
"Aku engak mau ma, Aku ga mau ninggalin Tama, aku kan istri nya."Shena menolak setelah mendengar dari Ibu nya apa yang di bicarakan ayah nya dengan Tama.
"Tama juga aku nyakin tidak akan setuju." Meski hati berkata Nyakin, tapi hati Shena berkata sebaliknya, Tidak nyakin Tama akan mempertahankan nya.
"Kamu harus dengar kata Mama demi anak dalam kandungan kamu, kamu itu hampir kehilangan anak dalam kandungan kamu hari ini, kalau kamu tetap disana, kamu bisa kehilangan dia."ucap Bu Ratna.
"Iya She, mending begini, kan tidak lama, hanya tinggal beberapa bulan saja kan."Ucap Kika. Shena melihat Kika, ia lalu menangis.
Bu Ratna dan Kika pun menjadi serba salah, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan saat ini melihat Shena menangis. Mood Shena yang tidak baik selama kehamilan membuat Shena mudah sedih dan menangis.
Tama dan Pak Anton masuk ke dalam dan melihat Shena menangis. "Ada apa ma?." Tanya Pak Anton.
"Shena ga mau ikut kita pulang, padahal kita lakukan semua untuk kebaikan calon cucu kita."Ucap Bu Ratna.
Tama mendekati Shena. "Tidak aoa-apa pulang kerumah Papa Mama, setiap Minggu aku akan menginap disana." Ucap Tama.
Shena mengangkat wajah nya melihat Tama, banyak Alasan Shena tak ingin pergi dari sisi tama, Ia ketakutan, ia takut Tama akan kembali pada Yuna dan meninggalkan nya. bayangan nya tentang foto Tama bersama Yuna kemarin masi teringat jelas di pikiran Shena. Namun ia pun tak berani mempertanyakan nya karena menjaga perasaan Tama agar tidak marah pada nya.
__ADS_1
terlalu cinta Shena pada Tama hingga membuat nya menjadi budak cinta.
Setelah mendengar perkataan Tama, Shena pun kembali menurut dengan Tama kalau ia sementara akan tinggal di rumah orang tua Shena. Agar ada yang bisa mengawasi Shena selama ini.
••••
Setelah Shena keluar dari rumah sakit, Tama mengantar Shena ke rumah orang tua Shena sebelum ia pulang ke rumah nya.
Saat sampai Brams kakak Tama sudah menunggu nya. Brams menatap Tama dengan dingin saat Tama turun dari motor.
"Aku sedang tidak ingin membicarakan tentang Shena." Tama melewati sang kakak begitu saja.
Namun Brams menarik nya kembali lalu memberikan 1 pukul di wajah nya. membuat Tama mendesih kesakitan.
"Apa kau sudah gila."
"Entah kenapa aku punya adik pengecut seperti kamu, Kamu pikir aku tidak tahu selama ini bagaimana kau memperlakukan Shena. hingga sampai ia masuk ke rumah sakit." Ucap Brams.
__ADS_1
Tama pun duduk di anak tangga teras rumah, mengusap wajah nya penuh kegusaran.
"Aku rasa kau tidak buta, kalau Shena mencintai mu, Tapi kau malah sengaja membalas nya dengan buruk."Ucap Brams lagi.
"Iya, aku juga tahu kau mencintai Shena, seharusnya kau saja yang menikahi dia, bukan aku." Ucap Tama dengan suara pelan dengan kepala tertunduk.
Brams terkejut mendengar hal itu, Memang benar Brams menyukai Shena dari sejak Shena dekat dengan Tama. Namun ia tidak pernah mengungkap nya, karena ia tahu Shena mencintai Tama, Brams mencintai Shena dan memperlakukan nya dengan Baik.
"Dengar Tama, Aku tidak mau dengar lagu kau menyakiti Dia, pikirkan dia itu wanita yang baik, dia bahkan bekerja di cafe hingga kelelahan hanya agar kau tidak marah pada nya, sebaiknya kau lupakan Yuna, dan mulai menerima Shena." Ucap Brams. Tama hanya diam tak membalas.
Brams pun lalu pergi dengan motor nya meninggalkan rumah Tama. Tama mengacak-ngacak rambutnya dengan perasaan gusar setelah kakak nya pergi.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni kalian suka dengan cerita ini.
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
__ADS_1