
Malam itu.
Tama dan keluarga nya datang ke rumah Shena, Shena pun tampak tengah memberi susu bayi di dalam kamar, lekas di hampiri Bu Ratna yang memberi tahu Shena kalau keluarga Tama telah datang.
Shena pun segera mengakhiri memberi susu untuk pada bayi nya. Tak berselang lama, Tama pun masuk ke dalam kamar Shena, perlahan berjalan ke arah bayi yang tampak terbaring di atas tempat tidur.
Shena yang sudah berusaha menerima kembali Tama hadir di hadapan nya pun masih rada enggan melihat laki-laki itu, Mata nya hanya ia tuju pada putri nya, sementara ekor mata nya tahu kalau Tama telah mendekat.
Bu Ratna pun menepuk pundak Tama sebelum berjalan keluar, memberi waktu Tama untuk bicara dengan Shena.
"Shena, Aku minta maaf untuk semua kesalahan ku pada mu, maaf telah menyia-yiakan mu selama ini, setelah kita kembali bersama aku berjanji akan berusaha menjadi lebih baik."Ucap Tama dengan lembut.
"Tidak usah banyak janji, jalani saja."Balas Shena datar.
Tama pun mendekat ke tempat tidur, duduk di tepian tempat tidur dan melihat hangat putri kecil mereka itu.
"Boleh aku mengendong nya?." Tanya Tama. Shena mengangguk pelan dengan wajah yang datar tanpa ekpresi.
Tama pun dengan hati-hati mengendong putri kecil mereka. "Siapa nama nya?." Tanya Tama. Shena terdiam.
"Belum di beri nama, kau bisa mengusulkan kalau kau mau." Ucap Shena setelah ia diam beberapa saat.
__ADS_1
Tama tersenyum kecil. pikiran nya saat itu, mungkin belum di beri nama karena Shena masih menunggu nya.
"Kita akan cari bersama nanti."Ucap Tama.
••••
Diruang keluarga, Orang tua Shena dan Tama duduk mengobrol, mereka sangat berharap Tama bisa meluluhkan hati Shena, begitu juga dengan Shena yang harapan mereka bisa luluh dari keras nya hati untuk keutuhan keluarga mereka.
Brams pun di sana tampak duduk diam mendengar obrolan kedua orang tua mereka, sembari berharap Seperti yang di harapkan orang tua mereka.
Tak beberapa lama, Tama berjalan keluar bersama Shena sembari mengendong Gadis kecil yang sudah di beri nama Oleh Tama.
"Kami sudah memberikan nama untuk nya."Ucap Tama.
"Oh iya, siapa nama nya?." Tanya Pak Anton.
"Thalia Pratama." Ucap Shena.
"Bagus, Bagus nama nya." Balas Orang tua mereka.
Shena pun tampak menampilkan senyuman tipis nya, meski ia sebenarnya enggan untuk tersenyum, pertemuan yang seharusnya tidak lagi ia inginkan, Namun harus ia lakukan untuk menuruti keinginan kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Kalau semua sudah berkumpul, Ayo kita makan."Ajak Bu Ratna.
Semua pun beranjak berdiri dan menuju ke meja makan.
Tama masih duduk mengendong Thalia dengan hati-hati.
"Biar aku saja yang gendong, kamu bisa makan."Ucap Shena.
"Tidak apa-apa, Aku bisa, kamu makan lah, kamu harus cepat pulih."Balas Tama. ucapan yang penuh perhatian di lontarkan laki-laki itu tanpa sadar.
Bu Ratna pun tersenyum bersama Bu Sisil melihat Tama yang tampak perhatian dengan Thalia dan Shena. begitu pun pak Anton dan Pak Toni.
"Tama, malam ini menginap lah disini, Besok kita akan ke rumah baru kalian."Ucap Pak Anton.
Tama menatap Pak Anton dengan ragu ia pun mengangguk. "Baik Pa."Balas Tama.
Shena mendengar jawaban Tama yang ragu, ia tahu laki-laki itu sebenarnya tak mau menerima rumah orang tua nya, Namun semua ia lakukan agar Ia dan putri nya bisa kembali.
Shena pun memilih untuk diam saja, ia tak lagi mau berpihak pada Tama yang sejak awal sudah mengabaikan diri nya.
Menerima Tama kembali adalah keputusan orang tua nya harus ia terima untuk memberi kesempatan kedua bagi Tama.
__ADS_1