
Di tempat lain
Tama datang menemui Yuna untuk menjelaskan kejadian kemarin, Namun saat sampai di depan rumah Yuna, rumah nya tidak ada Orang.
"Dimana kamu Yuna?." Batin nya.
Ponsel Tama tiba-tiba berbunyi, Ia pun lekas mengangkat tanpa melihat lebih dulu, karena ia berfikir itu adalah Yuna.
"Yuna."
"Yuna?, Ini Bibi Ratna Tama."Ucap Bu Ratna dengan tegas.
"Bibi."
Bu Ratna menghela nafas mengelengkan kepala nya.
"Tama, kamu harus ingat, kamu akan segera menikah dengan putri saya, Bibi tidak ingin kamu masih berhubungan dengan Yuna kekasih kamu itu."Ucap Bu Ratna.
"Baik Bi."
"Tama dengar, saya ingin mengajak kamu bertemu, Kita bertemu di cafe xx, Bibi ingin membicarakan sesuatu dengan kamu."Ucap Bu Ratna.
Tama terdiam sejenak, berfikir apa yang ingin di bicarakan dengan diri nya, Namun segera ia menjawab nya setelah itu.
__ADS_1
"Baiklah."
•••
Setelah mematikan sambungan telefon.
sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Tama.
"Yuna."
"Tama, untuk apa kamu datang kesini?."tanya Yuna ketus.
"Ini mobil siapa?." Tanya Tama.
"Bukan urusan mu." sambil terus berjalan, dan Tama mengikuti nya.
"Shena, Maafkan aku soal kemarin, aku benar-benar tidak pernah berfikir untuk melakukan nya."Ucap Tama.
"Iya, tapi kalian sudah melakukan nya, berhenti mengangguku lagi Tama."Ucap Yuna.
"Dari awal aku sudah meminta mu menjauhi Shena, karena dia memiliki maksud pada kamu, tapi kamu sendiri tidak pernah mau mendengarkan ku, sekarang kita sudah selesai, tak ada yang perlu di bicarakan lagi."Ucap Yuna dengan wajah marah pada Tama.
Yuna menutup pintu rumah sebelum Tama mengatakan apa pun lagi, karena ia tak ingin mendengar apa pun lagi dari Tama.
__ADS_1
Tama pun dengan wajah sedih penuh kecewa karena tidak berhasil mendapatkan maaf dari Yuna, kini hubungan dengan Yuna benar-benar telah kandas, tak ada lagi yang bisa di perbaiki.
"Maafkan aku Yuna."Batin nya.
•••
"Apa kau akan menikah dengan Tama?." Pekik Kika yang terkejut saat mendengar kata Shena.
"Shut..... Astaga, jangan berisik."Ucap Shena sembari melihat sekeliling.
"She, apa kau sedang sakit?." Kika menempel kan tangan di kening Shena.
"Hei, turunkan tangan mu, Aku serius Ki."Tepuk Shena pada tangan Kika.
"Aku tahu kau menyukai Tama, tapi jangan juga menghayal terlalu tinggi, kalau jatuh sakit She."ucap Jika menghela nafas.
"Aku serius Ki, Dengar...." Shena pun menceritakan semua yang terjadi setelah kepulangan nya dari acara malam itu. Kika yang mendengar pun begitu serius mendengar nya, gak menyangka Ini akan terjadi pada Shena dan Tama.
"She, Aku benar-benar tidak tahu harus senang atau sedih untuk mu, disisi lain kalian akan menikah, tapi Tama...Uch, aku sulit membayangkan nya."Ucap Kika.
"Itu lah, aku juga di lema, kalau tidak ada halangan beberapa Minggu ini pernikahan kami akan di gelar."Ucap Shena.
"Aku bahagia untuk mu She, Akhirnya kau mendapatkan laki-laki yang menjadi pujaan hati mu selama ini, meski Tama sekarang tidak mencintai mu, tapi aku nyakin nanti dia akan mencintai mu, selalu lah berfikir positif."Ucap Kika memeluk Shena.
__ADS_1
"Makasih Ki, hanya kamu orang pertama yang aku ceritakan tentang ini, jangan bilang pada siapa pun Ki."Ucap Shena.
"Tentu sayang, aku jadi tidak sabar melihat kamu memakai baju pengantin."Ucap Kika. Shena tersenyum mengangguk.