Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
06 - Akan Menikahi Shena


__ADS_3

Setelah menerima telefon dari Pak Toni, Ayah dan Ibu Shena pun datang kerumah keluarga Tama.


"Shena."


"Mama." Shena menghampiri ibu nya, lalu memeluk ibu nya


Bu Ratna dan Pak Toni sangat kecewa mendengar kelakuan putri mereka dengan Tama, Namun meski begitu, Bu Ratna tidak bisa menolak ketika putri nya ingin memeluk nya.


"Kenapa kamu bisa melakukan ini Shena."Ucap Bu Ratna dengan raut yang kesal bercampur sedih.


"Maaf Ma."


Tama pun tampak tak banyak bicara, ia sangat menyesali yang terjadi antara ia dan Shena, ia hanya menundukkan kepala nya tanpa berani mengangkat nya.


"Maafkan Aku Anton, Ini salah ku tidak bisa menjaga putra ku dengan baik."Ucap Pak Toni penuh kekecewaan.


"Bukan, Bukan salah mu, Ini salah mereka berdua, mereka benar-benar sangat memalukan.

__ADS_1


"Kalau kalian memang saling menyukai, Tinggal katakan saja, kami pasti merestui, tidak perlu sampai melakukan ini di luar nikah."Ucap Pak Anton.


Tama mengangkat wajah nya, ingin rasa nya ia protes, membela diri nya, Namun kembali ia tidak jadi mengurungkan nya, ia ingin mengatakan kalau ini hanya lah salah paham saja, ia sama sekali tidak pernah menginginkan nya melakukan dengan Shena.


"Sekarang kalian sudah tidak punya pilihan lain, selain menikah, Bagaimana pun Kalian sudah tidur bersama, dan kamu Tama, Paman meminta kamu untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kamu lakukan."Ucap apak Anton dengan pelan, namun tidak menghilangkan wibawa nya.


Tama Menatap Pak Anton yang mengajak mereka bicara, Lalu melihat kedua orang tua nya ketika Pak Anton mengatakan mereka harus menikah.


Brams yang sejak tadi berada disana dan tak mengeluarkan sepatah kata pun pun tampak kecewa dengan apa yang Tama lakukan, sama kecewanya seperti orang tua nya, semua terlihat jelas saat Tama menatap nya, Brams menatap nya dengan dingin, lalu ia berjalan pergi dari sana.


"Baiklah, Aku akan menikah Shena, sebagai bentuk tanggung jawab saya, untuk apa yang saya lakukan. maaf membuat anda marah Paman, Bibi, Saya permisi dulu ke kamar."Ucap Tama berdiri dan berlalu pergi sebelum orang-orang membalasnya.


"Duduk Tama." Panggil Pak Toni dengan tegas. namun Tama tak menghiraukan nya, Ia terus berjalan pergi.


Bu Sisil dan Pak Toni mengelengkan kepala nya melihat Tama pergi.


"Biarkan saja Toni, dia pasti butuh waktu untuk menyendiri."Ucap Pak Anton.

__ADS_1


"Maafkan Tama Anton, Mbak Ratna." Ucap Toni merasa tidak enak hati.


"Tidak jadi masalah."


"Tama akan menikahi ku, Apa aku salah dengan?, Apa aku bermimpi ya Tuhan?." Batin nya. seolah tak percaya ini akan terjadi pada nya.


•••


Setelah pembicaraan singkat itu, Pak Anton dan Bu Ratna pun membawa putri mereka untuk pulang kembali ke rumah.


Shena duduk di kursi bagian tengah, ia sungguh malu dan takut pada ayah dan ibu nya.


"Apa kamu sudah bahagia sekarang?." Tanya Pak Anton.


Membuat Shena dan Bu Ratna menatap suami nya dengan binggung, mencoba mencerna kata-kata dari Pak Anton.


"Maksud Papa Apa Pa?." Tanya Bu Ratna.

__ADS_1


"Shena kan suka dengan Tama, masak gitu aja Mama tidak mengerti."Balas Pak Anton tersenyum menahan tawa.


Tak seperti yang Shena duga, ia mengira sang ayah akan marah besar pada nya saat kembali ke rumah. namun ia malah melihat raut wajah bahagia sang ayah yang membuat Shena semakin tidak mengerti.


__ADS_2