
Tama yang baru saja pulang bekerja, masuk ke dalam rumah sembari melonggarkan dari nya, Hari tidak ada gairah sama sekali tampak terlihat di wajah laki-laki itu.
Rumah ia bersama Shena kini hanya tinggal diri nya sendiri di rumah ini, Tama pun menghempaskan diri nya di atas sofa. memikirkan bagaimana membuat Shena kembali ke rumah ini, Bagaimana pun ia tidak ingin rumah tangga nya berakhir, Tiba-tiba sosok Yuna melintas di pikiran nya, wanita yang menemani nya 1 tahun lebih itu, harus nya dia yang menikah dengan nya, namun takdir seolah mempermainkan diri nya.
•••
Tama yang sedang berada di kantor nya siang itu, tiba-tiba mendapatkan telefon dari Yuna, melihat nama wanita itu muncul di layar ponsel pintar nya, Tama pun terdiam sejenak, memikirkan apakah ia harus mengangkat nya atau tidak.
setelah bergelut beberapa saat, Tama pun mencoba memberikan diri tantangan, setelah di matikan, Tama akan mengangkat kalau Yuna mengangkat lagi.
Setelah panggilan 1 mati, Ponsel itu kembali berdering, Tama pun segera mengangkat telefon itu.
"Iya Yuna, Ada apa?."
"Tama, kau sedang apa?, apa kau sibuk?." Tanya Yuna.
"Iya."
__ADS_1
"Tam, Apa boleh nanti malam kita bertemu?." Tanya Yuna.
"Bertemu untuk apa?."
"Yah.. aku ingin bersantai saja dengan mu seperti dulu."Ucap Yuna.
"Maaf Yuna, Aku sedang sibuk, hari ini mungkin aku akan lembur."Balas Tama.
"Aku akan menunggu mu pulang kalau begitu."Balas Yuna lagi.
Tama terdiam sejenak, memikirkan seperti apa menolak ajakan wanita ini. Sikap Yuna benar-benar membuat nya Tama bertanya-tanya ada apa, beberapa beberapa bulan saat mereka putus, Tama terus mengejar Yuna untuk mendapatkan maaf dari wanita yang telah ia sakiti itu. Tapi tak sekali pun Yuna menggubris nya, Kini setelah Tama sudah berusaha mencoba menerima pernikahan nya dan mengingat kini status nya telah menjadi suami orang, Yuna malah kembali seolah ingin terus bersama nya.
Tiba-tiba Tama mendengar suara tangisan Yuna, Yuna menangis lirih membuat Hati Tama pun menjadi kalut. Namun ia tidak tahu harus bagaimana bersikap.
"Tam, Aku tahu kamu sedang menghindari ku, Tapi aku akan pergi keluar negri bekerja, Aku ingin bisa bertemu dengan mu sebelum aku pergi."Ucap Yuna dengan sendu. Tak perlu melihat nya lansung, Tama lansung bisa membayangkan wajah sedih Yuna.
Mendengar suara tangisan wanita yang pernah ia cintai itu, hati Tama pun menjadi luluh.
__ADS_1
"Tidak usah menangis, Baik lah kalau kau ingin bertemu, jam 7 tempat biasa."Balas Tama.
"Benaran Tam, kamu jemput aku ya, Aku kangen naik motor bareng kamu."Balas Yuna kegirangan.
"Aku naik Taxi kesana."Balas Tama.
"Kalau gitu aku jemput saja Tam. pokok nya kamu tunggu saja aku di kantor mu, aku akan datang nanti."
"Tapi Yuna..." Belum sempat Tama berkata, Yuna lansung mematikan sambungan telefon, tak ingin mendengar kata penolakan lagi dari laki-laki itu.
Tama menghela nafas setelah telefon nya di putus, menyadarkan dirinya di sandaran kursi.
Ucapan nya tidak membawa motor hanya lah alasan agar tidak 1 motor dengan Yuna, tapi kini wanita itu malah akan menjemput nya.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya.
__ADS_1
Makasih semua 🙏