
"Mama tidak tahu apa yang kamu rasakan dan pikirkan sayang, kenapa harus sampai seperti ini, kenapa tidak cerita kalau ada masalah." Bu Ratna mengelus kepala Shena dengan sedih.
Baru pertama kali nya ia melihat putrinya begitu menyedihkan. Pak Anton hanya bisa merangkul istri nya dan menenangkan nya.
Kika yang melihat orang tua Shena sedih, ia pun merasa tidak tahan dan memilih keluar juga untuk menyembunyikan kesedihan nya, ia yang paling tahu apa yang Shena rasakan dan alami selama ini.
Tama yang membaca pesan dari Kika pun bergegas ke rumah sakit dan bertemu Kika yang tengah duduk di lorong rumah sakit. melihat dari jauh Tama datang, Kika lebih dulu menghampiri sebelum Tama sampai di depan pintu tempat Shena di rawat.
"Kamu kemana saja sih Tam, di hubungi susah sekali?."Tanya Kika dengan nada yang agak meninggi.
"Aku tadi ada meeting."
"Dengar ya Tama, Shena masuk rumah sakit semua karena kamu, kalau sampai Shena dan bayi nya kebapa-napa, kamu orang yang paling bersalah."Ucap Kika.
Mendengar kata intimidasi Kika pada nya. Tama hanya diam saja.
"Aku mau menemuinya."Ucap Tama.
Kika membuang nafas berat, menetralkan emosi nya. "Itu ruangan nya." Kika menunjuk ke arah salah satu pintu, Tama pun bergegas masuk.
__ADS_1
Saat masuk, ia sudah di sambut dengan tatapan marah Bu Ratna dan juga tampak raut kecewa pak Anton pada Nya.
"Ma, Pa." Sapa Tama. sebelum ia menghampiri Shena yang masih belum sadarkan diri.
"Kamu kan bersama Shena di rumah, Apa kamu tidak tahu kalau Shena sakit?." Tanya Bu Ratna.
"Aku tidak tahu ma, Kemarin dia baik-baik saja."Balas Tama.
Shena tiba-tiba membuka Mata nya, Bu Ratna pun begitu senang.
"Ma, Haus." Ucap Shena.
Setelah Shena mulai sadar sepenuhnya, Bu Ratna menyuapi nya makan, sementara Pak Anton mengajak Tama untuk bicara berdua di luar.
"Ma, Papa ngajak Tama kemana?." Tanya Shena.
"Bicara tentang kamu."
"Tentang aku?."
__ADS_1
Tama dan Pak Anton duduk di kursi yang ada di lorong tempat Shena di rawat.
"Ada apa Pa?."
"Tama, begini, Papa tidak mau membuat kamu tersinggung, tapi ini demi kebaikan bersama, salah satunya untuk Shena."Tama melihat raut wajah serius ayah mertua nya itu.
"Nanti setelah keluar dari rumah sakit, Papa izin sama kamu untuk membawa Shena pulang ke rumah kami, selama dia hamil, biarlah dia tinggal bersama kami, biar Ibu nya yang lebih banyak waktu merawatnya dan menjaga nya, agar hal semacam ini tidak terulang lagi."Tutur Pak Anton dengan pelan, namun jelas itu adalah sosok ayah yang tengah mengkhawatirkan putri nya.
Tama terdiam sejenak mendengar hal itu.
"Kalau kamu mau ikut juga kami tidak akan melarang, bagaimana Shena adalah istri kamu, tapi Shena harus ada yang menemani. kamu tahu sendiri Shena anak Om yang kami manja Tama, mungkin dia agak terkejut dan belum terbiasa dengan kehidupan baru nya saat ini." Pak Anton mencoba memperhalus kata kata nya agar tidak menyinggung Tama.
Namun meski begitu, Tama sudah bisa menangkap kalau pak Anton dan Bu Ratna ingin Shena tinggal dengan mereka, karena diri nya tidak bisa menjaga Shena dengan baik.
Tak ingin egois setelah Shena mengalami hal ini, Tama pun mengiyakan rencana ayah mertuanya itu, Pak Anton tersenyum dan menepuk pundak Tama.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏