
Pagi itu.
Brams yang sedang membersihkan motor nya, melihat sebuah mobil masuk ke dalam halaman rumah, ia pun berdiri tegak melihat siapa yang datang sepagi ini.
"Kak Brams."
Brams tersenyum saat melihat Itu adalah teman lama Tama yaitu Jovi yang bekerja di luar negri.
"Jovi, Apa kabar."
"Kapan kau kembali?."
"Tadi malam Kak, kakak bersih-bersih motor, mau kemana, ketemu pacar ya."Ucap Jovi. Brams tertawa kecil.
"Tidak, bersih-bersih saja."Balas Brams.
Di tengah obrolan mereka, Tama keluar dari rumah dan tersenyum senang melihat kedatangan Jovi.
"Hei Tama. Sang calon pengantin." Ucap Jovi.
"Kenapa kau tidak memberi tahu ku kau pulang?." Tanya Tama.
"Kejutan untuk mu, ngomong-ngomong selamat untuk pernikahan mu yang sebentar lagi." Ujar Jovi.
Senyum Tama lekas memudar perlahan, ia menatap Sang kakak yang memandangi nya juga.
"Aku mau keluar, bagaimana kalau kita santai di cafe."Ucap Tama.
Jovi melihat reaksi yang tidak biasa dari Tama yang seolah menghindari ucapan nya tadi.
__ADS_1
"Em, baik lah." Balas Jovi.
"Kak Brams, kau ingin ikut??" Tanya Jovi.
"Kalian saja." Balas Brams, Jovi pun mengangguk.
"Tama, jangan lupa kau sudah janji untuk mencoba Jas mu." Ucap Brams.
"Iya." Balas Tama dingin.
agak canggung situasi nya, Jovi pun segera pamit lalu mengikuti Tama yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil Jovi.
Brams melihat sang adik pergi, ia menghela nafas berat, mengelengkan kepala nya, karena sudah dekat hari pernikahan, Tama masih belum mencoba jas yang akan ia kenakan untuk pernikahan nya nanti, karena sibuk mencari Yuna untuk meminta maaf.
"Hei, kenapa kalian kau dan kak Brams begitu canggung?." tanya Jovi sembari menyetir menoleh ke arah Tama.
"Cerita nya panjang." Ucap Tama.
"Aku tidak tahu, sudah 3 Minggu ini aku mencari nya, tapi dia seolah menghilang begitu saja."Ucap Tama sendu.
"Menghilang?, bukan kah kalian akan menikah?." Jovi semakin tak mengerti dengan apa yang di katakan Tama.
"Bukan Dengan Yuna."
"Kau di jodohkan?."
"Boleh kah jangan membahas ini Jov, Aku sedang tak ingin."Kata Tama.
"Baik lah Baik lah, Apa pun yang kau hadapi hari ini, jangan merasa sendirian, Aku selalu bersama mu men." Ucap Jovi.
__ADS_1
Tama menyunggingkan senyum nya menatap Jovi yang menyetir. "Kau tidak pernah berubah."Ucap Tama.
"Yah, tapi aku bukan superhero."Balas Jovi.
Meski penasaran di dalam hati Jovi tentang apa yang terjadi dengan Tama, namun ia tak memaksa kan diri untuk bertanya, setelah ia ke cafe dan pulang kembali ke rumah, ia bersantai dengan kan Brams lagi, ia pun menanyakan pada Kak Brams apa yang telah terjadi, hingga ia tahu jalan cerita hingga Bukan Yuna yang Tama nikahi, melainkan wanita lain.
•••
Di tempat lain.
Shena yang tengah gelisah memikirkan hari pernikahan nya yang 2 hari lagi pun duduk di kamar memegangi ponsel nya, ingin rasa nya menghubungi Tama, tapi ia tahu ini tidak baik, karena Tama Pasti tidak akan suka.
"Shena."Bu Ratna menghampiri Putri nya.
"Iya Ma."
"Coba kamu tanya pada Tama, kemarin orang bridal mengatakan Tama belum datang mencoba jas, coba kamu tanya kan." ucap Bu Ratna.
"Aku Ma?."
"Iya sayang, masak hal seperti ini mau mama juga yang tanya kan, dia kan calon suami kamu."Ucap Bu Ratna.
Shena tersenyum ragu, ia pun mengangguk. setelah Bu Ratna pergi, Shena pun mencoba menghubungi Tama. Tama yang tengah berbaring di kamar melihat telefon dari shena, ia mengabaikan nya, Namun setelah berdering sekali, Ponsel itu kembali berdering, Tama pun dengan enggan mengangkat telefon itu.
"Tama, Aku ingin tanya apa kau sudah mencoba jas?." Tanya Shena.
"Sudah." balas Tama.
"Em, bagus lah kalau begitu, kau sedang apa?." Tanya Shena.
__ADS_1
"Aku sedang sibuk Shena, sudah dulu ya." Balas Tama lalu mematikan sambungan telefon sebelum Shena memberi balasan nya.
"Tam, Tama." Melihat sambungan telefon di tutup sepihak oleh laki-laki yang ia cintai, Shena pun merasa sedih, Namun ia mencoba memendam nya, mencoba mengerti, kalau ini tidak mudah bagi Tama.