
Hari itu.
Shena yang merasa bosan pun berinisiatif mengajak Kika untuk jalan-jalan. Ia pun menghampiri Tama yang tengah bersiap untuk ke kantor.
"Tam, Aku nanti izin ke mall bersama Kika, aku merasa bosan di rumah."Ucap Shena.
Tama tak menjawab ucapan Shena. Ia lalu berjalan ke arah dompet nya terletak di meja, mengeluarkan sebuah kartu milik nya.
"Disini ada Uang, pakai ini untuk beli yang ingin kau beli, aku tidak ingin kamu meminta pada orang tua mu."Ucap Tama.
Shena melihat Tama memberikan nya kartu, Tentu saja saja Shena sangat senang, ia senang bukan karena mendapatkan uang dari Tama, melainkan ia merasa seperti istri pada umum nya, yang diberikan uang belanja oleh suami.
"Terima kasih."Ucap Shena.
"Oh iya Tama, aku sudah siapkan sarapan untuk mu."Ucap Shena.
"Aku makan di kantor saja."Jawab nya Singkat.
__ADS_1
Shena sudah menduga jawaban yang akan ia terima dari Tama, Tama tidak pernah ingin mencoba atau pun makan dengan nya, namun kesedihan itu Shena telan bulat-bulat, karena ia mencintai Tama, ia percaya Tama pasti akan berubah seiring berjalan nya waktu.
•••
Siang harinya.
Shena dan Kika pun pergi ke mall, Shena yang merasa bosan berbelanja untuk menghilangkan suntuk nya.
"Senang banget kayak nya, dari tadi senyum-senyum sendiri."Ucap Kikan
"Tentu saja aku senang Ki, sekarang dia memberikan kartu milik nya untuk ku, Aku nyakin suatu hari hati nya juga akan ia berikan."Ucap Shena.
Kika lalu menoleh ke sembarangan arah, pandangan nya teralihkan saat ia melihat laki-laki seperti Tama tidak jauh dari mereka. Kika mencoba memperjelas pandangan nya, dan itu benar Tama.
"She, Itu Tama kan?."Tanya Kika sembari menunjuk ke arah tempat mata nya tertuju saat ini, Shena mendengar lekas menoleh juga.
"Iya, Tama kenapa disini??" Batin nya.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang wanita menghampiri Tama, kedua nya lalu berjalan pergi tanpa menyadari kalau Shena ada disana.
"Dia selingkuh ya?."Tanya Kika.
"Tidak mungkin, Tama bukan tipikal orang seperti itu, Ki, aku sudah tahu dan kenal Tama sejak dulu, dia bukan orang yang suka selingkuh."Balas Shena.
"Kalau begitu, ayo kita samperin dia."Ajak Kika.
"Jangan Ki, aku tidak mau menganggu nya." Balas Shena.
"Kau takut dengan nya?, bagaimana kalau itu wanita selingkuhan nya."Ucap Kika yang rasa nya tidak sabar menghampiri Tama, karena tidak terima kalau Tama benar-benar selingkuh.
"Dia belum mencintai ku Ki, kalau aku marah dengan nya, bisa-bisa dia semakin jauh dari ku, lagi pula aku nyakin itu pasti rekan kerjanya. mereka tidak nampak mesra."Tutur Shena.
"Tapi She..."
"Udah, ayo kita lanjut belanja, aku belum puas, pokok nya kamu tenang saja."Balas Shena menarik tangan Kika berlawanan arah dari tempat Tama pergi.
__ADS_1
Kika hanya menghela nafas mengikuti langkah Shena. Shena sempat menoleh kembali ke arah Tama yang masih terlihat. meski ia tersenyum seolah ia percaya itu bukan siapa-siapa, tapi Shena sangat lah cemburu melihat Tama dengan wanita itu.
Suami yang bersikap dingin pada nya bahkan tak pernah tersenyum pada nya merasa cemburu saat Tama bisa tersenyum saat berbicara dengan wanita yang ada di samping nya saat ini.