Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
14 - Dia Tidak perduli


__ADS_3

Setelah berpisah, Shena dan Tama pun masuk ke dalam rumah setelah mobil keluar nya meninggalkan halaman rumah mereka.


"Tama, Apa kau ingin makan?." Tanya Shena agak canggung, padahal dulu ia sangat santai saat berbicara dengan Tama, tapi kini ia seperti bicara dengan orang asing.


"Tidak, aku tidak lapar."Jawab Tama singkat.


"Tapi kau belum makan apa pun sejak tadi, aku buatkan mie ya?." Balas Shena lagi. sembari memegangi tangan Tama untuk menahan laki-laki itu terus berjalan.


Tama menghentikan langkah nya, menghela nafas lalu membalikan tubuh nya menatap Shena.


"Apa kau tidak mengerti, atau mendadak tuli?, Aku sudah kata kan tidak."Ucapan tegas dan tatapan dingin, Tama menghentikan tangan Shena dengan kasar, membuat Shena terdiam.


Hentakan kuat Tama tadi hampiri saja membuat Shena terjatuh, seketika Shena sangat takut dengan laki-laki yang sudah lama ia kenal itu, ini bukan karakter yang Shena kenal.

__ADS_1


Ia pun berdiri mematung melihat Tama berjalan pergi dan masuk ke kamar lain yang bukan lah kamar mereka. Shena terdiam sedih, ia pun masuk ke dalam kamar nya hingga tengah malam wanita itu duduk dengan perasaan gelisah.


Ia masih menunggu Tama masuk ke dalam kamar nya. Namun kantuk mulai menyerang Shena, dan membuat wanita itu tertidur di sofa.


beberapa saat kemudian, Tama masuk ke dalam kamar dan melihat Shena tertidur di sofa, ia memandangi wanita itu dengan dingin, mengabaikan Shena lalu berjalan ke tempat tidur dan membaringkan diri nya.


saat hari semakin larut dan udara semakin dingin hingga terasa sampai ke tulang-tulang, Shena terbangun dan melihat Tama sudah tidur di tempat tidur mereka.


Ia pun melihat jam yang sudah menuju pukul 3. Shena merasa sedih.


Keesokan hari nya, Shena yang sudah tidak bisa tidur kembali pun menuju ke dapur, melihat sayuran apa yang tersedia di dalam kulkas yang tersedia.


Shena terkejut saat melihat banyak sayuran di dalam kulkas, semua tampak masih segar seperti baru di beli kemarin.

__ADS_1


Shena yang tidak bisa memasak pun mencari menu di internet, tak ingin membuat Tama menertawai nya karena ia tak bisa apa-apa. sebelum hari ini ia juga sudah mencari tahu cara mendapatkan hati suami, salah satunya adalah menyenangkan perutnya.


Namun jadi masalah nya, Shena sama sekali tidak pandai memasak, ia hanya bisa masak mie dan air, itu sebab nya semalam ia hanya berani menawarkan Tama untuk memasakkan nya mie.


Shena adalah putri di rumah keluarga nya, semua yang ia butuh kan semua telah di sediakan oleh pelayan yang bekerja di rumah orang tua nya.


"Masak apa ya?." Batin nya.


Shena pun mulai membersihkan ikan Yang ada di kulkas, Dengan bantuan tutorial video ia berhasil melewati tahap pertama, dan menggoreng ikan.


Namun karena ia tak bisa memasak dan kurang hati-hati, tangan nya yang mulus itu tertempel di wajan penggorengan, membuat ia menjerit tanpa suara karena perih nya rasa itu.


Tak berani ia mengeluarkan suara karena tak ingin Tama melihat diri nya yang tak berguna.

__ADS_1


"Sakit sekali." Batin nya. Ia membilas tangan nya, Air mata nya menetes menahan rasa sakit yang terasa mengibas.


Namun tanpa dia sadar, Tama melihat semua yang ia lakukan dari jauh, Tama menatap Shena dengan dingin, lalu kembali masuk ke dalam kamar.


__ADS_2