Cinta yang Kutunggu

Cinta yang Kutunggu
Bab 88


__ADS_3

Enam bulan kemudian


Caca masih tetap cekatan melakukan apapun meskipun dengan perut yang sudah membuncit.


Ia selalu di beritahu oleh ibu dan mertuanya untuk selalu bergerak melakukan aktivitas seperti biasanya,namun dengan porsi istirahat yang cukup,agar saat proses persalinan lancar.


Kenzo semakin protektif pada istrinya karena kehamilan Caca sudah pada trimester kedua, sebentar lagi akan menginjak trimester ketiga.


Semua makanan tak ada pantangan bagi Caca karena ia ingin anaknya sehat.


Kenzo selalu menyuruh Ijah membeli sayuran dan buah yang fresh setiap hari,biasanya pria itu tak perduli urusan dapur,namun saat istrinya tengah berbadan dua,dia menjadi semakin over pada apa saja yang di makan Caca demi kesehatan calon bayinya.


"Sayang kau jangan terlalu lelah,kau harus cukup istirahat"ucap Kenzo.


"Iya Pi nanti aku akan istirahat setelah pekerjaan ini selesai".


Kenzo memang jarang ke kantor,bisa di hitung dengan jari pria itu datang k kantornya,dalam waktu 1 Minggu, mungkin 3 kali ia masuk selebihnya ia dirumah menemani sang istri menjadi suami siaga,semua pekerjaan kantor ia serahkan pada ayah dan asisten pribadinya.


Tiga bulan kemudian


Hari ini tepat hari perkiraan persalinan Caca,ia memang dari tadi malam sudah merasakan sakit perut namun masih biasa saja.


Saat siang hari sakit perut itu semakin sering,namun ia tetap tenang.


Semua perlengkapan sudah ia sediakan sejak jauh-jauh hari agar saat hari persalinan tiba ia tak perlu repot lagi.

__ADS_1


"Pi ayo kita kerumah sakit sekarang, perutku sudah semakin sakit"pinta Caca pada suaminya.


"Kenapa kau tak mengatakan dari tadi Mi,ayo kita berangkat sekarang"keluar membawa perlengkapan yang sudah Caca siapakan dalam satu tas berukuran sedang dan mereka berdua masuk kedalam mobil menuju rumah sakit.


Caca sudah berada di ruang bersalin di temani suaminya.


"Bagaimana keadaan istri saya dok"tanya Kenzo.


"Istri anda sudah pembukaan 7 Pak,nanti jika pembukaannya sudah lengkap, proses persalinan akan dilakukan"jelas dokter wanita yang bernama Putri di name tag nya itu.


"Baik dokter, terimakasih"ucap Kenzo pada Putri.


"Iya Pak,saya tinggal dulu,nanti saya akan mengecek kembali ibu Orieza"berjalan menuju pasien lainnya.


"Tidak apa-apa,ini bukti perjuanganku untuk menjadi wanita seutuhnya".


"Kau pasti kuat sayang"mencium kening Caca.


Proses persalinan telah berlangsung,Kenzo berada di luar ruangan bersama keluarga besarnya.


"Kenapa lama sekali ya Ma"tanya kenzo cemas.


"Sabar sayang,kau terus berdoa agar istri dan anakmu selamat"ucap Farah.


Setelah beberapa menit berada di ruangan itu, akhirnya suara tangis bayi terdengar.

__ADS_1


"Ma itu suara anakku kan?".


"Iya sayang,itu suara tangis anakmu".


"Selamat Bapak Kenzo,anak anda berjenis kelamin laki-laki, wajahnya sangat tampan sekali"menyerahkan bayi itu ke dalam dekapan sang ayah.


Kenzo langsung meluruhkan air matanya,ia benar-benar sangat bahagia melihat wajah malaikat kecilnya.


Kenzo langsung mengadzani sang putra.


"Terimakasih sayang karena sudah hadir di tengah keluarga ini"mencium anaknya.


"Aku kan memberi nama Justin Narendra Sanjaya".


5 tahun kemudian.


Justin sudah bersekolah di taman kanak-kanak,Ijah yang menjaganya, sedangkan Caca sibuk mengurus anak keduanya yang bernama Bella Narendra Sanjaya yang baru berusia 1 tahun.


Jasmine masih menetap di Amerika,ia juga sudah memiliki dua orang putra kembar bernama Ega Wilson dan Egi Wilson.


Usia kedua anak Jasmine masih 3 tahun,dia saat ini fokus merawat kedua anaknya,karena Jack memintanya untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya tanpa harus bekerja,karena pendapat suaminya sudah lebih dari cukup untuk membiayai hidup mereka.


Mereka boleh tidak berkumpul satu sama lain,namun jarak itu yang membuat hubungan keluarga mereka semakin erat,karena dengan begitu mereka tahu arti keluarga sesungguhnya.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2