Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
17 - Kedatangan Mertua 2


__ADS_3

Bukan pulang ke rumah, Tama malah ke rumah Yuna untuk menemui wanita itu. namun saat ia sampai di rumah Yuna, dari kejauhan ia melihat Yuna baru saja masuk ke dalam mobil dengan seorang laki-laki, mewah nya mobil itu menejelaskan kalau itu bukan pria sembarangan.


Tama berdiri di luar Taxi, dari jauh Yuna melihat Tama, namun ia tidak menghiraukan nya dan masuk ke dalam mobil.


•••


Di tempat lain.


Shena duduk di teras rumah bersama dengan Brams.


"Maaf atas sikap Tama pada mu Shena."Ucap Brams yang meras tidak enak dan juga kasihan pada Shena.


"Tidak apa-apa kak, Aku mengerti Tama."Ucap Shena, Brams pun tersenyum dan mengangguk.


"Aku juga sedang belajar masak kak Brams, tadi pagi aku masak tapi keasinan."Shena tertawa membayangkan hasil masakan nya tadi.


"Kau ingin belajar memasak?." Tanya Brams.


"Iya kak, tapi aku binggung harus belajar di mana."Balas Shena.

__ADS_1


"Aku punya teman seorang koki, kalau kau mau, kau bisa janjian dengan nya untuk belajar."Ucap Brams.


"Benarkah kak?, Aku mau sekali kak, Kapan kita bertemu dengan nya??" Tanya Shena.


"Besok juga boleh."Balas Brams.


"Oke kak, makasih ya kak." Dengan Antusias Shena. Shena sudah membayangkan ketika dirinya akan bisa memasak untuk Tama.


Di tengah pembicaraan mereka, Tama baru saja pulang dengan Taxi, Ia melihat Shena tengah berbincang dengan Brams yang lansung melihat ke arah diri nya yang baru saja turun dari Taxi.


"Itu dia pulang juga akhirnya."Ucap Brams.


"Kenapa lama sekali pulang nya Tam?." Tanya Brams.


"Ada di dalam." Jawab Shena lebih dulu dari Tama.


Tama pun masuk ke dalam tanpa mengatakan apa pun lagi, Shena melihat Brams, Brams tahu Shena sangat sedih, Ia pun lalu mengajak nya masuk ke dalam rumah.


•••

__ADS_1


Dari mana Kamu Tama?, bagaimana munkin kamu pergi di hari pertama pernikahan mu." Ucap Bu Sisil.


"Aku cari kerja Ma, Untuk apa terus di rumah dan tidak bisa menghasilkan."Ucap Tama.


Pak Toni menghela nafas mendengar ucapan putra nya. "Hati-hati kalau bicara, hargai sedikit istri mu."Tegas pak Toni. Tama terdiam.


"Ma, Pa, tidak apa-apa, jangan ribut seperti ini, tidak baik."Ucap Shena yang merasa kekacauan saat ini karena kehadiran diri nya dalam keluarga ini.


Tama pun hanya diam saja setelah mendengar ucapan sang ayah yang tampak kecewa dan marah pada nya.


"Mama dan Papa kesini karena ingin memberitahu mu, besok kami akan keluar kota, Mama harap kamu bisa menjaga Shena dengan baik, ingat Tama, dia sedang hamil."Bu Sisil mempertegas di akhir kalimat nya.


Tama tidak menjawab, ia hanya diam saja.


•••


Setelah kepulangan orang tua Tama, Shena merasa sangat takut untuk menghadap laki-laki itu.


Tama tampak duduk di meja makan sembari menatap layar laptop nya, sementara Shena sedang mencuci piring.

__ADS_1


"Shena, ayo lah, Kau harus bicara dengan nya, kalau kau akan pergi besok dengan kak Brams."Batin Shena menyakinkan diri nya untuk meminta izin pada Tama.


Shena menghela nafas, mencoba untuk membuka mulut yang tiba-tiba saja membeku dan susah untuk berbicara.


__ADS_2