Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
48 - Jadikan Aku Simpananmu


__ADS_3

"Iya pa, Biar lah begitu saja, yang penting aku tak lagi ingin hidup susah dengan nya, dia tidak selevel dengan Shena, tak mampu, tapi terlalu sok."Balas Shena.


Ucapan putri nya masih terdengar tajam. dan akan menyakitkan jika Tama mendengar hal ini, membuat Pak Anton mengelengkan kepala nya. beruntung Tama sudah sudah pergi sejak tadi pikir Pak Anton.


"Jangan terlalu keras hati Shena, Coba lah untuk memaafkan, baru bisa bahagia menjalani sebuah rumah tangga."Ucap Pak Anton. Bu Ratna pun memandang putri nya dengan Ibah, meski pun tahu putri nya tidak bahagia dengan kembalinya bersama Tama, tapi ia tetap tak membenarkan sikap Putri nya itu.


"Iya Shena, Mama tidak suka kamu merendahkan orang seperti itu, apa lagi suami mu."Ucap Bu Ratna.


"Mama juga gak setuju kan Awal nya Shena sama Tama, karena Tama miskin, sekarang pikiran Shena sudah sama dengan Mama." Ucap Shena.


"Shena, jaga bicara mu." Bentak bu Ratna.


Shena dengan kesal berjalan pergi ke kamar nya dan menangis di dalam kamar.


•••


"Pa, Mama itu selama ini bukan merendahkan Tama karena dia kurang berada, Tapi Mama kadang kesal sama Tama, karena Mama mikirin Shena, Mama ingin Shena hidup dengan layak, tapi Shena malah berfikir yang tidak-tidak." Tutur Bu Ratna meluruskan pada suami nya kalau ia tak pernah memandang miskin nya Tama.


"Papa mengerti Ma, Papa tahu maksud Mama, itu sebab nya papa selalu ingin mama jaga sikap dan perkataan."Ucap Pak Anton. Bu Ratna sedih, menghela nafas dan menatap ke arah kamar Shena.


Di dalam kamar Shena menangis, Ucapan yang sebenarnya tak tega ia ucapankan, dan bahkan bukan diri nya yang dulu, Harus ia ucapkan karena rasa sakit hati yang terlalu sulit untuk memaafkan Tama.


Kini ia sangat menyesal karena tadi telah menyinggung ibu nya. di tengah kegundahan hati nya.

__ADS_1


Bu Ratna masuk menghampiri Shena yang tampak menangis berbaring di tempat tidur.


"Shena." Panggil Bu Ratna dan duduk di samping putri nya berbaring.


Shena bangun dan duduk berhadapan dengan ibu nya, lalu ia memeluk ibu nya.


"Maafin Shena ma, Shena gak bermaksud nyakitin Mama."Ucap Shena penuh penyesalan.


"Sudah lah, Mama yang minta maaf, selama ini Mama terlalu memanjakan kamu, Mama Menyayangi kamu dan takut kamu terluka, tanpa sadar semua itu ternyata membuat kamu berfikir Mama melakukan itu karena mama tidak suka dengan Tama yang tidak punya Apa apa."


"Dengar Shena, Mama lakukan itu karena Kamu anak mama satu satu nya setelah kak Sean yang tinggal jauh dari kita, mama ingin kamu hidup dengan layak, bukan karena Mama bermaksud merendahkan Tama. bagi Mama Tama itu laki-laki yang bertanggung jawab."Ucap Bu Ratna.


"Aku juga tidak bermaksud merendahkan Tama Ma, Aku katakan semua itu karena Sakit hati ku sama Tama, tapi Shena gak akan ulangi lagi."Tutur Shena.


•••


Saat Tama sampai di rumah tempat ia tinggal dengan Shena dulu, tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan Yuna dengan mobil nya.


"Hi Tam."


Tama menatap nya, namun tak menjawab sapaan Yuna, ia ingin menjaga jarak dengan Yuna, tapi Yuna terus datang, membuat ia di lema saat ini dan menjadi beban pikiran nya.


"Ada apa Yuna?."

__ADS_1


"Aku ingin menagih janji mu Tam."Yuna masuk dengan seenak nya ke dalam rumah Tama dan duduk di sofa.


Tama menghela nafas dan berdiri di depan Yuna.


"Aku dan Shena baru saja baikan, Maaf Yuna, Aku tak bisa menepati janji ku."Ucap Tama.


Mendengar hal itu, Yuna pun menatap Tama dengan sedih, kedua mata nya berkaca-kaca lalu ia menangis.


"Aku sudah Duga, kau sejak dulu memang selalu mengutamakan Shena dari pada aku, Tapi kau tak pernah mengakui kalau kau mencintai nya."Tutur Yuna sesegukan.


"Maaf Yuna, sebaiknya kau pulang, Aku harus membereskan barang-barang ku."Ucap Tama dan berjalan meninggalkan Yuna.


Namun Yuna tiba-tiba berlari kecil ke arah Tama dan memeluk laki-laki itu dari belakang. Tama mencoba melepaskan tangan Yuna, tapi wanita menadadak menjadi kuat, sulit untuk melepaskan nya, bahkan saat sudah berhasil di lepas, Yuna kembali memeluk nya.


"Lepas kan Yuna!."


"Tidak mau."


"Tam, Aku mencintai mu sejak dulu, Aku tak bisa hidup tanpa Mu, jika aku tak bisa menjadi istri pertama mu, Aku rela kalau kau jadikan aku simpanan mu, asal kita berdua bahagia."Ucap nya.


"Kau Gila Yuna." Tama mencengkram kuat tangan wanita itu hingga reflek rasa sakit itu membuat nya melepaskan pelukan nya.


"Pulang lah Yuna, Tolong." Ucap Tama yang mencoba menahan emosi nya. namun suara nya telah meninggi.

__ADS_1


Sikap Tama yang mendadak dingin dan keras pada nya membuat Yuna pun dengan sedih berlari keluar dari rumah Tama sembari menangis.


__ADS_2