
Like like like like like like ya readers
Tap love juga jadikan favorit ya....
2 hari berlalu,Caca akhirnya sudah dapat bekerja kembali.
Gadis itu sudah tepat berada diruangannnya.
Seperti biasa tumpukan berkas yang menggunung tengah menunggu dirinya.
Seseorang datang,namun Caca tak sadar karena tumpukan berkas yang harus segera ia selesaikan,membuat dirinya terlalu fokus.
"Keruanganku sekarang"titah seorang pria itu,yang tak lain adalah Kenzo Narendra.
Caca yang sedang sibuk dengan pekerjaan sontak kaget dengan suara bariton bos gilanya itu.
"Huffff........kesialan apa lagi yang akan menimpaku"gumamnya yang berjalan keruangan Kenzo.
Caca telah berada diruangan Kenzo,pria itu duduk membelakanginya.
"Apa kau benar-benar tak mengingatku?"pertanyaan Kenzo sangat ambigu.
"Saya mengenal anda Pak,anda bos saya"jelas Caca yang keheranan dengan pertanyaan bosnya ini.
"Bukan itu maksudku,apa kau tak mengingat Jojo?"tanya nya lagi.
Caca benar-benar tak tahu siapa orang yang bernama Jojo itu,namun gadis itu memaksakan diri,agar dapat mengingat siapa Jojo itu,dan kenapa bosnya harus selalu menanyakan itu padanya.
Caca berusaha keras untuk mengingat,namun kepalanya terasa sakit.
"Akhhhhhh......."rintihan Caca sontak membuat Kenzo memutar kursi kebesarannya dan menatap Caca yang saat ini tengah memegangi kepalanya.
Pria itu berjalan kearah Caca dan memegang pundaknya.
"Ca apa kau baik-baik saja?"dengan wajah cemas.
"Kepala saya sakit sekali Pak"jawab Caca dengan pandangan yang sedikit kabur.
Kenzo memapah sekretarisnya ke dalam kamar yang ada di dalam ruang kerjanya.
Pria itu membaringkan Caca di tempat tidur dan menari selimut menutupi tubuh sekretaris cantiknya.
__ADS_1
"Apa masih pusing?"tanya Kenzo sambil menyentuh kepala Caca.
"Sedikit lebih baik Pak"jelas Caca dengan wajah agak pucat.
"Kau istirahatlah,aku akan menyuruh seseorang mengantarkan soup dan susu hangat untukmu"Kenzo hendak pergi namun pria itu membungkukkan badannya dan mencium kening Caca lama.
Gadis itu membelalakkan matanya,karena bosnya itu tanpa aba-aba mencium keningnya.
Ciuman Kenzo terlepas dan menatap wajah Caca.
"Kenapa bapak mencium kening saya,kita ini hanya....."belum sempat Caca menyelesaikan kalimatnya,Kenzo membungkam mulut gadis itu dengan jari telunjuknya
"Ssstttt......kau jangan banyak bicara,cukup rasakan dan nikmat saja,aku akan membuatmu mengingatku dan membuatmu jatuh cinta padaku lagi"ucapan Kenzo membuat jantung Caca berdebar kencang.
"Kenapa dengan jantungku,apa mungkin memang benar aku pernah menyukainya?ah....tidak mungkin ini hanya perasaan ku saja, buktinya aku sekarang kan pacaran dengan Jack Wilson"hati Caca mulai gundah.
"Aku akan segera kembali"Kenzo keluar dari ruangan itu.
Setelah beberapa menit,pria itu kembali dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat soup dan susu hangat.
"Ayo cepat makan sebelum dingin"pinta Kenzo.
Caca hendak bangun namun gadis itu merasa badannya tak seimbang, akhirnya dia mengurungkan niatnya.
"Aaaaaa.....buka mulutmu,biar aku yang menyuapi"pinta Kenzo datar.
Caca hanya mengikuti perintah bosnya,dia tak ingin mode macan tidurnya bangun.
Setelah semua isi dalam mangkuk itu habis,Kenzo memberikan segelas susu hangat pada Caca.
"Minumlah"menyodorkan susu tersebut.
Caca lagi-lagi hanya bisa menuruti permintaan Kenzo.
Setelah selesai meminum susu hangatnya,Caca memberikan gelas itu pada Kenzo.
Pria itu menerimanya,namun saat dirinya melihat kearah wajah sekretarisnya,Kenzo tersenyum,karena tepat diatas bibir Caca terdapat sisa susu yang menempel.
Perlahan Kenzo mendekat kearah wajah Caca,gadis itu perlahan memundurkan wajahnya.
"Apa yang mau anda lakukan?"tanya Caca gugup.
__ADS_1
"Diamlah,ada sesuatu di bibirmu"jelas Kenzo yang semakin mendekat kearah wajah Caca.
Gadis itu merasa sangat malu dengan kelakuan Kenzo,Caca memutuskan menutup kedua matanya dan.....
Jari Kenzo terasa menyentuh bibir Caca, jantungnya kembali berdebar.
Kenzo dapat merasakan detak jantung Caca,pria itu hanya bisa tersenyum.
Setelah selesai membersihkan sisa susu yang menempel dibibir Caca,Kenzo menatap wajah sekretarisnya yang matanya masih terpejam.
"Sampai kapan kau akan memejamkan matamu nona"ledek Kenzo yang gemas dengan Caca.
Caca membuka matanya perlahan dan dia tersenyum kikuk melihat Kenzo yang sudah berada jauh dari dirinya.
"Hehehehe maaf Pak,saya hampir ketiduran"sangkal Caca yang tak ingin Kenzo tahu jika jantungnya sedang dalam keadaan tak baik.
"Benarkah"tanya Kenzo penuh selidik.
Caca hanya mengangguk polos,karena tak ingin Kenzo tahu jika dirinya saat ini tengah berbohong pada bos nya itu.
"Aku akan membuatmu tidak mengantuk lagi"Kenzo langsung menyambar bibir kenyal Caca.
Kenzo hanya menempelkan bibir mereka tanpa ada lumatan,Caca langsung membelalakkan matanya, jantung terpacu lebih kencang lagi berdetak,sampai badan gadis itu membeku tak dapat menggerakkan tubuhnya.
"Tuhan kenapa aku tak menolaknya,kenapa aku malah diam dan menerima ciuman ini"pikiran Caca mulai berputar-putar.
Kenzo melepas ciumannya dan tersenyum kearah sekretarisnya itu.
"Satu langkah membuatmu jatuh cinta padaku lagi"bisik Kenzo tepat ditelinga Caca yang membuat si empunya telinga merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.
Kenzo melangkah pergi namun berbalik tepat saat dirinya membuka handel pintu kamar itu.
"Istirahatlah,jangan lupa mimpikan aku"Kenzo tersenyum manis kearah Caca dan pergi.
"Huh......kenapa panas sekali disini,apa pendingin ruangan seorang CEO Kenz Corp tak berfungsi normal"mengibaskan kedua tangannya kearah wajahnya agar panas yang menjalar cepat hilang.
Sebenarnya bukan pendingin ruangan itu yang tak berfungsi normal,namun Caca yang saat ini merasakan suhu tubuhnya meningkat karena bosnya tadi berhasil menggodanya sampai wajah gadis itu memerah bagai tomat.
Like like like like like like like ya readers
Maaf kalok masih banyak typo 😊
__ADS_1
Happy reading 😘😘😘😘