Cinta yang Kutunggu

Cinta yang Kutunggu
Bab 72


__ADS_3

Caca dan Kenzo tiba di sebuah butik ternama.


"Selamat datang tuan Kenzo"sapa pemilik butik tersebut.


Tempat itu merupakan butik langganan keluarga Narendra.


"Tolong pilihkan gaun yang cocok untuk calon istriku"titah Kenzo pada pemilik butik itu.


"Baik tuan"memberi kode pada para pelayannya agar mengeluarkan gaun malam keluaran terbaru di butiknya.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya para pelayan butik itu datang dan membawa 20 potong gaun malam yang indah dan mewah.


"Anda bisa pilih sendiri tuan,gaun yang mana yang cocok untuk calon istri anda"ucap pemilik butik itu.


"Pilihkan aku 3 gaun yang menurutmu bagus untuknya"menatap kearah Caca.


Pemilik butik itu akhirnya memilihkan gaun malam yang super mewah dan indah tentunya.


"Yang warna hijau itu terlalu terbuka di bagian dadanya,yang warna hitam dan merah itu terlihat begitu seksi,bahkan jika ia memakainya,bentuk tubuh gadisku pasti akan menarik perhatian para pria yang tengah kelaparan"ucap Kenzo yang mulai mengomentari tiap gaun yang dipilihkan oleh pemilik butik tersebut.


"Maaf tuan bukan maksud saya memilihkan gaun yang tak pantas untuk nona kenakan,kami masih ada satu gaun lagi,tapi masih ada di dalam,karena baru selesai di jahit"jelasnya dengan raut wajah yang sudah pasti terlihat pucat jika wajah pemilik toko itu tak di poles oleh make up tebalnya.


"Cepat bawa kemari,jika tak ada satu gaun pun yang cocok untuk dikenakan olehnya,jangan harap keluarga kami akan tetap menjadi langganan butikmu lagi"ucap Kenzo tegas tapi terkesan mengancam.


Caca melihat raut wajah pemilik butik sudah mulai cemas dan takut,gadis itu langsung menyikut pria yang saat ini duduk tepat di sebelahnya.


Kenzo hanya melihat kearah Caca tanpa banyak berkomentar,karena pria itu tahu,jika Caca pasti akan protes dengan perkataan yang ia lontarkan pada wanita pemilik toko tadi.


Pelayan butik dan pemiliknya pergi mengambil gaun yang Kenzo minta.


"Kenapa kau bicara seperti itu tadi,apa kau tahu bagaimana perasaan mereka,huh.......dasar orang yang tidak peka"gerutu Caca yang melipat kedua tangannya di dada.


"Bukan maksudku begitu sayang,aku hanya ingin memberikan dia sebuah motivasi,agar memunculkan desain yang lebih bagus lagi"kilah Kenzo yang tak ingin gadisnya ini marah padanya.

__ADS_1


"Tapi bukan dengan cara seperti itu, bagaimana jika kau yang berada di posisinya,apa yang akan kau lakukan,sudah pasti kau akan bernasib sama dengannya yang hanya bisa pasrah dan menerima dengan komentarmu yang begitu pedas ditelinga tuan Kenzo Narendra"jelas Caca panjang lebar.


"Baiklah aku yang salah,kau jangan marah padaku ya"bujuk Kenzo menggenggam tangan Caca erat.


"Huh.........aku memang tak bisa berlama-lama marah padamu,kau pasti mengeluarkan jurus mautmu yang berlagak lugu seperti ini"menatap kesal kearah kedua mata Kenzo.


"Hahahaha.....kau memang calon istri idaman,aku mencintaimu"mencium kening Caca tanpa aba-aba.


"Hei apa yang kau lakukan, bagaimana jika........."belum selesai Caca berkata,gadis itu melihat para pelayan dan pemilik butik mematung melihat adegan romantis CEO Kenz Corp itu.


"Lupakan apa yang kalian lihat, kami hanya bercanda"jelas Caca pada mereka yang melihat adegan romantisnya dan Kenzo.


"Tidak apa-apa nona,dalam hubungan yang di dasari atas rasa cinta pasti akan memperlihatkan betapa besar cinta antara keduanya"jawab pemilik butik itu.


"Kau dengar sayang,mereka itu pengertian,jadi kau tak perlu khawatir saat aku ingin mencintaimu disini ya"mendekat kearah Caca ingin kembali mencium kening gadis itu,namun Caca menahan mulut Kenzo dengan menutup mulut pria itu.


"Hahahaha......kau jangan kekanakan SAYANG,mari kita lihat gaun yang mereka bawa"ucapan Caca sambil menekan kata sayang serta melebarkan kedua matanya kearah Kenzo,pertanda jika gadis itu tengah menahan kekesalannya.


"Baiklah,ayo kita lihat gaunnya"jawab Kenzo dengan raut wajah cemas.


"Gaun ini sangat pas untuk gadisku, tidak terlalu terbuka,namun masih terlihat indah"tersenyum kearah Caca.


"Kalau begitu kita ambil itu saja ya"ucap Caca yang ingin segera keluar dari tempat itu,karena ia tahu jika berlama-lama di sana,Kenzo pasti akan berbuat sesuatu yang lebih menjengkelkan lagi.


**************


Di tempat lain, Jasmine dan Jack tengah berada di ruang make up.


"Apa masih lama dia akan datang?"tanya Jasmine pada Jack yang sibuk dengan laptopnya.


"Sebentar lagi, tunggulah sebentar lagi, memangnya kau mau kemana?"tanya Jack yang masih fokus dengan laptopnya.


"Huh......aku hanya bosan saja berlama-lama disini, apalagi bersamamu"menatap sinis kearah pria yang dianggapnya sinting.

__ADS_1


"Hah...... seharusnya kau bahagia bisa berada satu ruangan bersamaku Jasmine,kau termasuk dalam kategori orang beruntung"terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Ya.....ya.....ya......terserah kau saja,tak heran jika kau pintar dalam berbicara,kau memang besar kepala,upppssss...... salah,bukan besar kepala tapi kepala besar bleeeee......"ledek Jasmine sambil menjulurkan lidahnya.


Jack langsung berhenti mengutak-atik laptopnya,pria itu mendekatkan kearah Jasmine yang tengah duduk di sebuah sofa.


Jack terus mendekat kearah gadis itu dan.......


"Apa yang mau kau lakukan?"tanya Jasmine sambil menatap Jack Wilson sinis.


"Kau ingin tahu apa yang mau aku lakukan padamu?"tanya Jack balik.


Jack semakin mendekat kearah gadis itu, Jasmine yang mulai salah tingkah langsung menutup kedua matanya.


"Hahahaha.........."tawa Jack pecah seketika.


Jasmine membuka kedua matanya dan menatap Jack penuh amarah,bahkan jika bisa ia ingin sekali memukulnya tanpa ampun.


"Apa yang kau lakukan hah,apa kau mengira aku akan menciummu"ucap Jack.


Ucapan Jack seakan membangkitkan amarah Jasmine yang sempat gadis itu tahan tadi.


"Aku tak akan mungkin melakukan itu"tawa Jack kembali pecah.


"Kau benar Jack Wilson,kau tak akan mungkin melakukan itu semua,tapi jika itu aku yang melakukannya,pasti menjadi mungkin"ucap Jasmine mendekat kearah jack dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir pria itu.


Jack yang mendapat serangan tak terduga dari Jasmine hanya bisa membelalakkan matanya.


Pria itu benar-benar kaget dengan apa yang Jasmine lakukan.


Like like like ya readers 😉


Maaf kalok masih banyak typo 😊

__ADS_1


Happy reading 😘😘😘


__ADS_2