Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
33 - Yuna dan Tama


__ADS_3

Dalam perjalanan ia mendengar ponsel nya berdering. Tama pun meraih dan melihat Nomor Yuna menghubungi nya.


"Iya Yuna."


"Tama, Aku pikir kau tidak mau mengangkat telefon ku." ucap Yuna. Tama terdiam.


"Tam, Aku sedang sakit, boleh aku minta tolong pada mu, semalam aku mengirimi mu pesan, tapi kau tidak membalas nya." Ujar Yuna dengan suara terdengar lirih.


"Apa tidak ada yang bisa mengantar mu?." Tanya Tama.


"Kalau ada aku tidak mungkin menghubungi mu Tam, Aku di rumah sendirian."Balas Yuna.


"Aku ada Me...."


zzzzzzzzz (Author bingung bunyi kaca kalau di jadikan tulisan 😁✌️)


Terdengar suara sesuatu yang pecah membuat Tama terkejut di ikuti jeritan Yuna.


"Yuna, kau baik-baik saja?." Tanya Tama.


Namun sambungan telefon itu tertutup begitu saja. Tama yang khawatir dengan Yuna pun lekas tancap gas ke rumah Yuna.


Saat ia sampai di rumah Yuna. rumah tampak sepi dan tertutup.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Tama mengetuk pintu rumah Yuna, Wanita yang ia pacari 1 tahun lebih itu. Namun tidak ada sautan dari dalam, Saat Tama mencoba memutar ganggang pintu, pintu itu ternyata tidak di kunci, Tama pun lekas masuk dan melihat Yuna terbaring di lantai.


"Yuna."Tama mencoba membangunkan Yuna. Yuna pun membuka mata sembari memegangi kepala nya yang terasa pusing.


"Tam, kepala ku sakit."Ucap Yuna.


"Ayo kita ke dokter." Tama langsung mengendong Yuna untuk membawa nya ke mobil.


"Tam, disini saja, aku sudah telfon dokter untuk datang memeriksa aku." Ucap Yuna.


"Kau nyakin?, bukankah tadi kau menghubungi ku untuk mengantar mu?." Tanya Tama.


Mendengar hal Itu, Tama mengertakan Gigi nya. Tama lalu menurunkan Yuna dari tangan nya.


"Tam, jangan marah, Sejak kau berhenti muncul di hadapan ku, Aku merasakan rindu pada mu Tam, Aku pikir kamu tidak perduli dengan ku lagi."Ucap Yuna dengan suara yang halus, untuk yang mendengar kan pun pasti di buat Luluh. namun Tama hanya Diam dengan kesal nya.


Tiba-tiba Yuna memeluk Tama, menempelkan wajah nya di dada pria itu. Tentu saja jantung Tama berdegup kencang, Wanita yang ia cintai dan menjalani hubungan dengan nya cukup lama Kini datang disaat ia mulai menerima dirinya yang kini adalah suami Shena.


"Yuna, Lepaskan!."


"Tolong Tam, biarkan aku memeluk mu sebentar saja, aku merindukan mu Tam." Ucap Yuna. Tama kembali di buat membeku.

__ADS_1


"Kalau kau bercerai dengan Shena, Aku janji aku siap menjadi istrimu Tam." Ujar nya Yuna lagi.


Tama lalu mencengkram tangan Yuna, lalu melepaskan wanita itu dari tubuh nya. Yuna pun di buat terperangah.


"Kau sudah jatuh cinta pada Shena Tama?." Tanya Yuna dengan wajah sendu.


••••


Di tempat lain.


Shena bersama ibu nya ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan nya. Shena tersenyum senang saat melihat calon buah hati nya yang terlihat jelas dengan USG 4 dimensi.


"Sehat, bayi nya sehat, Selalu jaga kesehatan dan hindari stres ya Bu Shena."Ucap Dokter.


"Iya Dok." balas Shena.


"Mama sudah tidak sabar mau melihat cucu mama, Apa lagi Papa kamu."Ucap Bu Ratna. Shena tersenyum mengangguk.


"Aku juga sudah ga sabar ma." Balas Shena.


"Semoga saja Papa kamu juga tidak sabar mau melihat kamu ya sayang." Gumam Shena sembari mengelus perut nya.


•••


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni kalian suka dengan cerita ini.

__ADS_1


Terima kasih banyak ya 🤗🙏


__ADS_2