Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
12 - Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Shena dengan Tama, melalui kesepakatan antara kedua keluarga, Pernikahan Shena dan Tama pun hanya mengundang keluarga dan kerabat dekat saja, resepsi sendiri di lakukan di rumah kediaman keluarga Shena yang cukup besar dan luas untuk menampung para Tamu yang tidak begitu ramai juga.


Semua biaya pernikahan pun memakai biaya dari keluarga Tama, karena bagaimana pun tidak ingin menghilangkan rasa tanggung jawab dari pihak mempelai pria


Shena tampak di rias oleh MUA di temani sahabat nya Kika yang duduk tidak jauh dari nya.


"Cantik banget si she."Ucap Kika.


"Makasih Ki." Balas Shena tersenyum kecil. Kika pun melihat jelas wajah kekhawatiran Shena hari ini.


"Kenapa sih She?." Tanya Kika. Berbarengan dengan mua yang selesai merias dan keluar dari kamar Shena.


"Aku deg-degan Ki, Setelah menikah aku dan Tama bagaimana ya Ki, sejak tahu aku hamil, dia tak sekali pun menghubungi Ku." Tutur Shena.

__ADS_1


"She, jangan banyak pikiran, kamu kan lagi hamil, Aku percaya semua akan baik-baik saja, Tama pasti akan bisa menerima kamu dan Calon keponakan ku ini." Kika mencoba menenangkan Shena.


Tamu pun mulai berdatangan ke dalam rumah tempat acara, Begitu juga Tama dan keluarga yang sudah berada disana menunggu pengantin wanita nya turun.


"Aku sudah tidak sabar mengenal calon istri mu Tam, Apa dia sejelek yang ku pikirkan, sampai kau tampak sulit menerima nya."Ucap Jovi yang berada disana.


Tama menoleh menatap Jovi, Jovi pun tertawa mendapatkan tatapan dingin Tama.


Tak berapa lama, semua perhatian para tamu undangan pun teralihkan, saat Shena menuruni anak tangga sembari mengandeng tangan sang Ayah. dengan baik putih panjang, dengan mahkota di atas kepala Shena membuat ia terlihat sangat cantik bak putri dalam dongeng, membuat semua mata yang melihat nya tersenyum pangling.


"Cantik sekali."Ucap Jovi.


"Calon Tama cantik sekali kak."Ucap Jovi pada Brams yang berdiri juga di samping nya.

__ADS_1


Brams tersenyum dan mengangguk, mengakui kecantikan Shena yang ada di depan mata, menarik semua perhatian mata orang-orang.


Jovi lalu melihat ke arah Tama yang tampak tertegun melihat Shena, lama berteman dengan Shena, Tama baru melihat shena yang sangat berbeda hari ini.


Jovi pun tersenyum nakal, lalu merangkul Tama, membuat laki-laki itu lekas mengalihkan pandangan yang menghipnotis.


"Cantik ya." Ucap Jovi pada Tama. Tama tak menyahuti nya, ia hanya mengusap wajah nya dengan telapak tangan nya.


Saat Shena telah sampai di bawah, ia melihat Tama yang tampak gagah dengan jas yang ia kenakan, Shena tersenyum menatap Tama, sementara Tama tampak datar saja tanpa senyuman.


Acara pun di mulai, setelah akad, di lanjutkan dengan makan bersama, Shena tampak sesekali melihat ke arah Tama, ia tidak nafsu makan, pandangan nya hanya terarah pada laki-laki yang sejak tadi menghindar untuk melihat nya.


Shena tahu pernikahan ini tidak akan merubah hati Tama untuk mencintai nya, tapi semua telah terjadi, Shena tidak bisa memungkiri hati kecil nya sangat bahagia bisa menikah dengan laki-laki yang ia cintai selama ini.

__ADS_1


__ADS_2