Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
08 - Menikah itu Tidak Berat


__ADS_3

Di kamar Bu Ratna menghampiri Shena yang tampak sedih duduk di tepi tempat tidur.


"Ada apa?, siapa yang mengirimi mu pesan?."Tanya Bu Ratna.


"Mama."


"Bukan siapa-siapa ma." Balas Shena menelan Saliva nya, menyembunyikan dari sang ibu, kalau Tama yang mengirimi nya pesan.


Bu Ratna menghela nafas lalu duduk di samping putri nya.


"Jujur Shena, mama itu sangat kecewa sekali sama kamu, Kamu sudah sangat mengecewakan mama."Ucap Bu Ratna.


"Kamu itu kebanggaan Mama setelah kak Sean, tapi hari ini, Mama sangat sedih ketika kamu harus menikah lebih awal di bandingkan kakak kamu."Ucap Bu Ratna lagi.


"Maaf Ma, Shena bersalah, Shena tidak bermaksud membuat mama marah dan kecewa sama Shena." Ucap Shena.


"Nasi sudah jadi bubur, semua sudah terjadi, kamu harus menyiapkan diri menjadi istri orang dan menjadi seorang ibu. siapkan diri mu menghadapi pernikahan dengan Tama."Ucap Bu Ratna.


Shena menatap ibu nya. "Menghadapi?, apa menikah itu berat ma?." Tanya Shena.

__ADS_1


"Menikah itu tidak berat, tapi menjalani nya yang penuh tantangan, dan 2 orang bersama menjalani nya sama-sama, semua akan mudah saja untuk di lalui, tapi kalau cuma 1 orang yang menahan tangga ini, maka itu berat sayang. Mama berharap kamu dan Tama bisa hidup bahagia."Ucap Bu Ratna.


"Apa mama tahu kalau Tama tidak mencintai ku?." Batin Shena.


•••


Keesokan hari nya.


Bu Ratna tampak sudah bersiap rapi, duduk bergabung di meja makan bersama.


Shena dan Pak Anton yang melihat pun menatap heran. karena Ibu nya jarang sekali sudah rapi sepagi ini.


"Mama mau pergi?." Tanya Shena.


Seketika Shena pun menjadi gelisah mendengar hal itu, ia melihat sang ayah yang juga melihat ke arah nya.


"Untuk apa sih Ma, Shena kan bisa tinggal dengan keluarga Toni, Bagaimana pun Shena akan menjadi menantu nya."Ucap Pak Anton.


"Ya menikah tidak harus satu rumah dengan mertua Pa."Bu Ratna sembari mengolesi roti dengan selai.

__ADS_1


"Memang nya Tama mau terima rumah dari Mama?." Ucapan Pak Anton membuat tangan Bu Ratna berhenti beraktivitas.


"Kenapa tidak?, memang nya dia sudah bisa beli rumah?, kan dia baru lulus kuliah, kerja juga pasti belum ada, Apa salah nya kita mampu, kita bantu. toh anak kita sendiri Pa."Ucap Bu Ratna kekeh.


"Iya, tapi Ma...."


"Papa kenapa sih, papa ga senang Mama bantu Shena?, ini anak kita loh." Bu Ratna menatap tajam suami nya penuh selidik.


"Bukan seperti itu, Nama nya laki-laki punya pendirian, ga semua laki-laki mau menerima bantuan mertua apa lagi jumlah besar seperti ini." Tutur Pak Anton.


"Iya Ma, Betul kata Mama, Tama belum tentu mau menerima nya, nanti malah jadi salah paham."Ucap Shena.


"Kalau begitu, Mama akan bicara dengan Tama."Balas Bu Ratna.


Seperti ibu pada umum nya, Mengkhawatirkan putri nya akan kesulitan kalau tinggal bersama mertua, Karena sangat sedikit Wanita yang cocok tinggal sama mertua, Bu Ratna tak ingin melihat putri bungsu dan satu satu nya itu hidup dalam kesulitan dan kesedihan.


•••


Di tempat lain

__ADS_1


Tama datang menemui Yuna untuk menjelaskan kejadian kemarin, Namun saat sampai di depan rumah Yuna, rumah nya tidak ada Orang.


"Dimana kamu Yuna?." Batin nya.


__ADS_2