Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
28 - Shena Sakit


__ADS_3

Saat Tama pulang, Ia melihat Shena berbaring membelakanginya di tempat tidur. Ia pun menghiraukan nya dan Menganti pakaian nya, lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur.


Shena yang menutup mata belum tidur pun membuka mata nya, Mata nya bengkak karena terus saja menangis.


•••


Keesokan harinya.


Tama terbangun dan heran melihat Shena tidak beranjak dari tempat tidur. karena biasanya Shena akan bangun menyiapkan sarapan untuk nya. meski pun ia tidak memakannya.


Tapi, sampai Tama akan berangkat bekerja, Shena masih belum juga bangun dari tidur. Tama seperti biasa menghiraukan wanita itu dan berangkat bekerja, tanpa mengetahui kalau wanita itu sedang sakit dan tak sanggup mengerakkan tubuh nya.


•••


Kika yang mendengar kabar dari Shena kalau seseorang melihat Tama sedang bersama Yuna pun khawatir dan mencari Shena ke rumah, namun rumah itu terkunci dan tampak sepi.


Hari sudah larut, Kika tertidur dan tak membaca pesan Shena, hingga saat siang hari saat jam makan siang, ia baru sempat melihat ponsel nya dan mendapatkan pesan dari Shena. Kika buru-buru datang ke rumah Shena Karena perasaan nya tidak enak.


"Apa Shena pergi ya?." Batin Kika.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Kika masih mencoba untuk mengedor pintu kamar itu, berharap Shena membukakan untuk nya.


"Mobil Shena ada, dia pasti ada di dalam." gedoran pelan perlahan berubah menjadi kuat.


Tak juga mendapatkan respon, Kika semakin khawatir, takut Shena akan melakukan hal nekad, seperti bunuh diri contoh nya.


Dalam kepanikan nya, Kika menghubungi Bu Ratna. Kika juga menghubungi Tama, namun Tama tengah meeting dan tidak tahu tentang telefon Kika.


Kika memberitahu Bu Ratna kalau Shena tidak bisa di hubungi dan rumah nya di ketuk pun tidak ada jawaban.


Saat sampai di rumah Shena, Bu Ratna sangat khawatir begitu pun Pak Anton yang juga baru juga sampai dengan mobil yang berbeda, karena pak Anton dari kantor.


"Kika, kamu nyakin Shena ada di dalam?." Tanya Pak Anton.


Benar saja, saat Mereka masuk, mereka mendapati Shena terbaring di tempat tidur tak sadarkan diri.


Pak Anton dan Bu Ratna pun lekas membawa nya ke rumah sakit, sembari di jalan Kika masih mencoba menghubungi Tama diam-diam, agar tidak menambah ke marahan Orang Tua Shena.


•••


Pak Anton dan Bu Ratna begitu khawatir menunggu Shena di periksa, begitu pun Kika.

__ADS_1


Semua nya lekas menghampiri dokter setelah Dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Bagaiman putri saya dok?." Tanya Pak Anton.


"Iya dok, bagaimana Shena?." sambut Bu Ratna.


"Pasien dan bayinya tidak apa-apa, hany mengalami dehidrasi dan seperti nya tidak makan, keluarga pasien tolong pastikan pasien tidak stres berlebihan. karena itu akan mempengaruhi kesehatan ibu dan anak dalam kandungan nya " tutur dokter.


Mendengar hal itu, Pak Anton dan Bu Ratna saling melihat dengan khawatir.


setelah itu, mereka masuk menghampiri Shena yang masih belum sadarkan diri.


"Mama tidak tahu apa yang kamu rasakan dan pikirkan sayang, kenapa harus sampai seperti ini, kenapa tidak cerita kalau ada masalah." Bu Ratna mengelus kepala Shena dengan sedih.


Baru pertama kali nya ia melihat putrinya begitu menyedihkan. Pak Anton hanya bisa merangkul istri nya dan menenangkan nya.


Kika yang melihat orang tua Shena sedih, ia pun merasa tidak tahan dan memilih keluar juga untuk menyembunyikan kesedihan nya, ia yang paling tahu apa yang Shena rasakan dan alami selama ini.


•••


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni kalian suka dengan cerita ini.

__ADS_1


Terima kasih banyak ya 🤗🙏


__ADS_2