
Like like like like like like ya readers
Tap love juga jadikan favorit ya.....
Setelah sampai direstoran Caca dan Kenzo turun dari mobil menuju pintu masuk restoran tersebut.
Caca duduk berhadapan dengan Kenzo, keduanya tengah memilih menu apa yang akan mereka makan.
Caca memesan spaghetti dan jus lemon, sedangkan kenzo memesan soup dan green tea.
Beberapa menit pesanan datang,pelayan menyajikan semua pesanan diatas meja.
Kenzo melihat makanan yang Caca pesan geleng-geleng kepala.
"Hei apa kau suka sekali makan makanan seperti itu"sambil mengarahkan tatapannya kearah spaghetti yang Caca pesan.
"Hmmmmmmm"jawab Caca.
"Makanlah makan bergizi agar kau tak kurus seperti tengkorak hidup"ucapan Kenzo sontak membuat Caca menatap pria itu sinis.
"Saya ini tidak kekurangan gizi, memang tubuhku saja yang sudah begini bentuknya dan biar saya jelaskan ya pak,saya ini bukan tengkorak hidup tapi tubuh saya ini tubuh ideal,anda paham pak Kenzo"jelas Caca pada bosnya namun pria itu terlihat masa bodo dengan apa yang Caca ucapkan.
"Sial,ini orang ngeselin amat ya,kalok aja bukan bosku sudah ku hajar kau"gerutu Caca dalam hati.
"Jangan banyak bicara,habis kan makananmu itu"ucap Kenzo yang tak ingin mendengar ocehan Caca.
Tiba-tiba.....
"Aaaaaaak.......buka mulutmu"pinta Kenzo pada Caca sambil menyodorkan makanannya.
Caca heran dengan kelakuan bosnya ini, moodnya tak bisa diprediksi kadang dingin seperti es balok kadang hangat.
"Bodo amatlah,aku tak akan mau menerima suapan darimu dasar bos gila"umpat Caca dalam hati.
"Kecuali kau sudah mengancam ku dengan senjata pamungkas mu hiks hiks hiks...."tangis Caca dalam hati.
"Saya tidak suka soup pak"tolak Caca dengan alasan yang sudah pasaran.
"Benarkah?meskipun dengan memotong......"Kenzo belum menyelesaikan kalimatnya Caca langsung melahap soup yang pria itu berikan padanya.
"Bagus,ternyata kau tanggap juga ya"Kenzo tersenyum meledek.
"Aku tau kau akan memakan soup yang ku berikan Ca, hahahaha ternyata senjataku masih berguna"masih terus tertawa menang dalam hati nya.
**********
Dikediaman keluarga Narendra sepasang suami istri tengah menikmati hembusan angin dan hamparan bunga yang bermekaran.
Kedua insan manusia itu nampak terlihat sangat bahagia dengan suasana yang begitu menyenangkan,karena jarang sekali disebuah kota besar bisa menikmati keindahan alam yang begitu indah yang ada hanya gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Keluarga Narendra memang membuat taman bunga dibelakang pekarangan rumah mereka,agar dapat merasakan keindahan alam meskipun dengan versi kecil,bagi mereka sudah cukup,pekerjaan yang membuat keluarga ini jarang sekali berlibur bahkan sekedar berkumpulpun sangat jarang karena sibuk dengan urusan kantor.
Beberapa bunga ditanam langsung oleh ibu Kenzo karena wanita paruh baya itu sangat menyukai bunga mawar merah dan putih disamping itu juga ada kolam ikan yang membuat pemandangan semakin indah.
"Apa papa sudah menyelidiki Caca yang dimaksud oleh putra kita?"tanya istrinya.
__ADS_1
"Sudah ma,tapi papa masih belum bisa memastikan karena informasi tentang wanita itu sangat terkunci rapat,tapi anak buah papa mengabarkan jika dia keluar masuk disebuah apartemen,papa curiga dengan tempat itu ma dan bawahan papa masih terus mengawasi wanita itu"jelas ayah Kenzo sambil menepuk-nepuk tangan istrinya.
"Mama memang sejak awal sudah tidak yakin dengan wanita itu pa,insting seorang ibu tak akan pernah salah"sambil menatap lembut suaminya.
"Kebenaran pasti akan terungkap ma, sepandai-pandainya tupai melompat pasti suatu saat akan jatuh juga"menenangkan sang istri yang menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya itu.
************
Jack tengah berada diruangannya.
Tok tok tok
"Ya silahkan masuk"jawab Jack.
"Maaf pak saya mengganggu,kedatangan saya kemari ingin konsultasi"ucap mahasiswa itu kemudian diangguki oleh Jack dan keduanya langsung pada inti pertemuan mereka.
Setelah kurang lebih 1 jam, mahasiswa tadi keluar dari ruangan dosen tampan tersebut.
"Caca sudah makan siang belum ya?lebih baik aku kirim pesan saja"mengambil handphone nya dari saku celananya dan mengetik beberapa kata.
๐Jack
Sayang apa kau sudah makan?
13 menit kemudian handphone Jack berdenting.
๐Caca
Sudah Jack,kau sendiri bagaimana?
๐Jack
Caca yang melihat emoticon yang Jack kirim padanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat handphonenya.
๐Caca
Kau harus makan,jika terus menerus dibiarkan kau bisa sakit.
๐Jack
Tidak.
"Seperti nya aku harus mengeluarkan sedikit jurusku padanya"senyum jahil Caca mulai mengembang.
๐ Caca
Makanlah,kumohon sayang๐
Jack yang mendapat pesan itu dari Caca tersenyum-senyum sendiri.
๐Jack
Baiklah sayang,karena kau telah membujukku dengan keras aku akan makan siang๐
Aku mencintaimu Orieza Zativa ๐
__ADS_1
Caca yang menerima pesan Jack Wilson sontak tertawa.
"Hahahaha..... sungguh lucu sekali"lanjut dengan tawanya.
Semua tingkah laku Caca tak luput dari perhatian Kenzo yang membuat pria itu penasaran apa yang membuat sekretaris ini sampai tertawa seperti tadi.
"Apa yang kau tertawakan?"tanya Kenzo dengan wajah penuh selidik sekaligus mengintimidasi.
Caca yang gelagapan dengan pertanyaan bosnya badan gadis itu mematung dan arah tatapan nya masih menatap layar ponselnya dan wajah Kenzo bergantian.
Kenzo yang melihat gelagat aneh pada sekretaris nya langsung mengunci tatapannya pada ponsel yang Caca pegang.
"Apa dia sedang berkirim pesan dengan kekasihnya yang genit itu"pikir Kenzo.
Pria itu yang mulai terpancing rasa emosinya,lebih tepatnya cemburu kali ya๐๐ menghampiri Caca mengambil ponsel dari tangan sekretaris nya.
Saat melihat ponsel itu mata Kenzo langsung melotot hendak keluar dari tempatnya,karena isi chat yang begitu mesra,bahkan sekretaris nya memanggil dosen genit itu dengan sebutan"sayang".
"Jadi kau dari tadi sibuk membalas pesan dari kekasihmu,sampai kau tertawa seperti tadi?"tanya Kenzo sambil menunjukkan semua chat yang ada di ponsel Caca.
Caca hanya bisa diam karena telah tertangkap basah oleh bosnya.
Gadis itu menundukkan kepalanya.
"Maaf pak,ini memang salah saya"masih tetap dengan posisi kepala menghadap ke bawah.
"Kau akan menerima hukuman, bersihkan semua toilet di gedung yang kita pijak saat ini,jika setelah persiapan pesta ini sudah beres kau masih belum menyelesaikan hukumanmu,kau tak boleh pulang"perintah Kenzo yang tak dapat diganggu gugat.
Caca yang menyadari kesalahannya karena saat jam kerja dirinya bermain ponsel,gadis itu bergegas membersihkan toilet gedung itu.
Kenzo masih meremas ponsel Caca dengan wajah merah padam.
Setelah beberapa jam semua persiapan pesta telah selesai dan sekretaris Kenzo itu masih belum keluar menunjukan batang hidungnya.
"Kenapa lama sekali dia,apa dia sedang bertapa disana sampai saat ini masih belum keluar juga"gerutu Kenzo yang masih mondar mandir menunggu Caca.
Ponsel Caca berbunyi.
"Dosen genit ini lagi,awas saja kau"mengangkat telepon Caca.
"Halo...."suara Kenzo datar.
"Ini siapa,dan Caca kemana?"tanya pria yang berada diseberang telepon itu yang tak lain Jack Wilson.
"Saya bosnya, sekretaris saya sedang sibuk,mungkin ada pesan yang bisa saya sampaikan pada Caca"suara Kenzo tetap datar yang membuat sang pendengar terasa sedang berbicara dengan orang yang tak normal.
"Bisakah kau memberika ponsel itu kepemilikannya,aku sedang menunggu dia didepan kantormu untuk menjemput nya"pinta Jack pada Kenzo dengan suara yang tak kalah datarnya.
"Cih,jangan harap kau bisa selalu dekat dengannya,tak akan kubiarkan wahai dosen genit"umpat Kenzo dalam hatinya.
"Jika kau hanya ingin mengganggu pekerjaan sekretaris ku,lebih baik kau pulang saja,biar aku nanti yang mengantarkannya pulang"panggilan langsung diakhiri oleh Kenzo.
"Enak saja kau ingin berduaan dengan Caca,aku tak akan membiarkan kau mencari kesempatan itu,dasar dosen genit"gerutu Kenzo yang masih menunggu kedatangan Caca dari toilet.
Like like like like like like ya readers
__ADS_1
Maaf kalok masih banyak typo ๐
Happy reading ๐๐๐