
Malam hari perjalanan pulang Tama setelah dari kantor.
ia melihat sebuah mobil terparkir di tepi jalan, yang membuat Tama terkejut itu adalah Yuna.
Yuna tampak gelisah melihat kiri dan kanan seperti menunggu seseorang.
"Tama." Yuna melihat Tama menghentikan motornya.
"Yuna, ada apa?." Tanya Tama.
Yuna diam sejenak, wajah nya gelisah, namun ia melihat jalan yang sepi dan tidak ada orang selain Tama yang lewat dan bisa di percaya.
"Mobil ku mogok."Ucap Yuna.
"Biar ku lihat."Balas Tama. Yuna pun dengan ragu mengangguk dan membuka kap depan mobil.
"Kamu bisa?." Tanya Yuna.
"Biar aku coba dulu."
Tama memeriksa mesin mobil Yuna, Yuna pun memperhatikan nya, Ia tersenyum melihat Tama yang begitu rapi dengan kemeja yang ia gunakan.
"*Suatu saat, nanti kalau kita sudah lulus kuliah dan kita menikah, aku akan setiap hari memakaikan kamu dasi, dan mengantar mu sampai teras rumah sebagai suami yang gagah dan rapi berangkat bekerja setiap hari." Yuna.
"Begitu kah, kalau begitu aku harus berdoa mendapatkan pekerjaan yang baik suatu hari nanti."balas Tama.
Sekilas ucapan janji masa lalu saat masih pacaran terlintas di pikiran Yuna saat ini*.
__ADS_1
"Yuna."
Panggilan Tama membuyarkan lamunan Yuna saat itu.
"Iya."
"Seperti nya sudah, coba kamu nyalakan."Ujar Tama. Yuna pun mengangguk dan masuk ke dalam mobil. Ia tersenyum saat mobil itu berhasil menyala.
"Makasih Tama." Ucap Yuna ragu-ragu melemparkan senyum kecil pada laki-laki itu.
"Sama-sama."Balas Tama. lalu bermaksud berjalan pergi, karena ia tahu Yuna tidak nyaman saat ada dia di hadapan nya saat ini.
"Em Tama..." Tama menoleh.
"Gimana kalau kita makan dulu dekat-dekat sini, ini udah jam makan malam kan." Ucap Yuna.
"Aku akan mengikuti mobil mu dari belakang." Ucap Tama. Yuna pun mengangguk.
•••
Disebuah Restoran.
"Kamu bekerja dimana sekarang?." Tanya Yuna.
"Di perusahaan AA."
"Wow, itu perusahaan besar, kamu sangat beruntung."Ucap Yuna.
__ADS_1
"Iya, kau juga seperti nya hidup dengan baik setelah kita..." Tama merasa ia sudah salah berkata.
Yuna tersenyum. "Tidak juga, kita sudah bersama sejak lama, melupakan masa lalu itu tidak mudah, tapi kau mungkin sudah bisa melupakan ku, bagaimana pun kau mendapatkan istri yang sempurna."Ucap Yuna.
Tama tersenyum kecil. "Iya.." Hanya itu yang bisa Tama katakan. ia pun bingung harus bicara apa dengan Yuna.
Begitu kaku obrolan mereka setelah lama tidak bicara.
"Aku harap kita masih bisa berteman Yuna."Kata Tama.
"Tentu." mata Yuna tiba-tiba saja berkaca-kaca. namun ia menyembunyikan nya dengan gerakan kecil dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain
•••
Sementara di rumah.
Shena yang tengah duduk meratapi dirinya yang begitu menyedihkan, mencintai laki-laki yang tidak mencintai nya tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan singkat dari teman nya yang lain.
"She, Aku tidak tahu harus mengatakan ini atau tidak, tapi aku melihat Tama dengan Yuna makan di sebuah restoran."Isi pesan itu
"Mungkin kamu salah lihat."
Seseorang itu mengirimi nya sebuah foto, dimana Tama dan Yuna benar-benar sedang makan malam bersama berdua saja. melihat hal itu, Shena pun dengan kesal pun menangis.
•••
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni kalian suka dengan cerita ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak ya 🤗🙏