Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
56 - Sangat Rumit


__ADS_3

Tama dan Sean duduk berdua di teras rumah, kedua laki-laki itu mengobrol dan berbagi cerita satu sama selain.


"Aku dengar hubungan mu dan Shena kemarin kurang baik, ada Apa Tam, itu bukan dirimu yang ku kenal, yang ku tahu, kau mencintai Shena sejak ia kecil." Ucapan Sean membuat Tama menoleh ke arah pria itu.


"Aku tahu Tam, terlihat bagaimana kau memperlakukan Shena selama ini."Ucap Sean saat Tatapan seolah bertanya dari mana ia tahu.


"Entah lah, Aku pun tak mengerti kenapa aku seperti ini, menyakiti Shena dan juga anak ku."Ucap Tama dengan sedih.


Sean menepuh pundak Tama. "Tapi kau kini sudah kembali, Aku senang, Aku harap kalian bahagia selalu."Balas Sean.


"Kau akan kembali ke Luar negri lagi??" Tanya Tama.


"Tentu, tapi setelah aku menikah."Ucap Sean.


Tama lansung tersenyum menatap Sean antusias. "Menikah, dengan siapa??" Tanya Tama Penasaran.


Sean tertawa. "Itu masih rahasia, kau akan segera tahu, meski keluarga belum tahu, tapi kami sudah berpacaran lama sekali, aku akan menikahi nya sebagai hadiah karena dia selalu ada untuk ku, meski kami jauh."Balas Sean.


"Semoga berjalan dengan lancar."Hanya kata Doa yang dapat Tama panjatkan untuk kelancaran kakak iparnya itu.


Di tengah obrolan mereka, sebuah taxi memasuki halaman rumah, mengalihkan pandangan Sean dan Tama bersamaan.


"Kika."

__ADS_1


"Kak Sean, Kau sudah kapan pulang?." Tanya Kika terkejut saat melihat Sean ada di rumah Shena. Kika tak menyangka akan bertemu Sean, kakak sahabat nya.


"Baru kemarin, Kamu sudah semakin dewasa Kika, Semakin cantik." Balas Sean tersenyum menatap Kika. Kika pun tersenyum.


"Bagaimana kabarmu?."Tanya Kika.


"Seperti yang kau lihat, Aku sehat Kika, terima kasih untuk pertanyaan nya."Ucap Sean.


Kika tertawa kecil. Sean selalu masih saja begitu kalau menjawab nya, tidak pernah berubah. begitu formal.


Di tengah obrolan mereka yang saling sapa karena lama tidak saling bertemu, Shena keluar dari rumah untuk menjemput Kika.


"Ki, Ayo masuk."Ajak Shena. Kika pun menganggukan kepala nya.


"Baiklah. nanti kita mengobrol lagi Kika."Ucap Sean. Kika memerjapkan mata nya, mengiyakan.


•••


Shena dan Kika pun bersantai di kamar menghabiskan malam mereka. dan seperti biasa, Shena pH. menceritakan bagaimana ia bersikap pada Tama dan bagaimana sikap Tama pada nya, Hanya Kika Teman yang selalu siaga menjadi tempat ia berkata-kata, dan Kika selalu menjadi pendengar yang baik untuk nya.


"She, Memang nya Kak Sean punya pacar?." Tanya Kika penasaran, karena sebelum ia masuk ke dalam kamar Shena, Ia mendengar percakapan orang tua Shena yang mengatakan Sean sangat konyol, pulang-pulang ke Indonesia lansung meminta nya untuk melamar wanita, yang bahkan mereka tidak tahu siapa orang nya.


"Iya, Kata nya begitu, mereka akan segera menikah."Balas Shena.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Kika terdiam. mendadak dada nya terasa sesak, hingga sulit untuk nya menarik Oksigen masuk ke dalam tubuh nya.


Sejak ia bersahabat dengan Shena, ia sudah mengagumi sosok Sean dalam diri nya, Ia menyukai Sean tanpa berani sekali pun mengatakan nya. Jauh nya Sean tinggal membuat Kika mencoba untuk menunggu, berharap takdir telah menciptakan mereka sebagai jodoh.


Saat pertemuan tadi, rasa nya ia ingin melompat bertemu dengan Sean untuk melukiskan betapa senangnya diri nya, namun ia tidak bisa melakukan nya, ia terlalu malu untuk melakukan nya.


namun beberapa menit kemudian, ia harus menelan kekecewaan. Karena Sean telah memiliki wanita pilihan nya.


Kika hanya bisa menelan pil kesabaran untuk bisa terus bertahan di rumah itu, menemani Shena yang membutuhkan teman bicara.


Semua orang tampak berkumpul disaat Bu Ratna membuatkan kue untuk mereka semua makan, Kika pun ikut nimbrung di sana, mencicipi kue buatan ibu Shena dengan sesekali menatap sean yang tampak asik bicara dengan Ibu dan ayah nya.


Shena yang mengendong Thalia pun tampak kerepotan untuk makan, Tiba-tiba Tama membela kue dengan tangan nya, Lalu mengarahkan kue itu di mulut Shena.


Awal nya Shena ragu, namun padahal akhir nya, ia membuka mulut dan menerima suapan Tama, semua yang berada disana pun tersenyum senang melihat pemandangan yang sejuk itu. begitu pun Kika.


semakin baik nya hubungan Tama dan Shena, itu la yang paling di tunggu semua orang, dan kini mereka melihat nya sendiri.


•••


Jangan Lupa Tekan ❤️ untuk mendukung Author ya.


Hi, Terima kasih ya masih terus membaca sampai disini, Jangan lupa di like dan Vote nya ya, biar Aku tambah semangat buat lanjutin cerita ini, dan tinggalkan komentar kalian, agar Author tahu pendapat kalian tentang cerita ini.

__ADS_1


Follow Ig Shanti_san18.


__ADS_2