
Keesokan harinya.
Bu Ratna masuk ke dalam kamar bersama suami nya dengan mengendong cucu mereka. Shena yang sedang tertidur dan juga sudah tidak sabar sejak tadi menunggu ibu nya pulang pun di bangunkan Bu Ratna.
Mata Shena terbuka dan tersenyum senang saat melihat sang buah hati nya kini sudah ada di hadapan nya.
"Anakku ma."Shena lekas bangun dari berbaring nya. Lalu menadahkan tangan nya untuk mengendong putri kecil mereka.
Tubuh nya kecil, lebih kecil dari bayi yang lahir normal, namun tak mengapa, Shena sangat bahagia melihat buah hati nya. melihat nya ada disisinya saat ini, membuat Shena menitikkan air mata nya.
Buah hati yang ia tunggu-tunggu selama beberapa Minggu ini akhirnya telah datang ke pangkuan nya.
Tiba-tiba Seorang perawat lalu masuk ke dalam mengalihkan perhatian Shena yang menatap bayi nya, perawat ini yang di sewa oleh ayah dan ibu Shena untuk merawat cucu mereka. Namun Shena sangat terkejut saat melihat Pak Toni dan Bu Sisil juga ada disini. mereka masuk dan membuat kedua mata Shena lansung melirik ke arah ibu dan ayah nya. bertanya dengan mata nya, kenapa kedua mertua nya ada disini.
"Papa yang memberitahu mertua kamu, mereka harus tahu tentang hal ini Shena kalau bayi kamu masih ada. bagaimana pun mereka adalah nenek dan Kakek nya." ucap Pak Anton yang mengerti lirikan putri nya itu.
__ADS_1
Shena menundukkan wajah nya, ia merasa terpojok dan bersalah pada mertua nya karena ketahuan berbohong.
"Maafkan aku Pa, Ma."Ucap Shena.
"Tidak apa-apa sayang, Kami mengerti keadaan kamu, Kami juga tidak akan memberitahu Tama akan hal ini, sampai kamu siap memberitahu nya sendiri. yang penting kamu pulih dulu, begitu juga dengan bayi mu."Tutur Bu Sisil.
Bu Ratna pun agak sedih dan memikirkan kembali, kalau putri nya memiliki mertua yang baik, sangat mudah untuk memaafkan kesalahan putri nya.
Shena pun tampak tertunduk malu dan juga tidak enak dengan mertua nya yang ia bohongi. Namun meski begitu, Shena tidak menyalakan ayah dan ibu nya yang mengatakan kejujuran, karena itu hal yang salah.
Setelah beberapa saat di kamar, setelah semua nya keluar, tinggallah Shena dan Bu Ratna yang duduk menemani cucu nya.
Shena terdiam dan termenung melihat ke arah putri kecil nya itu. "Apa menurut mama begitu??" Tanya Shena.
"Iya sayang."Balas Bu Ratna.
__ADS_1
"Aku akan pikirkan lagi Ma. kalau aku siap menerima nya lagi, aku pasti akan katakan."Balas Shena.
"Kamu harus siap." Pak Anton yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar dan mendengar percakapan itu.
"Papa." Bu Ratna tahu suami nya akan memaksa putri nya, Bu Ratna menatap nya berharap dia berhenti berkata.
"Dengar Shena, setelah kamu selesai nifas, kamu harus kembali ke rumah Tama, Kami tidak setuju kamu bercerai, setelah kami pikirkan kembali, kamu sudah salah mendukung kamu menyembunyikan anak mu dari keluar Tama. Tama sudah datang dan mengakui kesalahan nya, dia sudah menyesal, kamu harus memberinya kesempatan." Ucap Pak Anton dengan tegas.
"Apa benar dia menyesal?, apa karena dia tak ingin bercerai saja,?." Batin Shena.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
selalu jaga kesehatan ya semua