
"Jadi kapan kamu akan mengajak pacar mu kesini Sean?." Tanya Pak Anton.
"Segera Pa."Balas Sean.
"Apa Sean sudah punya pacar?." Tanya Bu Sisil.
"Sudah Mbak."Balas Bu Ratna.
Kika di sana tampak duduk diam, Ia lalu memilih untuk berjalan keluar.
"Kemana?." Tanya Shena pada Kika.
"Aku akan cari angin di luar, tetap lah disini."Ucap Kika tersenyum memegangi tangan Shena yang sempat menyentuh nya.
"Baiklah."Balas Kika.
Dada Kika terasa begitu sesak saat mendengar pria yang ia cintai kini telah memiliki wanita pilihan nya sendiri.
Di tengah obrolan mereka. Sean keluar untuk menerima panggilan telefon. saat mengakhiri panggilan telefon, ia melihat Kika duduk sendiri. Kika tersenyum kecil menatap nya, Kika sudah melihat dirinya sejak ia keluar menelepon.
"Kika, kamu kenapa disini?." Tanya Sean.
"Cari angin saja kak."Balas Kika.
"Apa kamu ada masalah?." tanya Sean dan duduk di samping Kika.
"Tidak ada kak. udara disini ternyata sejuk." Kata Kika.
"Benar."
"Apa kamu sudah punya Pacar Kika?." pertanyaan itu terlontar dari mulut Sean.
__ADS_1
Kika menoleh penuh tanya, kenapa Sean bertanya hal itu. "Belum kak."
Sean pun tiba-tiba tertawa. Membuat Kika semakin tidak mengerti.
"Pasti kamu risih karena tadi pembicaraan tentang pasangan ya, makanya kamu keluar."Ucap Sean. Kika pun tersenyum, ia mengira Sean mempertanyakan status nya karena ia ingin tahu Dirinya sedang jomblo atau memiliki kekasih.
•••
"Sayang, Aku tidak sabar bertemu dengan keluarga mu, Kau selalu saja misterius, sudah berapa tahun kita pacaran, kamu selalu saja misterius pada ku."Ucap seorang wanita yang duduk di samping Sean.
"Tapi aku tetap mencintai mu Yuna." Sean mencium tangan Yuna.
Saat mobil masuk ke halaman rumah orang tua Shena, Yuna masih tidak menyadari kalau Sean adalah kakak nya Shena.
"Kakak." Shena memanggil Sean dengan semangat saat ia tahu kakak nya telah kembali.
Semua keluarga di dalam telah berkumpul, begitu juga dengan Tama yang tengah mengendong Thalia dalam gendongan nya. bahkan Kika juga ada disana untuk melihat siapa wanita yang begitu beruntung mendapatkan Sean.
jantung Yuna berdetak kencang, Bahkan kaki nya seolah tidak lagi mampu menopang tubuh nya.
"Yuna, ada apa?, ayo masuk."Ajak Sean.
"Sean."
"Yuna, jadi ini pacar kakak yang kakak pacari selama bertahun-tahun?." Tanya Shena.
Yuna tak bisa berkata, terlebih saat Tama berjalan mendekati nya.
"Kalian sudah saling kenal?." Tanya Sean bingung.
"Kami sangat saling mengenal Kak, bahkan kakak pun tak akan menyangka hal itu." Shena merasa sangat geram saat melihat Yuna adalah Wanita yang di pacari sang kakak hampir 3 tahun ini.
__ADS_1
Bu Sisil dan Bu Ratna pun ikut menghampiri Yuna, Bu Ratna lalu melayangkan satu tamparan di pipi wanita itu.
"Mama." Sean kaget. ia menghentikan ibu nya yang ingin memberi lagi 1 tamparan.
"Berani nya kau pacaran dengan putra ku selama ini, dan berpacaran dengan Menantu juga dulu. dasar wanita tidak tahu malu."Bentak Bu Ratna.
"Apa?."
Tama menatap Yuna penuh kecewa, ternyata ia hanya sebagai pelampiasan Yuna saja karena Sean yang jauh di luar negri.
"Sean." Yuna menangis menatap Sean.
"Jelaskan pada ku Yuna, apa itu benar?." Tanya Sean dengan suara datar. Yuna diam dan menangis.
"Jawab!." Bentak Sean pada akhir nya.
"Iya, Iya, Aku selingkuh dengan Tama, Karena aku kesepian Sean, Aku tidak bisa pacaran jarak jauh. kau juga tak pernah mengenali ku pada keluarga mu, aku pikir kau tidak serius pada ku, Maafkan aku Sean." Yuna menangis sesegukan.
"Pergi dari sini."
"Pergi!." Teriak Sean. Yuna masih tak ingin beranjak dari sana. Ia ingin Sean memaafkan nya. Ia sungguh tak lagi peduli pada Orang-orang yang melihat nya.
"Sean, maafkan aku, kau harus mengerti, aku juga butuh kepastian."Ucap Yuna.
"Shena, Tolong jelaskan padanya, kalau Tama saja punya kesempatan itu, kenapa aku tidak."Ucap Yuna.
"Apa kau tidak malu mengatakan ini?."Tanya Shena dengan kesal pada Yuna.
Sean tiba-tiba memegangi tangan Yuna, lalu menyeret nya keluar dari rumah.
"Pergi dari sini, dan kembali semua uang, Mobil, yang ku berikan selama ini pada mu, termaksud uang kuliah mu." Ucap Sean.
__ADS_1
Yuna pun hanya bisa menangis, melihat Sean pergi meninggalkan nya setelah itu.