Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
13 - Rumah Baru


__ADS_3

Saat acara telah selesai.


Tama mengajak Shena ke rumah yang telah ia siapkan untuk pernikahan mereka. Tak ada yang di ucapkan selama perjalanan menuju ke rumah itu.


Shena pun tampak duduk dia memaku, begitu pun Tama yang seolah menghiraukan Shena yang duduk di samping nya.


Hingga Mobil iring-iringan pengantin pun sampai di sebuah rumah sederhana, tidak besar dan tidak kecil untuk di huni mereka berdua.


Bu Ratna mengeleng kepala nya saat melihat rumah yang di siapkan Tama.


"Apa yang dia lakukan, ini rumah untuk mereka berdua?." Batin Bu Ratna tampak kesal. Bu Ratna masih di dalam mobil bersama suami nya, rumah ini sangat kecil untuk di tinggal oleh putri nya, apa lagi mereka nanti aku memiliki anak.

__ADS_1


"Sudah lah Ma, Biarkan saja, selagi Shena bahagia, mereka sudah menikah, kita tidak boleh terlalu ikut campur lagi."Ujar Pak Anton.


Bu Ratna menghela nafas kesal melirik suami nya itu, menandakan kekecewaan nya karena merasa Pak Anton tak memikirkan Putri mereka.


Di mobil lain, Shena melihat rumah yang akan mereka tinggali pun tersenyum kecil.


"Apa ini rumah kita Tama?." Tanya Shena.


"Kalau kau tidak suka, kau boleh pulang dengan orang tua mu saat ini." Shena terdiam mendengar ucapan Tama, Shena bahkan tidak ada menunjukkan ketidak sukaan pada rumah ini, tapi Tama malah membalas nya dengan kata seperti ini.


"Aku tidak mengatakan tidak suka Tama, Aku malah suka rumah ini."Ucap Shena.

__ADS_1


Tama tak menggubris nya lagi, ia turun dari mobil, menurunkan koper Shena dan membawa nya masuk ke dalam sebuah kamar, Shena pun mengikuti nya.


Tama lekas keluar setelah menaruh koper, sementara Mata Shena melihat sekeliling kamar itu. rumah yang sudah rapi dan bersih, meski kecil namun rumah itu sangat bersih dan rapih. Shena pun tersenyum melihat nya.


Bu Ratna datang menghampiri Shena yang membuat Shena tersenyum menyambut ibu nya yang masuk.


"Sayang, apa kamu tidak apa-apa tinggal disini?." tanya Bu Ratna terlebih dulu melayangkan pertanyaan tersebut kepada Shena, karena bagaimana pun Shena adalah anak terkecil dan satu-satu nya anak perempuan nya yang sangat Bu Ratna sayang, sehingga ia mengkhawatirkan Putri nya tidak bahagia.


"Ma, Aku sudah menikah, kemana pun suami ku berada, maka aku akan berada di sana juga, bukan kah mama pernah mengatakan itu pada Papa. lagi pula meski rumah ini kecil tanpa rasa nya nyaman ma."kata Shena pada ibu nya untuk tidak perlu mengkhawatirkan nya, ia akan baik-baik saja.


"Kamu sudah dewasa sayang, Tapi kalau butuh apa-apa jangan diam sayang, Harus kasi tahu Mama."Ujar Bu Ratna. Shena tersenyum dan mengangguk. ia lalu memeluk ibu nya dengan haru, air mata nya mengalir dari ujung mata nya, kini ia akan berpisah dengan ibu nya, tidak lagi satu rumah, mereka akan berpisah, terlebih sebentar Bu Ratna akan pulang bersama suami nya, meninggalkan Shena di rumah baru ini bersama Tama suami nya.

__ADS_1


Bu Ratna pun tak luput dari kesedihan, ia menyekat air mata nya.


"Ayo keluar, kami akan pulang."Ajak Bu Ratna. Shena mengangguk dan berjalan keluar dari kamar bersama ibu nya.


__ADS_2