
24
Tekan jempol nya dulu ya readers
Pojok kiri bawah ya.....
Caca masih belum beranjak dari tempat itu,dia nampak sangat frustasi.
"Kenapa aku selalu mengalami nasib seperti ini,Jojo yang tak kunjung ada kabar dan sekarang orang yang aku sukai bersama wanita lain parahnya orang itu tak pernah mencintaiku"ucap nya dengan sesegukan dan air mata itu mulai meluncur bebas lagi.
Handphone gadis itu berbunyi tanpa ia melihat dari nama kontaknya dan langsung menerima nya.
"Ca,nanti kita belanja yuk"ajak Sinta dengan suara cempreng nya.
"Hiks hiks hiks....."suara tangis Caca yang terdengar.
"Ca kamu gak papa kan?kamu ada dimana sekarang?"tanya Sinta panik.
Tak ada jawaban dari sahabat nya itu dan membuat Sinta semakin mengkhawatirkan nya.
"Ca kamu ada dimana biar aku jemput kamu"ucap Sinta dengan suara yang semakin cemas.
"Aku kirim lokasinya"panggilan langsung terputus.
Sinta yang menerima lokasi Caca saat ini langsung menuju ketempat dimana sahabat nya berada.
Dia tahu Caca sekarang berada di titik rendahnya,karena dia selama ini tak pernah menangis sampai seperti saat ini.
Beberapa menit kemudian Sinta tiba di lokasi Caca berada.
Dia mencari disetiap sudut daerah itu,saat mendengar tangisan seorang wanita dibalik pohon besar,Sinta perlahan mendekat saat melihatnya betapa kagetnya Sinta yang melihat kondisi sahabat sangat kacau.
Sinta langsung memeluk Caca menyalurkan energi positif nya pada Caca agar gadis itu dapat kembali tenang.
"Ca apa yang terjadi padamu,kenapa kau sampai seperti ini?"tanya Sinta sambil merapikan rambut Caca yang sudah acak-acakan.
Bukannya menjawab Caca malah tambah menangis,air matanya kembali tumpah.
"Ca jangan kau pendam sendiri masalah mu,berbagilah padaku"bujuk Sinta.
"Aku....aku...hiks hiks hiks"tangis Caca kembali pecah sambil memeluk sahabatnya dengan erat menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan.
"Belum pernah aku melihatmu sampai begini Ca,apa ini ada hubungannya dengan pak Kenzo?"pikir Sinta mulai menerka-nerka.
"Kenzo dan wanita pujaannya akan segera bertunangan dan menikah"ucap Caca dengan mata bengkak nya.
"Kau kan sudah tau jika kemungkinan ini akan terjadi,kau seharusnya sebelum menaruh rasa padanya sudah bisa menerima kenyataan pahit ini Ca"jelas Sinta.
"Cobalah mengubur perasaanmu ca,jangan sampai rasa itu bertambah padanya karena dia sudah memiliki orang yang disukai nya,aku tidak mau kau bertambah sakit ca"dengan suara Sinta yang hampir menangis namun gadis itu menahannya.
Caca yang mendengar kata-kata Sinta mulai mencerna tiap kata-kata yang sahabatnya itu katakan.
__ADS_1
"Sinta benar aku harus bisa bangkit dari keadaan ini,dia tak mungkin mencintai ku,aku harus menghapus perasaan ini sampai ke akar,aku tak ingin tersiksa sendiri aku harus bangkit"ucap Caca dalam hati menyemangati dirinya.
Caca dan Sinta melepaskan pelukan mereka.
"Terimakasih ya Sin,cuma kamu yang bisa memahami ku"ucap Caca tersenyum tipis.
"Kita kan sahabat jadi harus ada saat susah atau senang dong"jelas Sinta.
"Yaudah sekarang aku anter kamu pulang ya,kamu istirahat biar besok bisa fresh pas ngantor"bujuk Sinta agar Caca mau pulang.
Saat mendengar kata kantor Caca kembali' mengingat Kenzo,namun gadis itu menepis pikirannya,dia bertekad akan mengubur rasa itu.
Caca menyetujui ajakan sahabat nya itu dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
************
Ditempat lain Kenzo dan Merisa yang telah selesai makan langsung pulang Kenzo tak mengantar nya karena gadis itu membawa mobil sendiri.
Mobil Kenzo melesat menuju kediaman keluarga Narendra.
Beberapa menit kemudian dia sampai didepan rumah megah itu.
Pelayan langsung menyambut kedatangan tuan mudanya.
Kenzo langsung menuju lantai atas untuk mandi dan mengganti pakaiannya.
Setelah selesai pria itu turun kebawah namun ia tak melihat kedua orangtuanya sedari tadi
"Tuan besar dan nyonya ada diatas tuan muda"jawab sang pelayan.
Kenzo langsung menuju ke kamar kedua orang tuanya.
Tok tok tok
"Pa,ma apa kalian didalam?"tanya Kenzo.
Pintu kamar terbuka menampakkan pria paruh baya.
"Ada apa Kenzo?"tanya ayahnya.
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan papa dan mama"ucap Kenzo sambil melenggang menuju ruang keluarga.
Kenzo tengah menunggu kedua orang tuanya diruang keluarga dan beberapa menit kemudian meraka datang.
"Ada apa sayang?"tanya sang ibu.
"Apa benar informasi yang papa berikan padaku jika Caca ku sudah meninggal?"tanya Kenzo dengan tatapan penuh selidik pada ayahnya.
Ayahnya yang sudah mengerti arah pembicaraan itu mulai mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"Apa kau sudah menemukan gadis itu?"tanya balik sang ayah pada putranya.
__ADS_1
"Ya aku sudah bertemu dengan nya dan akan segera melamar nya?"jawab Kenzo mantap.
Tuan Narendra memang sudah memprediksikan hari ini akan terjadi,karena putra nya itu bukan orang yang gampang ia bodohi.
"Maafkan papa ken,ini semua papa lakukan karena kami telah menjodohkan kamu dan Stella sejak kecil,papa hanya ingin kau bahagia nak?"jelas sang ayah.
Kenzo mulai tersenyum kecut.
"Apa dengan cara memisahkan aku dengan orang yang aku sayang aku akan bahagia pa,dan membuat aku menjadi seperti seorang gila karena kehilangan gadis yang aku sukai,itu yang disebut bahagia?"tanya Kenzo yang membuat ayahnya bungkam.
"Maafkan papa sayang,mungkin papa tak ada pilihan lain saat itu"ibu Kenzo menengahi percakapan antara ayah dan anak itu.
"Apa harus dengan cara seperti itu ma,jika papa memang sayang padaku dan ingin aku bahagia seharunya membiarkan aku memilih jalan ku sendiri bukan malah memberikan aku kesakitan"jelas Kenzo dengan mengepalkan tangannya.
"Nak tak ada orang tua yang ingin anaknya celaka atau pun tak bahagia,semua orang tua ingin melihat anak mereka bahagia namun mungkin caranya saja yang kurang tepat nak"jelas ibunya agar putranya tidak menyalahkan ayahnya.
"Baiklah,aku selalu kalah jika berdebat dengan mama"Kenzo memasang wajah pasrah nya.
"Tapi jangan halangi aku untuk melamar nya"pinta Kenzo sambil menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
Ibu Kenzo yang teringat dengan Caca sekretaris Kenzo yang tak lain adalah kekasih putranya sontak memikirkan bagaimana perasaan gadis itu.
"Bagai mana dengan Caca sekretaris mu, apakah dia tau jika kau telah bertemu dengan Caca kecilmu?"tanya ibunya.
Seketika badan Kenzo menegang,seperti ada rasa bersalah dalam dirinya dia seakan menduakan sekretaris nya itu.
"Tidak mungkin ini hanya perasaan ku,karena aku masih belum membatalkan perjanjian kami"ucap Kenzo dalam hati untuk memenangkan dirinya.
"Kami tidak pernah berpacaran ma,dia hanya kekasih palsuku"ucap Kenzo dengan menundukkan kepalanya.
Ibunya kaget dengan kata-kata yang dilontarkan oleh putranya itu,bagaimana tidak,dia melihat cahaya cinta diantara mereka berdua namun keduanya tak bisa menyadari,perempuan paruh baya itu tidak akan salah menilai sesuatu karena dia tau pasti orang yang tengah tertarik pada lawan jenis nya dan insting seorang ibu tidak boleh diragukan.
"Bagaimana kau setega itu padanya Ken,jika dia mulai menyukai mu bagaimana perasaan nya,pasti dia hancur Ken mengetahui orang yang di sukai akan bertunangan dengan wanita lain"jelas sang ibu dengan emosi yang masih ia pendam.
"Huh....mama tenang saja itu tidak akan terjadi karena aku sudah memperingatkan nya agar tak ada perasaan diantara kami"jelas Kenzo yang membuat ibunya berdiri dari tempat ia duduk.
"Apakah kau sudah gila hah......?"teriak ibu Kenzo pada putranya.
"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu Ken,kau itu seorang CEO perusahaan besar,otakmu itu masih bisa berfungsi kan?jangan bilang karena terlalu memikirkan gadis kecilmu itu otakmu menjadi rusak,mama tak menyangka kau akan melakukan ini semua,dia gadis yang baik mama bisa lihat dari matanya"jelas ibunya dengan emosi yang tak terbendung lagi.
"Satu lagi Ken,jangan sampai kau salah dalam mengambil keputusan"ibunya kembali membuka suara untuk memperingati putranya.
Ayahnya yang tak mau ikut campur dengan perdebatan ibu dan anak itu memilih diam,karena apa yang dikatakan istrinya itu benar adanya,cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.
Ibu Kenzo beranjak dari tempat itu menuju kamarnya di tantai atas suaminya mengikuti dari belakang karena tak ingin membuat anak sulungnya itu bertambah stres.
Ayo jempolnya mana,tekan dulu ya jempolnya
Like like like
Maaf kalok masih banyak typo 😊
__ADS_1
Happy reading 😘😘😘