Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
39 - Tama Datang


__ADS_3

Tama datang ke rumah orang tua Shena, namun Pak Anton dan Bu Ratna tidak ada di rumah, Tama di izinkan masuk oleh pembantu rumah tangga itu, karena bagaimana pun Tama masih majikan mereka.


Tama masuk ke kamar Shena berada, Ia melihat Shena tampak sedang berbaring di tempat tidur. Ia pun melihat wanita itu dengan dalam diam nya. Wanita yang sudah ia buat sedih setiap hari, memikirkan tentang bayi mereka, Tama pun ikut terluka.


Ia lalu Mendekati Shena dan mengelus kepala wanita itu. Sontak membuat Shena terbangun dan melihat Tama ada di kamar nya.


"Kenapa kamu Disini?." Tanya Shena dengan tatapan tidak suka pada Tama.


"Shena, kita harus bicara."Ucap Tama.


"Ma, Pa." Panggil Shena.


"Mereka tidak ada, Mereka sedang keluar kata Bibi."Ucap Tama. Shena pun teringat kalau ibu dan ayah nya sedang berada di rumah sakit menjenguk anak nya.


Shena membuang wajah nya ke arah lain. "Shena, Aku tahu kamu pasti terluka karena kehilangan anak kita, Aku minta maaf jika aku tidak peduli pada mu selama ini, tapi aku sibuk karena aku mencari uang untuk hidup kita lebih baik."Ucap Tama.


"Bilang saja untuk menghindari ku, lagi pula sejak kapan kau menganggap itu adalah anak mu, kau bahkan tak pernah ingin tahu kabar dia saat di dalam perut."ucap Shena. air mata Shena jatuh, namun amarah di hati nya juga tidak reda.


"Aku juga sedang berusaha untuk menerima pernikahan kita ini."

__ADS_1


"Apa harus sampai 7 bulan?, lalu kau baru datang kesini dan berkata seperti itu pada ku?." Tanya Shena.


"Maaf Shena, tapi aku benar-benar tidak ingin hubungan kita berakhir seperti ini, aku tidak ingin ada perceraian."Ucap Tama.


Shena tertawa tak percaya. lalu menatap Tama dengan tajam. "Aku benar-benar tidak mengerti ada apa dengan mu Tama, Bukan kah ini yang kau inginkan, Kau tidak menginginkan ku, kau ingin aku enyah dari hidup mu selama ini, aku bahkan selama ini seperti debu yang tak pernah terlihat dimata mu. lalu hari ini kau datang dan berkata Kau tidak ingin ada perceraian. itu sangat lucu Tam."Ucap Shena.


"Beri aku kesempatan Shena."Ucap Tama menatap Shena dengan serius.


Shena terdiam. "Pergi dari sini Tam, aku tak ingin melihat mu lagi."Ucap Shena.


"Shena."


"Pergi!."


•••


Setelah Tama Pergi, Shena kembali menangis, Hati nya begitu terluka ketika mengingat semua yang telah terjadi.


Bu Ratna yang baru saja pulang melihat Tama keluar dari kamar Shena lekas masuk ke kamar putri nya dan benar saja ia melihat Shena menangis.

__ADS_1


"Anak itu untuk apa datang kalau bisa nya buat kamu nangis."kesal Bu Ratna.


"Mama akan marahi dia."Lanjut nya.


Shena lansung menahan tangan ibu nya. "Jangan Ma, Shena gak apa-apa, Tama datang hanya untuk minta maaf." ujar Nya.


Bu Ratna pun luluh, Ia mengelus kepala Shena dengan lembut, menatap sedih putri nya itu.


"Mama ada kabar baik sayang."Ucap Bu Ratna.


"Besok Anak kamu sudah boleh pulang, tidak terasa sudah mau beberapa Minggu dia berada disana."


"Benarkah ma?."


"Iya Sayang, sekarang ayo pikirkan siapa nama nya." Balas Bu Ratna.


"Nanti Shena akan cari nama yang bagus Ma, nanti Shena juga akan tanya mama juga."Balas Shena.


Bu Ratna mengangguk. "Istirahat lah, jangan sedih-sedih lagi."Ucap Bu Ratna.

__ADS_1


Shena lalu memeluk ibu dengan erat. begitu manja Shena pada ibu nya. "Makasih ya Ma".


"Sama-sama sayang."


__ADS_2