
Di kantor. Pak Anton meminta rekaman Cctv, ia pun memperhatikan Tama yang tampak serius bekerja, membuat ia merasa bangga dengan menantu nya itu yang giat dan tidak mencuri waktu kerja.
Di tengah melihat live Cctv di komputer nya. Pak Anton melihat hal yang tidak mengenakan, saat beberapa senior mendekati sang menantu.
"Hei Tama, tolong kerjakan kerjaan ini ya."Ucap Nya.
Tama menatap nya seksama, mengambil berkas yang di berikan pada nya, dan membuka nya.
"Maaf, aku bekerja bukan di bagian ini."Ucap Tama.
"Lalu, kenapa memang nya?, Kau kan anak baru, kalau di minta apa salah nya."Ucap sang Senior.
"Baik lah."Balas Tama yang setelah ia diam beberapa saat.
Pak Anton terus melihat rekaman dan mendengar percakapan mereka. pak Anton merasa sangat geram.
Memang tidak ada yang tahu kalau Tama adalah menantu nya, tapi bukan berarti Pak Anton tak berani mengakui nya. semua atas permintaan Tama, agar tidak menimbulkan persepsi orang-orang kalau ia di spesial kan.
"Siapa mereka?." Tanya Pak Anton.
"Mereka divisi yang sama dengan menantu anda Pak, apa perlu saya tegur mereka Pak?." Tanya Sang sekertaris.
"Tidak, tidak perlu." Balas Pak Anton. Sang sekertaris pun mengerutkan kening tak mengerti, kenapa Pak Anton membiarkan senior semena mena dengan menantu nya.
__ADS_1
•••
Di rumah.
Shena baru saja selesai membuat kue dengan ibu nya, rasa senang karena bisa membuat kue yang enak dengan tangan nya sendiri membuat ia merasa lega.
"Kalau Tama mencoba nya, dia pasti suka."Rasa semangat itu membuat Shena melontarkan kata-kata yang seperti dulu, begitu antusias untuk menunjukkan segalas sesuatu yang ia kerjakan sendiri pada Tama.
Setelah sadar kalau Tama pernah menyakiti nya, Senyum semangat setelah mengatakan hal itu perlahan memudar.
Bu Ratna pun menatap putri nya, ia tahu kalau Shena telah menerima Tama kembali, tapi Ego nya masih belum bisa ia turun kan.
"Benar sayang, Tama dan Papa pasti akan menyukai nya."Ucap Bu Ratna. Shena pun tersenyum pahit.
•••
Shena melihat jam dan bertanya kenapa ayah dan suami nya belum kembali.
"Papa kenapa belum pulang ma?." Pertanyaan itu mewakilkan hati nya yang menanyakan kenapa Tama juga belum kembali.
"Biasa nya lembur."Balas Bu Ratna sembari mengendong Thalia dan mengajak sang cucu bicara.
Saat tengah membahas hal itu, terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah.
__ADS_1
"Tu Papa pulang." Ucap Bu Ratna.
Shena tersenyum kecil, ada kelegaan tersendiri saat mendengar suara mobil memasuki rumah.
Pak Anton dan Tama masuk sembari melonggarkan dasi pak Anton duduk di sofa.
"Ma." Sapa Tama.
"Iya."Balas Bu Ratna.
"Malam nya kalian pulanh?." Tanya Bu Ratna.
"Lembur lah Ma, kalau pulang jam segini tidak usah di tanya, di kantor pasti sibuk, untung Tama pekerja keras, ikut lembur juga, padahal hari pertama nya."Ucap Pak Anton.
"Aku ke kamar dulu Pa, Ma, mau bersih-bersih."Ucap Tama.
"Iya, iya."
Setelah Tama pergi, Pak Anton pun menceritakan pada Istri dan anak nya, kalau Tama sangat giat bekerja, Pak Anton juga menceritakan tentang senior yang mengerjai Tama, membuat laki-laki itu bertambah kerjaan di kantor.
"Papa kok gak marah mereka Pa?." Tanya Shena kesal saat mendengar hal itu.
Pak Anton mendengar putri nya membela suami nya pun agak terkejut, namun ia senang, ia menatap istri nya, Bu Ratna pun tersenyum.
__ADS_1
"Belum saat nya, nanti papa akan berikan pelajaran sama mereka."Ucap Pak Anton. Shena pun sudah terlanjur cemberut.
Namun Shena kembali teringat pada Tama yang selalu saja pulang lembur saat awal pernikahan mereka. membuat ia kembali teringat betapa tidak menyenangkan nya di tinggal sendiri setiap hari. tapi di balik itu semua, ada rasa lelah pada diri suami nya yang bekerja, dan mungkin saja di kerjai oleh para senior nya di kantor.