
Kenzo dan Caca mulai menjauhkan pangutan mereka secara perlahan.
Wajah Caca masih memerah dan mata gadis itu masih tetap terpejam.
Beda dengan pria yang ada dihadapan Caca saat ini,dia tersenyum melihat wajah gadis itu yang bersemu merah.
"Hei bukalah matamu nona,apa jangan-jangan kau masih ingin kita mengulangnya lagi?"pertanyaan Kenzo membuat mata Caca terbuka lebar.
Gadis itu berusaha mendorong tubuh Kenzo dan menjauhkan diri darinya.
"Hahahaha......kenapa kau menjauh dariku,apa benar kau menginginkannya lagi?"ledek Kenzo pada sekretarisnya.
"A-apa yang kau ucapkan Kenzo,aku tak ada pikiran macam itu"kilah Caca yang wajahnya semakin memerah.
"Benarkah,tapi kenapa wajahmu memerah seperti kepiting rebus nona Caca?"lagi-lagi Kenzo meledek sekretarisnya.
"Sudahlah Kenzo,kau jangan terus meledekku"mengalihkan diri dengan bermain pasir membentuk sebuah istana.
Kenzo tersenyum sambil berjalan kearah Caca yang sedang sibuk membuat istana pasirnya.
"Apa kau pernah membuat istana pasirmu sendiri"tanya Caca yang masih sibuk bergulat dengan istana pasir buatannya.
"Tidak pernah"jawab Kenzo singkat masih memperhatikan Caca yang sibuk membuat istana pasir yang hampir selesai itu.
"Apa kau ingin mencobanya"dengan senyuman manis gadis itu menawarkan Kenzo membuat istana impiannya.
"Bolehkan?"tanya Kenzo dengan wajah penuh tanda tanya.
"Hahahaha......kau ini aneh Kenzo,tentu saja boleh,kalau kau ingin mencobanya silahkan buat di samping istana pasirku"ucap Caca dengan senyum merekah.
Tanpa pikir panjang pria itu langsung membuat istana pasirnya.
__ADS_1
Dengan susah payah Kenzo membuatnya,namun saat Caca melihat karya bosnya itu,tawanya pecah.
"Hahahaha......Kenzo kau membuat istana pasir atau tempat tinggal kelomang sih hahahaha....."tawa Caca terus pecah melihat istana pasir yang Kenzo buat.
Pria itu hanya bisa menatap sekretarisnya dengan raut wajah kesal.
"Ya kau benar,aku sedang membuat tempat tinggal kelomang,dan kelomang itu sekarang sedang tertawa terbahak-bahak"sindir CEO Kenz Corp tersebut.
Seketika tawa Caca terhenti karena ucapan Kenzo yang seakan menyindir dirinya.
"Siapa yang kau sebut kelomang tertawa,apa aku?" Caca menatap tajam Kenzo yang sedang tersenyum kearahnya.
"Kau pintar sekali nona,kelomangku memang yang terbaik,selain cantik dia juga pintar"ledek Kenzo yang mendapat tatapan membunuh dari Caca.
Gadis itu langsung bangkit dari duduknya dan mendekat kearah Kenzo.
"Kau benar tuan,aku memang seekor kelomang cantik yang suka mencapit musuhnya,apa kau ingin tau bagaimana rasanya dicapit oleh kelomang betina yang sedang dalam mode kesal tingkat akut?"tanya Caca sambil menunjukkan gigi putihnya yang siap menggigit Kenzo.
"Hei Kenzo Narendra berhenti kau,aku pasti akan mencabik-cabik dagingmu dengan capitku"sambil berlari mengejar Kenzo.
"Hahahaha......dasar kau gadis konyol, dimana-mana jika ingin mencapit itu menggunakan alat capit bukan gigi putihmu hahahaha......dasar kelomang betina yang konyol"teriak Kenzo masih terus berlari menghindari Caca.
"Huh...huh...huh.....sudah Kenzo aku menyerah,aku tak ingin mengejarmu lagi,aku menyerah Kenzo......"teriakan Caca membuat langkah kaki seribu Kenzo terhenti dan melihat kearah Caca yang sedang terengah-engah.
Pria itu menghampiri Caca dan membungkukkan badannya membelakangi gadis itu.
"Apa yang kau lakukan"tanya Caca bingung.
"Naiklah ke punggungku"jawab Kenzo.
"Tidak usah aku bisa jalan sendiri,lagi pula aku masih kuat"bantah Caca yang masih tak ingin menerima kebaikan bos tampannya itu.
__ADS_1
"Aku hitung sampai tiga,jika kau tak mau,aku pastikan kau habis saat ini juga"ancam Kenzo yang membuat Caca bergidik ngeri.
Mau tak mau,gadis itu naik ke punggung bosnya dan Kenzo berjalan menuju tempat parkir mobilnya.
Diperjalanan menuju tempat parkir, keduanya tak ada yang membuka suara,hanya suara ombak yang terdengar dan sentuhan angin yang mereka rasakan pada kulit mulus keduanya.
Caca menghirup wangi maskulin dari tubuh Kenzo,begitu pula dengan pria itu yang mencium wangi strawberry yang sangat memabukkan baginya,wangi itu adalah wangi khas tubuh gadis yang sangat ia cintai.
"Apa kau merasa nyaman aku gendong?"tanya Kenzo sambil terus berjalan menelusuri pantai dengan pasir berwarna putih itu.
"Tidak,biasa saja"kilah Caca dengan deguban jantung yang tak dapat dijelaskan lagi.
"Benarkah,tapi kenapa jantungmu terasa berdetak kencang ya?"ledek Kenzo sambil terus tersenyum.
"Jika jantungku tak berdetak,itu tandanya sudah mati tuan Kenzo"ucap Caca yang tak ingin kenzo curiga.
"Oh aku kira kau mulai jatuh cinta padaku nona hahahaha...."tawa Kenzo kembali pecah.
"Huh.....terserah kau saja"Caca mulai kesal dengan Kenzo,gadis itu sambil memajukan bibirnya.
Setelah beberapa menit berjalan sambil membawa Caca di punggungnya, akhirnya mereka sampai di mobil.
Keduanya masuk dan berjalan kearah Villa.
Didalam mobil tak ada percakapan apapun,sampai di depan Villa pun tak ada percakapan antara keduanya,Kenzo dan Caca langsung masuk kedalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Like like like like ya readers
Maaf kalok masih banyak typo 😊
Happy reading 😘😘😘
__ADS_1