
83
Keesokan harinya Jack membawa Jasmine kerumahnya untuk membahas masalah pernikahan mereka.
"Calon istriku hari ini aku dan Mama akan membahas pernikahan kita"jelasnya sambil berjalan menuju ruang tamu dan bergandengan tangan.
"Apa kau yakin dengan semua ini, bukannya kau sangat mencintai......."belum selesai Jasmine berbicara Jack terlebih dulu memotong nya.
"Aku yakin jika aku sudah jatuh cinta padamu"menyentuh pipi tunangannya.
"Apa kau perlu bukti sayang,mari aku tunjukkan di sini sekarang juga"sambil mendekat kearah wajah gadis itu.
"Stop.......oke aku percaya"tersenyum kikuk dengan wajah yang mulai bersemu merah.
"Tapi aku ingin membuktikan padamu sayang,kalau aku benar-benar mencintaimu".
"Sudah Jack,aku tak ingin kau menggodaku lagi"berjalan lebih cepat dari langkah Jack Wilson.
"Kau lucu sekali sayang"tawa pria itu pecah melihat tingkah konyol calon istrinya.
"Wah...... sepertinya ada bunga bertebaran dirumah ini"ledek Sarah pada keduanya.
Jasmine sangat malu dengan ledekan mertuanya itu.
"Ada angin apa kalian berdua kemari".
"Aku dan Jasmine ingin membahas pernikahan kami Ma"jawab Jack sambil menatap Jasmine.
"Apa kalian serius ingin segera menikah?"tanya Sarah yang nampak ragu dengan pilihan putranya.
Pasalnya ia tahu jika dari awal pertunangan keduanya itu tak di dasari rasa cinta satu sama lain.
"Iya Ma,kita serius"tersenyum kearah ibunya.
"Baiklah jika kau benar-benar serius dengan rencana ini,kita langsungkan 2 hari lagi saja"jawab Sarah dengan santainya.
"Apa?"suara Jack dan Jasmine secara bersamaan menggema di seluruh ruangan itu.
"Kenapa kalian begitu terkejut,bukankah kalian ingin segera menikah,itu waktu yang tepat nak".
"Tapi apa tak terlalu cepat Ma"ucap Jasmine masih dengan suara terdengar ragu.
"Tidak sayang, Mama yang akan mengurus semuanya dan kalian berdua hanya tinggal mempersiapkan diri saja"Sarah tersenyum kepada mereka berdua.
"Dan satu lagi,kalian berdua tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan".
"Tapi Ma,jika aku rindu padanya bagaimana?"tanya Jack sambil menatap ibunya dengan mata sendu.
__ADS_1
"Masih ada panggilan video sayang,kenapa kau menjadi bodoh saat kau jatuh cinta pada Jasmine"tersenyum dengan tingkah laku putranya.
"Akhhhhhh..... hentikan Ma, baiklah aku mengalah kali ini"dengan bibir yang mengerucut.
"Kalau begitu cepat antarkan pulang menantu Mama itu"sambil menaik turunkan alisnya.
"Siap nyonya Wilson".
Jack menggenggam tangan Jasmine dan membawanya keluar dari rumahnya.
Saat di dalam mobil tangan keduanya masih tetap saling genggaman.
"Aku tak yakin selama 2 hari kedepan bisa menahan rindu padamu sayang".
"Jack kau jangan seperti anak kecil,kau itu sudah besar"mencubit hidung Jack dengan keras.
"Awwww.....sakit sayang,apa kau tega membuat hidung calon suamimu membesar seperti jambu kristal".
"Hahahaha.....kau sendiri yang memintanya sayang"masih tertawa dengan kekonyolan Jack Wilson.
"Aku mencintaimu Jasmine".
"Aku juga mencintaimu sayang"mencium pipi Jack Wilson.
"Apa ini sebuah sinyal jika aku boleh melakukan hal yang lebih dari hanya ciuman di pipi saja"goda Jack pada Jasmine.
"Jack kau harus bisa menahan diri,ini bukan godaan,tapi sebuah latihan agar kau kuat selama 2 hari kedepan tak bertemu denganku".
"Hahahaha.....kau lucu sekali sayang"tawa Jasmine pecah, begitu pula dengan Jack Wilson.
*****************
Di kediaman keluarga Narendra sudah ada tamu yang tak lain Sarah Wilson.
"Saya datang kemari ingin memberitahu Anda nyonya dan tuan Narendra jika pernikahan anak-anak kita akan dilaksanakan 2 hari lagi"ucap Sarah.
"Kenapa Jasmine tak memberitahu kami masalah ini?"tanya Farhan yang kebingungan.
"Sebenarnya anak-anak baru tadi pagi membahas ini dengan saya,jadi jangan salahkan mereka, keduanya masih dimabuk cinta jadi masih terfokus dengan perasaan yang sedang berbunga-bunga"sambil tersenyum mengingat tingkah konyol Jack dan Jasmine.
"Hahahaha.....anda bisa saja nyonya"sahut Farah pada besannya itu.
"Saya akan mengurus semuanya,pesta akan dilaksanakan di rumah kami".
"Baik nyonya Wilson,kami serahkan semua pada anda" Farah tersenyum kearah Sarah Wilson.
************
__ADS_1
Di rumah Kenzo pria itu baru bangun dari tidurnya,saat dirinya ingin memeluk sang istri, tangannya tak menangkap apapun di sebelahnya.
"Caca kemana"sambil mengerjapkan matanya.
Pria itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamarnya,namun orang yang ia cari tak ia temukan.
Kenzo langsung bangun dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.
Saat melihat kearah ruang makan, senyum nya terukir indah.
Pria itu perlahan berjalan kearah Caca yang sedang sibuk menata makanan di meja makan.
Greeepppp
"Sayang kau sudah bangun"menatap Kenzo kemudian mencium pipi suaminya.
"Aku rindu padamu sayang"mempererat pelukannya dari belakang.
"Ini sudah siang sayang,jika kau ingin merayu kata-katamu itu sudah tak bisa aku terima lagi,ayo cepat makan siang dulu".
"Tidak mau,aku masih ingin tetap seperti ini".
Caca membalikkan badannya dan posisi mereka saat ini saling berhadapan.
"Calon Papa dari anak-anak Mama harus makan dulu ya,biar sehat dan tak mudah sakit,supaya bisa bekerja dan menabung uang untuk anak-anak kita"menangkup wajah suaminya dengan kedua tangan lembutnya.
"Apa kau ingin segera menjadi Mama?"tanya Kenzo pada Caca sambil menarik pinggang istrinya.
"Tentu saja sayang,aku ingin menjadi wanita seutuhnya untuk keluarga kecil kita"tersenyum kearah suaminya.
"Kalau begitu mari kita tabur benih lebih sering lagi"menggoda sang istri.
"Sayang kau harus makan dulu,perutmu pasti lapar kan?".
"Ayo kita makan dulu,setelah itu olahraga siang harus kita lakukan agar Kenzo junior bisa tumbuh disini"menyentuh perut Caca yang masih datar.
Setelah keduanya selesai makan,Kenzo tak lupa dengan ucapannya tadi,ia langsung menggendong sang istri ke kamar.
"Sayang lepaskan aku,kita baru selesai makan".
"Kau tunggu di sini saja ya,aku mandi dulu"meletakkan sang istri di atas tempat tidur, kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Setelah beberapa menit dalam ritual mandinya, akhirnya Kenzo keluar tanpa sehelai benangpun yang menempel di kulitnya.
"Sayang apa yang kau lakukan"menutup kedua matanya dengan tangannya.
"Akan aku penuhi janjiku saat di meja makan tadi".
__ADS_1
Kenzo langsung mendorong tubuh Caca sampai istrinya terlentang di atas tempat tidur dan olahraga siang yang begitu menguras tenagapun terjadi sampai 2 jam mereka masih tetap mengeluarkan keringat tanpa rasa lelah.
jangan lupa baca juga novel author yang kedua ya readers, judulnya "Pacaran Setelah Menikah"langsung klik profil aku aja😘😘😘😘