Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
55 - Sean Kembali


__ADS_3

Hujan deras menguyur malam yang membuat malam yang sunyi menjadi berisik karena dentingan Air yang jatuh di atap rumah, Suara Guntur dan Kilat membuat malam semakin mencekam bagi Shena.


Shena yang baru saja menidurkan Thalia, menaruh hati-hati putri nya di keranjang tidur nya, mendorong keranjang tidur nya mendekat ke samping tempat tidur mereka. agar Thalia terjaga dan dekat dengan nya.


Karena Shena merasa sangat takut pada Guntur dan Kilat, dan berfikir Putri kecil nya pun pasti tidak akan nyaman. dekat dengan nya harapan nya putri nya selalu nyaman.


Tama yang masuk ke dalam kamar melihat Shena berbaring, menutup tubuh nya dengan selimut, hingga hanya meninggalkan kepala sampai mata yang terlihat.


Tama sangat tahu kalau Shena takut pada Guntur dan Kilat sejak dulu, Ia pun membaringkan tubuh nya di samping Shena dan memeluk wanita itu dari belakang, Shena yang merasakan pelukan Tama, membuat ia merasa nyaman, entah karena rasa takutnya, atau karena alasan yang lain, Shena tidak bisa menolak pelukan itu.


Tama tersenyum saat Shena tidak menepis tangan nya. Ia pun memejamkan mata nya, rasa lelah mengantar tidur mereka berdua malam itu.


•••


Sore itu.


Tama yang baru saja kembali dari kantor, mendapati sebuah mobil yang asing bagi nya terparkir di halaman rumah nya.


Tama pun masuk ke dalam rumah dan melihat Shena tampak terlihat bahagia bicara dengan seorang pria tampan, duduk nya mereka begitu dekat, membuat Tama tidak suka melihat nya.


Ia mengepalkan tangan nya , mecoba untuk menahan diri nya yang bertindak gegabah, ia lalu berjalan masuk.


Pria itu tersenyum dan berdiri, seolah menyambut ke pulangan Tama,wajah nya asing bagi Tama, ia tak mengenali siapa orang itu.


Shena yang melihat Tama mengepalkan tangan nya pun segera menebak kalau Tama sudah berfikir yang tidak-tidak.


Bu Ratna dan Pak Anton yang juga datang menghentikan langkah Tama ke arah Shena dan laki-laki itu.

__ADS_1


"Papa, Mama."


"Kamu baru pulang Tama?."


"Iya Pa."


"Tam, kamu sudah ketemu Sean?." Tanya Bu Ratna.


Mendengar nama Sean, Tamablansung menoleh ke arah laki-laki yang bersama Istri nya itu.


"Dia baru pulang Ma, baru akan menyapa ku."Sean berjalan menghampiri mereka yang berdiri di ambang pintu utama.


"Hi Tam, kau tak ingat pada ku lagi?." Tanya Sean tersenyum.


Wajah yang tadi nya asing bagi Tama pun, kini menjadi tidak asing setelah ia mengamati nya.


"Apa kabar Sean." Tama dan Sean saling berpelukan.


lama tidak bertemu Sean yang pindah ke luar negri belasan tahun, membuat Tama hampir melupakan Wajah sean yang ia kenal.


•••


Beberapa jam yang lalu, Shena tengah menyiapkan makan malam untuk mereka. Shena setelah di ajarkan ibu nya beberapa hari yang lalu, kini ia telah lebih bisa memasak dan merasakan masakan nya sendiri.


Di tengah memasak nya, ia mendengar suara bel berbunyi, Shena melihat jam di dinding dan berfikir Tama sudah pulang, tapi tak mungkin seawal ini pikirnya.


Saat ia membuka pintu, Shena terkejut saat orang yang datang adalah sang Kakak, dengan senang dan antusias Shena lansung memeluk Sean.

__ADS_1


"Kakak, Aku merindukan mu."Ucap Shena.


"Aku juga Shena."


"Kakak kenapa tidak memberitahu ku?, aku kan bisa menjemput kakak." tanya Shena cemberut.


"Kamu pasti sibuk mengurus keponakan ku kan, biar aku yang datang sayang."Ucap Sean.


Shena tersenyum mendengar nya, dan kembali memeluk Sean dengan bahagia.


Shena lalu melihat keluar seperti mencari sesuatu.


"Ada apa??"


"Kakak datang sendiri?." Tanya Shena.


"Iya. mama dan Papa akan datang menyusul."


"Em, pacar kakak yang kakak bilang mana?." Tanya Shena.


"Kau penasaran?". Tanya Sean terkekeh.


"Tentu saja, aku ingin tahu wanita mana yang bisa LDR begitu lama dengan kakak."Ucap Shena.


Sean kembali tertawa mendengarnya. "Nanti akan ada saat nya."Balas sean.


Shena lalu mengajak kakak nya masuk ke dalam rumah, hal pertama yang di cari Sean saat masuk adalah sang ponakan.

__ADS_1


"Dia cantik seperti mu."Ucap Sean.


"Tentu saja."Balas Shena tertawa malu.


__ADS_2