Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
52 - Kedatangan Yuna


__ADS_3

Saat Shena tengah menonton tv dengan thalia yang ia baringkan di samping nya. Shena mendengar Suara mobil yang memasuki halaman rumah, di ikuti bel rumah berbunyi beberapa saat setelah nya, Shena menoleh ke arah jam, berfikir kalau Tama telah pulang.


Namun saat ia membuka pintu, ia melihat bukan Tama, tapi Yuna yang datang.


"Hi Shena." Sapa Yuna dengan anggun.


"Untuk apa kau kesini?." Tanya Shena agak ketus.


Yuna melenggangkan kaki nya masuk ke dalam rumah.


"Aku hanya ingin melihat rumah baru Tama yang di belikan oleh orang tua mu, ternyata besar ya."Ucap Yuna.


Shena semakin tidak mengerti ke arah mana Yuna berbicara.


"Kasihan ya Tama, selama ini berusaha untukmu, tapi kau tidak menghargai nya. Tama pasti sangat terluka karena ia merasa sangat di pandang rendah oleh keluarga mu."Ucap Yuna lagi.


"Kalau kau datang untuk mengatakan hal yang tak penting untuk aku dengar, sebaiknya kau pergi, apa pun yang kau katakan tidak akan mengaruh apa pun pada ku." Ucap Yuna.

__ADS_1


"Begitu kah?."


"Sebenarnya kedatangan ku hanya ingin menagih janji Tama, dia berjanji pada ku, akan menghabiskan waktu dengan ku, tapi Tama seperti nya belum kembali, aku akan datang di waktu yang lain."Ucap Yuna dengan senyuman sinis ia berjalan keluar dari rumah itu.


Shena yang mendengar janji itu pun semakin kesal, ia menutup pintunya agak di banting. Yuna terkejut namun ia juga tersenyum penuh kemenangan setelah nya, karena tahu ucapan nya tadi pasti membuat Shena kesal.


•••


Saat Tama kembali dari kantor.


ia masuk ke kamar dan melihat Shena tengah bersama Thalia.


"Aku sudah makan." Jawab Shena ketus.


Tama menatap Shena, tanpa tahu kalau Yuna telah datang dan mengacaukan perasaan Shena yang sejak semalam sudah mulai baik pada Tama.


Tama pun keluar dari kamar, dan melihat makanan di atas meja, lalu melihat tempat sampah, Shena memesan makan online untuk mereka makan.

__ADS_1


Tama pun duduk di meja makan dan makan sendiri. penuh tanya di pikiran nya kenapa sikap Shena semakin ketus pada nya.


Hingga sebuah pesan masuk di ponsel Tama, membuat Tama tahu Alasan Shena bersikap seperti itu pada nya.


"Tama, aku merindukan mu, aku masih menunggu mu menepati janji mu untuk menemani ku Tam, Dengar tam, Aku akan segera berangkat, aku juga tadi sudah datang ke rumah mu, bertemu dengan Shena, untuk menagih janji mu." isi pesan dari Yuna mencenggangkan Tama.


"Yuna, apa yang kau lakukan."Geram Tama.


Setelah selesai makan, Tama menghampiri Shena. duduk di samping wanita itu. Shena pun tampak datar dan tak mau melihat Tama, ia hanya mengfokuskan mata nya pada Thalia, meski ekor mata nya melihat Tama duduk di samping nya.


"Hari ini Yuna datang?."Tanya Tama. Shena hanya diam.


"Aku dan Yuna sudah memutuskan untuk berteman saja, aku tidak lagi mau dekat dengan nya, Dengar Shena, aku tak ingin masalah ini berlarut hingga esok hari. coba lah mengerti aku kalau Yuna terus datang mencari ku, Bukan berarti aku menerima nya, aku sudah mencoba menghindari nya."Ucap Tama.


Shena mendengar semua yang di katakan Tama dengan seksama. rasa kesal itu sedikit memudar saat Tama menjelaskan semua itu. Namun Shena tetap tak ingin bicara, ia hanya diam saja.


Tama lalu berdiri kembali, mengecup kening Shena sebelum ia membaringkan tubuh nya yang sudah lelah bekerja di tempat tidur.

__ADS_1


Shena mengangkat wajah nya dan melihat Tama berbaring dan memejamkan mata nya. perasaan Shena sedikit lebih tenang setelah mendengar penjelasan Tama. ada rasa senang dan juga bangga pada Tama yang sudah mau mengakui dan menjelaskan semua nya, tapi ada kegundahan hati nya dengan apa yang di ucapkan Yuna, tentang Tama yang mungkin terluka karena di paksa oleh keluarga nya untuk menerima semua fasilitas yang mewah ini.


__ADS_2