melangkah pergi dari ruangan bosnya,namun Jack Wilson memberikan sebuah perintah padanya,sampai pria itu berhenti tepat di depan pintu.
"Iya tuan saya paham,saya permisi"membungkukkan badan dan keluar dari ruangan mencekam tersebut.
Setelah keluar dari ruangan bosnya,Jimmy langsung menghela nafas panjang.
"Huuuhhhh......... akhirnya aku terbebas dari ruangan itu"berjalan menuju lift untuk menyelesaikan perintah bosnya.
******************
Kenzo sudah pulang dari rumah Caca,pria itu sedang berada di sebuah cafe dan sedang mengutak-atik ponselnya.
πKenzo
Temui aku di cafe XX sekarang juga,ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu.
πJack
__ADS_1
Baik,aku juga ingin membicarakan hal penting padamu.
Setelah pesan terakhir dari Jack,Kenzo menunggu pria itu tak terlalu lama.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Jack Wilson datang ke Cafe dimana Kenzo tengah menunggunya.
"Maaf menunggu lama"ucap Jack kemudian duduk.
"Tak apa,kau pesan minuman saja dulu"jawab Kenzo santai.
Setelah pesanan Jack datang,pria itu meminum minumannya.
"Aku akan menikahi Caca,dia sudah mengingat kenangan kami,aku meminta ijin padamu,agar kau dapat melepaskan Caca Jack"pinta Kenzo halus.
"Sejak video kalian viral,sejak itupun hubunganku dan Caca sudah berakhir Kenzo"jawab Jack tersenyum kearah Kenzo.
"Terimakasih Jack,aku bersyukur kau dapat mengerti situasi saat ini,tapi bagaimana dengan pertunangan kalian?"tanya Kenzo cemas.
"Hal itu yang ingin aku bicarakan denganmu, sebenarnya aku dan adikmu sudah lama dekat,dan entah sejak kapan aku mulai tertarik padanya,begitu pula dengan adikmu"jelas Jack dengan wajah dibuat setenang mungkin agar aktingnya tak di curigai oleh Kenzo.
"Apa maksudmu Jack,kau tak berniat menjadikan Jasmine pelarianmu kan?"tanya Kenzo dengan mata elangnya.
"Hahahaha......kau bisa tanyak pada adikmu seberapa seriusnya aku ingin menjadikannya nyonya Jack Wilson"jelas Jack dengan senyum palsunya.
"Apa benar kau serius padanya?"tanya Kenzo memastikan.
"Aku sudah putus asa membuat Caca bisa mencintaiku,karena dia benar-benar sangat mencintaimu Kenzo"ucapan Jack membuat pria itu mulai sedikit melunak dengan prasangkanya.
"Baiklah,jadi apa rencanamu sekarang"sambil menyeruput kopinya.
"Jasmine akan menggantikan Caca menjadi tunanganku besok malam dan kau harus bantu aku membicarakan masalah ini pada tuan Narendra,besok aku dan Mama akan datang kerumahmu untuk bertemu dengan kedua orang tuamu"ucap Jack dengan wajah yang sangat meyakinkan.
"Baiklah aku akan membantumu,besok kau harus datang kerumah besar"pinta Kenzo sambil menghabiskan kopinya.
"Aku akan langsung kerumah besar untuk bertemu Papa dan Mama,aku pergi dulu Jack"menepuk pundak Jack Wilson sambil beranjak menuju pintu keluar cafe.
Like like like like like ya readers π
__ADS_1
Maaf kalok masih banyak typo π
Happy reading πππ