Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
43 - Bertanya-tanya


__ADS_3

Mendengar hal itu, Tama lansung berdiri dari duduk nya. ia tidak tahan mendengar nya, dan butuh kejelasan apa benar yang di ucapkan Yuna saat ini.


"Aku harus pergi Yuna. maaf." Kata Tama dan berlalu pergi.


Tama pergi, Yuna menyungging kan senyuman nya.


•••


Tama begitu gelisah dan tidak sabar untuk sampai di rumah, seolah Taxi yang kini ia naikan sangat pelan sekali.


"Pak, bisa cepat sedikit."Ucap Tama.


"Baik Mas."


Mobil pun terus berjalan menuju ke rumah orang Tama, ucapan Yuna tentang anak nya yang masih hidup membuat ia antara percaya dan tidak. kalau ia anak nya masih hidup dan bukan hanya keluarga Shena yang tahu, tapi juga orang tua nya sendiri, sungguh tak menyangka semua orang tega menyembunyikan hal itu darinya.


Saat sampai, Tama turun dari Taxi dan masuk ke dalam rumah, yang sangat kebetulan sekali Pak Anton sedang bersantai dengan Pak Toni.


Tama berdiri di depan kedua laki-laki paru baya itu, mengatur nafasnya untuk mengendalikan diri untuk bertanya dengan tenang.

__ADS_1


"Ada apa Tama?." Tanya Pak Toni yang menatap nya dengan penuh heran.


"Apa benar anak ku masih hidup?." Tanya Tama.


Pak Anton dan Pak Toni terkejut dan saling melihat satu sama lain. Pak Anton lalu mengangguk kecil kepala nya pada pak Toni, mengisyaratkan pak Toni untuk memberitahu semua pada Putra nya itu.


"Apa Itu benar Pa??" Tanya Tama.


"Duduk lah dulu Tama." Ucap Pak Anton.


Tama pun mengikuti apa kata mertua nya itu, ia pun duduk dan Pak Toni mulai membuka mulut nya.


"Kenapa pa, Aku menikahi Shena juga atas permintaan Papa dan mama, Setelah menikah kenapa kalian seolah menginginkan kami berpisah." Pertanyaan penuh tekanan di lontarkan Tama, karena kecewa sekali, ternyata yang di ucapkan Yuna itu benar ada nya.


"Yang sopan kamu bicara Tama, Shena sudah menginginkan perceraian sama kamu, tapi Anton tidak mau, dia ingin kamu dan Shena kembali bersama, Karena ayah mertua mu ini juga, Kami bisa tahu tentang anak kmu, kalau memang mertua mu menginginkan untuk tidak memberitahu kamu apa-apa, kami pun tidak akan tahu kalau cucu kami masih hidup.


"Sikap kamu selama ini acuh pada Shena, kamu pikir kami tidak tahu, kamu pulang malam dan membiarkan Shena sendirian, kami tahu semua itu. karena tempat kamu kerja yang rekomendasi adalah ayah mertua kamu sendiri."Ucap Pak Toni meluapkan kekesalan nya atas sikap putra nya yang sangat memalukan keluarga.


Tama yang mendengar hal itu pun menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Maafkan Aku Pa." Ucap Tama.


"Tidak apa-apa Tama, kamu berhak marah, Kami yang harusnya minta maaf karena menyembunyikan semua ini pada kamu, kami juga sudah berencana untuk meminta Shena kembali sama kamu, untuk itu bersabar ya, Kami sedang pelan-pelan memberikan pengertian pada Putri kami."Ucap Pak Anton dengan penuh kelembutan untuk lebih mudah di pahami Tama.


Tama pun duduk diam mendengar ucapan ayah mertua nya.


"Kapan itu Pa?, Aku juga menginginkan bertemu dengan anak ku."tanya Tama.


"Dalam Minggu ini, saya akan menghubungi kamu. tapi saya minta Tama, kamu harus mau mendengar kata saya."Ucap Pak Anton lagi.


Tama mengangkat kepala nya menatap ayah mertua nya, seolah menunggu apa yang diinginkan ayah mertua nya itu.


"Saya ingin kamu tinggal di rumah yang di sediakan oleh kami, dan bekerja di kantor saya."Ucap Pak Anton.


Tama diam menatap ayah nya.


"Jika kamu ingin Shena kembali, kamu juga harus menyetujui itu, semua di lakukan Ayah mertua nya untuk putri dan cucu nya juga."Ucap Toni menuturkan.


Sejenak Tama diam, sebelum akhir nya ia menganggukan kepala nya setuju.

__ADS_1


"Baik Pa, kalau itu yang baik untuk Shena dan anak ku."Ucap Tama yang akhirnya menurunkan ego nya.


__ADS_2