
"Apa kamu sudah bahagia sekarang?." Tanya Pak Anton.
Membuat Shena dan Bu Ratna menatap suami nya dengan binggung, mencoba mencerna kata-kata dari Pak Anton.
"Maksud Papa Apa Pa?." Tanya Bu Ratna.
"Shena kan suka dengan Tama, masak gitu aja Mama tidak mengerti."Balas Pak Anton tersenyum menahan tawa.
Tak seperti yang Shena duga, ia mengira sang ayah akan marah besar pada nya saat kembali ke rumah. namun ia malah melihat raut wajah bahagia sang ayah yang membuat Shena semakin tidak mengerti.
"Papa ini (Ketus), Anak lagi kena musibah malah di candain."Marah BuRatna yang tidak menanggapi lucu kejadian ini.
"Bagi Mama Musibah, tapi bagi Shena ini berkat ma." Ucap Pak Anton dan kembali tertawa.
"Iya kan Shena?." Tanya Pak Anton lagi sembari melihat wajah Shena dari balik kaca spion.
Ingin Shena tertawa, ia berusaha untuk tidak tertawa dan tak berani untuk menjawab ucapan sang ayah, karena ia melihat ibunya yang tampak tidak baik suasana hatinya.
"Papa tahu dari mana aku suka sama Tama, Apa selama ini, ekpresi ku dan tingkah ku mengganggumu Tama terlihat sangat jelas?, Astaga Shena..., kau benar-benar memalukan." Batin Shena.
__ADS_1
Saat mobil pak Anton baru saja sampai di halaman rumah, Ponsel Shena yang ada di dalam genggaman tas nya berbunyi. Sebuah pesan dari Tama membuat mata Shena membulat. ia tersenyum dan lekas membuka pesan itu.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kita Shena, meski kita akan menikah, Aku tidak akan pernah mencintai mu Shena." Isi pesan yang meretakkan hati Shena seketika.
Bagaimana mungkin ia akan menikah dengan Tama, kalau di awal saja Tama Sudah memberi kan peringatan perihal hubungan mereka.
Shena pun tampak duduk melamun hingga tak merespon panggilan ibu nya yang memintanya turun.
Pak Anton dan Bu Ratna saling melihat, bertanya di dalam pandangan mereka, apa yang membuat Shena tampak sedih.
"Shena."
"Ayo turun!." Ajak Bu Ratna.
Shena mengangguk dan turun dari mobil, Kedua orang tua nya melihat raut wajah Shena yang begitu murung, tidak seperti saat ia di perhadapkan masalah tadi di rumah Tama.
"Ada apa dengan anak itu?, Papa lihat sendiri, dimana letak ke bahagian Shena, dia pasti sangat sedih akan menikah muda dengan Tama, tidak habis pikir Mama sama Papa."Ucap Bu Ratna kecewa dan marah pada suami nya.
"Tapi Ma..." Ponsel Pak Anton tiba-tiba berdering. Bu Ratna mendengus kesal dan berjalan masuk menyusul Shena yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar, meninggalkan pak Anton yang menjawab telefon.
__ADS_1
"Iya Ton."
"Maafkan Aku Anton, aku sungguh malu dengan apa yang di lakukan Tama pada Shena.
"Tidak masalah, sudah ku katakan ini bukan salah mu, Bukan kah dulu kita pernah berfikir untuk menjadi besan." Ucap Pak Anton.
"Ha ha ha ha, kau masih ingat saja, itu akan terwujud, meski agak tidak enak proses awal nya." Pak Tono tertawa.
"Iya, iya, dasar anak muda jaman sekarang ya Ton." Balas Pak Anton.
•••
Di kamar Bu Ratna menghampiri Shena yang tampak sedih duduk di tepi tempat tidur.
"Ada apa?, siapa yang mengirimi mu pesan?."Tanya Bu Ratna.
"Mama."
"Bukan siapa-siapa ma." Balas Shena menelan Saliva nya, menyembunyikan dari sang ibu, kalau Tama yang mengirimi nya pesan.
__ADS_1
Bu Ratna menghela nafas lalu duduk di samping putri nya.