Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
25 - Kedatangan Bu Ratna


__ADS_3

Siang itu.


Shena mengantarkan minuman pada pelanggan, Ia melihat sebuah mobil yang tidak asing, hingga mata nya beralih pada Plat mobil nya, membuat mata nya terbelalak, ia lekas berjalan balik untuk menyembunyikan wajah nya, dan berjalan masuk ke dalam.


Kika yang melihat gerak gerik Shena aneh pun melihat keluar.


"Tante Ratna." wajah Kika pun menjadi ikut panik setelah mengetahui Ibu Shena datang ke cafe nya.


Bu Ratna masuk ke dalam cafe dan menghampiri Kika yang sudah menyiapkan diri dengan senyuman untuk menyapa wanita itu.


"Tante Ratna tumben datang?." Sapa Kika, meski mencoba tersenyum namun masih ada raut syok dan gugup pada Kika.


"Iya, Kebetulan lewat, boleh kita mengobrol berdua Kika?." Jawab Bu Ratna.


"Mama mau ngomong apa sih sama Kika?." Batin Shena yang mendengar tidak jauh dari mereka.


"Boleh Tan, mau duduk dimana Tan?, disana?." Tunjuk Kika.


"Iya Boleh."


•••


Bu Ratna dan Kika pun duduk di berhadapan. melihat wajah Bu Ratna yang begitu serius, menyakini Kika kalau ada sesuatu yang penting akan di bicarakan, atau mungkin ini tentang Shena. pikir Kika.

__ADS_1


"Begini Kika, Tante cuman mau tanya saja tentang Shena, kamu kan sahabat nya, kamu lebih dekat sama dia, Apa Shena dan Tama saling mencintai?." Tanya Bu Ratna.


Mendengar pertanyaan itu di lemparkan, Kika membeku seketika, ia bingung harus menjawab apa.


"Kenapa Tante tanya tentang itu tiba-tiba?." Tanya Kika.


"Entah lah perasaan Tante saja atau bagaimana, tapi Tante merasa kalau Shena mencintai Tama, tapi tidak dengan Tama. lagi pula Tama kan sudah punya pacar siapa itu nama nya??"


"Yuna Tan."


"Nah itu dia, entah kenapa malam itu bisa terjadi di antara mereka." Bu Ratna mengelengkan kepala mengingat kejadian Shena dan Tama tidur bersama.


"Menurut kamu bagaimana Kika."


"Itu benar Tan, Tama tidak mencintai Shena, hanya Shena yang mencintai Tama, Soal malam itu benar-benar kecelakaan Tante."Ucap Kika terus terang.


Tak sedikit pun niat Kika untuk menyembunyikan Tentang Tama yang tidak mencintai Shena.


"Sudah Tante duga. pantas saja dia tidak perduli dengan Shena."Ucap Bu Ratna.


"Tante itu kesal sekali dengan sikap Tama, Shena di biarkan sendirian di rumah saat hamil, pulang kerja sampai larut malam, kemarin malam Om mu itu sudah meminta teman kantor nya untuk jangan biarkan Tama lembur, tapi dia tetap saja pulang malam. Tante rasanya pingin mereka pisah saja."Ujar nya dengan kesal.


"Jangan Tan, Nanti Shena sedih, Bagaimana pun Shena mencintai Tama, biarkan saja dulu Tan, Shena kan lagi hamil, kalau dia sedih, kasihan dia Tan." Ucap Kika.

__ADS_1


Kika hanya berharap pembicaraan mereka tidak di dengar oleh Shena, karena jarak mereka yang jauh.


"Mama dan Kika ngomong apa sih?, jauh banget lagi duduk nya, jadi ga kedengaran."Batin Shena. berjalan kesana kemarin begitu gelisah menunggu ibu nya pergi.


"Iya, tapi kasihan juga putri Tante. di ajak hidup susah, padahal Tante dan Om masih mampu. tapi Tama itu egois sekali, tidak pernah mau terima bantuan Tante dan Om." Kata Bu Ratna.


Kika pun mendengar cerita Bu Ratna tentang kekecewaan nya karena Shena menikah dengan Tama yang bersikap dingin pada Shena.


••


Setelah Bu Ratna pergi. Shena segera menghampiri Kika.


"Ki, Mama datang kenapa?." Tanya Shena pada Kika yang kini membuat jus.


Kika terdiam sejenak sebelum ia menjawab. "Lewat saja, sekalian dengar mama mu cerita kamu yang bucin banget sama Tama."Ucap Kika tersenyum.


"Hah?, serius Mama ngomong itu?." Tanya Shena.


"Iya lah." Balas Kika.


"Udah, jangan di pikirkan, ga ada apa-apa kok, ini minum jus, bagus untuk kesehatan keponakan ku." Kika memberikan jus untuk Shena minum.


"Makasih Ki."

__ADS_1


"Sama-sama."


__ADS_2