Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
23 - Ruangan Kerja


__ADS_3

Setelah mencuci piring di dapur, Shena duduk di meja makan memainkan ponsel nya.


"She, kau nyakin mau kerja?, kamu kan lagi hamil, kalau Tante Ratna sampai tahu, aku bisa di marahi."Ucap Kika yang terkejut mendengar Shena meminta nya mencarikan nya pekerjaan.


"Yah, jangan sampai Mama tahu Ki, aku lagi butuh banget kerjaan buat kembalikan uang Tama yang aku belanjain."Ucap Shena.


"Tama setuju kamu kerja?." Tanya Kika.


"Jadi gimana Ki, ada gak kerjaan?." Shena mengalihkan pembicaraan, ia tahu kalau Kika mendengar Tama mengizinkan nya, Kika pun akan marah dan mengutuk Tama.


"Ada kerja di cafe aku aja She, nanti biar aku bisa pantau kamu, aku ga mau kamu kelelahan."Ucap Kika.


"Serius?, tapi jangan sampai Papa tahu ya."Ucap Shena.


"Iya bawel. ya udah, kapan mau mulai kerja?." Tanya Kika.


"Besok aku siap kok, gaji nya mulai di hitung hari ini ya."Ucap Shena tertawa.

__ADS_1


"Iya-iya, yang penting kamu senang."Balas Kika. Shena pun tersenyum antusias.


"Makasih ya Ki."


"Sama-sama sayang."


•••


Setelah selesai bertelefonan dengan Kika, Shena melihat Tama masih juga belum keluar dari kamar 1 nya, ia pun penasaran apa yang ada di dalam kamar itu, karena saat Tama bekerja, Shena tak bisa membuka karena terkunci.


Shena lalu berjalan mendekati ruangan itu, berdiri di depan pintu yang tertutup, Shena memegangi ganggang pintu, namun ia tak berani membuka nya saat mengingat sikap Tama yang dingin pada nya, kalau Tama tidak senang, mungkin laki-laki itu akan marah pada nya.


"Kenapa belum tidur?." Tanya Tama.


"Em, Aku baru selesai cuci piring."Balas Shena gugup karena tak punya alasan.


Tama mengangguk kecil, lalu berdiri di ambang pintu ruangan itu dan mematikan sakral lampu. Shena pun melihat ruangan itu sepenuh nya, itu ruangan kerja. Shena tak lagi penasaran.

__ADS_1


Tama berjlan lebih dulu ke kamar, lalu Shena mengikuti dari belakang, tidak ada obrolan di antara mereka, begitu saja saling diam dan kantuk perlahan mengantar mereka terlelap dalam tidur.


•••


Keesokan pagi nya.


Shena menyiapkan sarapan dan bekal untuk diri nya sendiri dan juga Tama. namun seperti biasa juga, Shena mengajak Tama makan, tapi tetap menolak, Shena sudah biasa di perlakukan seperti itu. jika Tama makan masakan nya, itu yang akan membuat Shena sangat terkejut karena itu moment langka.


Kemarin ia makan masakan itu, mungkin karena ia menghargai ibu nya yang memasak untuk mereka.


Di teras rumah, Shena mencoba untuk mengajak Tama bicara kalau ia akan mulai bekerja hari ini, Namun mulut nya mendadak saja kaku.


"Tama, Aku..." Ucap Shena saat Tama sudah duduk di atas motor.


"Aku pergi dulu."Ucap Tama.


Deg jantung Shena seolah berhenti beberapa detik. sebelum akhirnya berdebar begitu kencang.

__ADS_1


Tama pamit pada nya, Seketika membuat Shena membeku, apa ia salah dengar?, tidak, Tama memang mengatakan nya lalu berjalan pergi dengan motor nya.Shena pun gagal memberitahu Tama tentang hari ini ia akan bekerja.


__ADS_2