
Saat Tama bangun dari tidur nya, ia melihat Shena sudah tidak ada di tempat tidur. ia duduk di samping tempat tidur mencoba mengumpulkan kesadaran nya sebelum ia bersiap keluar menyiapkan sarapan untuk mereka.
Tama lalu melihat pakaian kerja nya telah di siapkan Shena tergantung di pengait Ganggang pintu lemari. Tama tersenyum dan mengambil kemeja yang sudah siap dengan dasi pilihan Shena.
Tama pun keluar dari kamar dan melihat Shena tampak di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka. Tama tersenyum lalu ia kembali ke kamar untuk bersiap.
"Selamat pagi." Sapa Tama dengan mengendong Thalia keluar dari kamar.
Shena tersenyum ragu membalas sapaan Tama pada nya. begitu canggung bagi nya untuk membalas sapaan yang padangan sangat mudah untuk di balas.
Shena melihat Tama duduk di meja makan dan mencium Thalia yang tampak membuka mata kecil nya itu.
•••
Yuna yang berada di rumah nya terus menunggu kabar dan balasan dari Tama, namun hal tak terduga Tama lakukan, Tama memblokir nomor nya dan membuat ia tak lagi bisa menghubungi pria yang ia cintai itu.
"Tama....." Teriak nya dengan kesal.
•••
Bu Ratna dan Pak Anton datang ke rumah Shena dan Tama dengan membawakan kue. saat masuk mereka melihat Shena putri mereka tengah memasak.
dan tampak Tama yang duduk di meja makan mengendong
__ADS_1
Bu Ratna pun tersenyum bangga dengan suami nya, melihat Shena yang mau kembali pada tugas nya sebagai seorang istri.
"Shena, Tama." Panggil Bu Ratna yang lekas mengalihkan pandangan Tama dan shena bersamaan.
"Mama." Dengan senang Shena menghampiri ibu nya dan memeluk nya.
"Aku sedang memasak ma."Ucap Shena.
"Benar kah?, Kau sudah pandai memasak?." Tanya Bu Ratna. Shena menyenggir.
"Ayo, Mama akan membantu mu." ajak Bu Ratna.
Pak Anton pun tampak mengobrol dengan Tama.
"Nanti kita berangkat bersama ke kantor Tam." Ucap Pak Anton.
"Seperti nya kamu dan Shena sudah ada kemajuan ya?, Papa salut dengan mu."Ucap Pak Anton.
"Aku masih belajar untuk memperbaiki kesalahan ku sebelum nya Pa."Ucap Tama.
"Iya, iya, Papa tahu, dan ini awal yang baik."Balas Pak Anton.
Tama menatap ke arah Shena yang tampak di ajari ibu nya memasak, saat Shena menoleh, kedua mata mereka pun saling melihat.
__ADS_1
Dengan salah tingkah Shena mengalihkan pandangan nya.
•••
"Ma, Aku ingin belajar masak, Mama mau kan hari ini tetap disini menemani ku?". Tanya Shena saat tengah memasak.
"Tentu sayang. Kamu buat mama terharu saja, tiba-tiba mau belajar memasak."Ucap Bu Ratna. Shena pun tersenyum malu-malu.
•••
"Ma, kami berangkat dulu ma."Ucap Pak Anton dan Tama yang pamit.
"Iya, hati-hati." Balas Bu Ratna.
Pak Anton dan Tama pun berangkat bersama Tama.
Bu Ratna menatap putri nya setelah suami dan menantu nya pergi.
"Bagaimana dengan Tama sayang, apa dia baik pada mu?." Tanya Bu Ratna.
"Dia sangat berbeda Ma, dia sekarang Shena rasa sudah berusaha." Ucap Shena ragu.
"Bukan kah bagus begitu."
__ADS_1
"Iya Ma, tapi semoga saja ini bukan hanya sementara." Ucap Shena lagi.
"Iya, harapan kita semua seperti itu sayang. ayo kita masuk, istirahat lah dulu, nanti kita buat kue."Ajak Bu Ratna. Shena mengembangkan senyuman nya dan mengangguk.